#1: Butuh

Kita wajib malu.

Terlalu banyak memikirkan hal yang belum tentu kita rengkuh.

Jika sejatinya hanya Allah terminal terakhir kita berlabuh, mengapa harus mengeluh?

Kenapa tak kita tinggal saja kelabu demi esa yang satu?

Sepantasnya malu.

Seyogyanya sedih-sedu.

Tak sepatutnya terbandingkan antara Allah dan dunia pilu. Jelas tak perlu.

Karena hanya Ialah kembalimu.

Pelipur laramu.

Terkasihmu.

Penciptamu.

Pelenyapmu.

 

Jakarta, 22 Februari 2016

Lanterns and their secret♥

kilau
cantik
pukau
magis

Lentera itu simpan sejuta misteri
mengekang cahaya abadi
menawar remang terawang
temani kesepian lautan hati

indah
damai
hangat
sejuk

beku terfikirkan tentangmu
mimikmu, katamu, lakumu
terlukis indah dalam korneaku
terpatri selalu dalam benakku
tersimpan rapi dalam lentera itu
akan semuanya
ya, kenanganku bersama indah dirimu

Continue reading “Lanterns and their secret♥”