Dua Hati

Jatuh di 2 Hati
Jatuh di 2 Hati

Kau. Kau hadir mengisi hari. Kau beriku makna berarti. Kau melayang mampir menelusuk mimpi. Kau mengiang selalu dalam hati.

Jujur, aku tak pernah berfikir bahwa sosokmu akan menjadi sedemikian  pentingnya pada awal tahunku menjadi murid sekolah menengah atas. Dulu, kuhanya menganggapmu sebagai lelaki rupawan penuh ambisi yang selalu memotivasi.  Namun sekarang, semua itu seolah beralih. Berubah parah menjadi sesuatu yang bahkan tak pernah terfikir olehku kemarin. Realita tak masuk akal yang nyatanya terjadi padaku. Hal tak terprediksi itu ialah..

Continue reading “Dua Hati”

Jatuh Cinta Sendiri

“mencegah rasa kasih itu tumbuh nyatanya sakit lantaran bagian paling tulus dari diri kita tak bisa dipaksa berpura” -Ruri Alifia R

“Perasaan suka itu anugerah. Alhamdulillah kan kalau masih bisa ngerasain itu. Nggak ada yang salah kalau kita ‘suka’ seseorang. Jalani aja. Lagain rasanya nggak kita minta kan? Itu tumbuh sendiri tanpa kita sadari sebelumnya.” -Nabila Khoiru Nisa @yelyeahlalak

Sebut saja dia lelaki. Hah, memang nyatanya ialah lawan jenis yang nanti kan mendampingiku hingga penghujung senja. Kau bisa menganggapku tertarik padanya di ceritaku kali ini. Betapa tidak, tak mungkin kan ku rela meluangkan waktu tuk mengetikkan kata demi kata dari interpretasi hati kalau nyatanya ia bukan orang spesial di hidupku? Ya, singkatnya begitu.

Continue reading “Jatuh Cinta Sendiri”

Another Cinderella Story? Maybe…

another cinderella story? maybe

Senin. Monday. Oh bukan, Mon(ster)Day. Begitulah aku menyebut hari senin. Tapi entah mengapa hari senin selalu buatku semangat.Yah, semangat melihat sekolahku, bertemu temanku dan tentunya.. semangat menimbun bekal masa depanku. Untuk sebagian-bahkan mungkin seluruh- remaja, bagian yang terindah di hari Senin adalah bertemu teman. Teman, sahabat bahkan mungkin pacar. Sementara untuk diriku yang masih jomblo ini.. kategori terakhir mungkin tak dihitung.

Jadi, tepatnya pukul 08.00 yang merupakan mata pelajarannya Pak Arief-guru Agamaku- aku yang kala waktu itu membagikan buku catatan mengelilingi kelas tak sengaja menangkap bayangan 2 orang yang berjalan melintasi kelasku melalui kaca jendela. Sekilas bisa dilihat 2 orang yang tingginya tak terlalu jauh itu adalah guru dan yang satunya.. Murid? Aku tak pernah melihatnya. Dengan rambut kribonya itu entah mengapa batinku tertarik untuk melihat makhluk itu lebih jelas. Dan ya, itu kulakukan. Selepas membagikan buku, cepat-cepat aku menyobek kertas kosong di buku, meremasnya dan meminta izin pada guruku untuk keluar kelas. Tepatnya meminta izin untuk melihat cowok kribo itu. Haha!

Continue reading “Another Cinderella Story? Maybe…”