A Niall Horan Love Story – Tiada [Ramai Sequel] (1)

– nama author : Ruri Alifia Ramadhani –> @rurimadanii

– Main cast : Niall Horan, You as Rasya

– Title : A Niall Horan Love Story – Tiada (Ramai Sequel)

– Length : 2 shoots

– Rating : T

– Genre : Romance, sad

– Disclaimer : hai.__. lama saya menghilang. ini saya ikutin ke hajatan pertamanya Kak Sulung dan kalian bisa baca sequel pertamanya di sini. di sequel ini ada hubungannya diit sih, tapi kalo kalian baca ini bakal nyambung kok. saya nggak sempat ngatur cover, dan lain halnya deh. astaghfir. bikin ini cuma satu kekuatannya ! the power of kepepet ! maaf kalo jelek T.T

HAPPY READING!

Continue reading “A Niall Horan Love Story – Tiada [Ramai Sequel] (1)”

A Niall Horan Love Story – Tiada [Ramai Sequel] (2)

– nama author : Ruri Alifia Ramadhani –> @rurimadanii

– Main cast : Niall Horan, You as Rasya

– Title : A Niall Horan Love Story – Tiada (Ramai Sequel)

– Rating : T

– Genre : Romance, sad

– Disclaimer : hai.__. lama saya menghilang. ini saya ikutin ke hajatan pertamanya Kak Sulung dan kalian bisa baca sequel pertamanya di sini. di sequel ini ada hubungannya diit sih, tapi kalo kalian baca ini bakal nyambung kok. saya nggak sempat ngatur cover, dan lain halnya deh. astaghfir. bikin ini cuma satu kekuatannya ! the power of kepepet ! maaf kalo jelek T.T

HAPPY READING!

Continue reading “A Niall Horan Love Story – Tiada [Ramai Sequel] (2)”

#15HariNgeblogFF2 – 10th – Aku Kembali

#15HariNgeblogFF2 - 10th - Aku Kembali
#15HariNgeblogFF2 – 10th – Aku Kembali

Bagaimana kondisimu sekarang? Sehatkah? Bahagiakah?
Apa kau masih mengingatku? Kekasihmu yang dua tahun lalu meninggalkanmu?
Apa kau masih sering bertandang kemari? Ke bangunan tua di jantung kota pahlawan ini?
Shandy.. Banyak sekali yang ingin kupertanyakan padamu.

Shan, aku kembali. Aku telah berada di sini. Di depan gedung bangunan zaman penjajahan Belanda, tempat kita bertemu tuk pertama kali. Kau tahu? Aku telah menunggu hari ini sejak lama. Sejak aku meninggalkanmu. Sejak kita berpisah.

Kiranya sudah 2 tahun-kah? Ya, selama tujuh ratus tiga puluh hari itu aku merindumu. Selama seratus empat minggu itu aku mencemaskanmu. Selama dua puluh empat bulan itu aku tak tahu kabarmu. Selama itu pula, hatiku seolah terkikis pelan hari demi harinya.

Continue reading “#15HariNgeblogFF2 – 10th – Aku Kembali”

#15HariNgeblogFF2 – 8th – Ramai

#15HariNgeblogFF2 - Ramai
#15HariNgeblogFF2 – Ramai

Jalan Malioboro. Sekitar setengah jam aku berdiri di pinggir trotoar. Sudah tiga-puluh menit kumenunggu abangku di sini. Tadi pagi ia berjanji padaku tuk menjemputku selepas kuliah. Tapi sekarang, ia bahkan me-reject panggilanku yang-sepertinya sudah berpuluh jumlahnya. Abangku.. Teganya kau membiarkan adikmu sendiri menunggu di sini? Terpanggang pijarnya mentari yang kini memaksimalkan sinarnya?

Aku kembali menekan tuts-tuts telefon genggamku. Ini telefon ke-25-ku pada abangku itu. Tombol call kupencet. Buru-buru kuangkat ponselku mendekat telinga. Tepat saat ponsel tertempel, aku merasa tas berkait menabrak punggungku dan..

Continue reading “#15HariNgeblogFF2 – 8th – Ramai”