Harry Styles Love Story – It’s you? (OneShoot)

Harry Styles Love Story - It's you?
Harry Styles Love Story – It’s you?

– nama author : Ruri Alifia Ramadhani –> @rurimadanii

– Main cast : Harry Styles, You as Nadya

– Title : Harry Styles Love Story – It’s you?

– Rating : T

– Genre : Romance

– Disclaimer : ini fanfiction pertamaku yg pake bahasa indonesia conversationnya.__. diikutkan pada lomba #NulisAsyik -nya website-nya anak asyik. minta doanya yah kawan, suapaya saya menang jadi nggak perlu minta ortu buat beli laptop :’)) aaa, bakalan seneeeeng banget kalo itu terjadi. tapi yg berpatisipasi.. 300 orang… dan ff/cerpen ini masih abalabal…. hnggg… merasa benerbener banyak yg kurang dari ff ku yg satu ini-__- silahkan dikritik 😉 kalo ada yang mau cerita ini dilanjut, comment atau mention langsung ke aku aja ya 😉

Cover was found on weheartit.com and i put some editing at PS4 + picmonkey

HAPPY READING!

Continue reading “Harry Styles Love Story – It’s you? (OneShoot)”

Advertisements

#15HaringeblogFF2 – 6th – Sehangat Serabi Solo

#15HariNgeblogFF2 - Sehangat Serabi Solo
#15HariNgeblogFF2 – Sehangat Serabi Solo

Pasar Klewer. Huh, kenapa siang-kerontang begini aku malah kemari? Mengendarai motor matic-ku yang seakan menderu lelah mengantarkanku kesana-kemari di bawah terik matahari? Ohya, benar. Aku kemari karena kakakku. Ia menyuruhku kemari tuk menjemputnya selepas berburu kain batik.

Astaga! Hari ini sangat panas! Benar berita yang kudengar di radio tadi. Bahwa Kota Solo akan bersuhu sekitar 32° sampai malam nanti.

Kroaak-kroaak!

Continue reading “#15HaringeblogFF2 – 6th – Sehangat Serabi Solo”

#15HaringeblogFF2 – 5th – Sepanjang Jalan Braga

#15HariNgeblogFF2 - Sepanjang Jalan Braga
#15HariNgeblogFF2 – Sepanjang Jalan Braga

“Ma, aku benar anak mama?”

“Kamu bicara apa sih, Set.. Jangan ngelantur.”

“Kalo aku memang anak mama, papa mana ma? Kenapa papa nggak pernah ngehubungin aku?
Tolong ma, jujur sama aku.. Apa aku anak haram?”

PLAK!

“Kamu anak mama, Seta! Kamu anak kami! Tak ada bayi haram di dunia ini! Kamu suci!
Kamu anak Allah! Berhenti ngomong yang tidak-tidak! Kamu anak kandung mama!”

Continue reading “#15HaringeblogFF2 – 5th – Sepanjang Jalan Braga”

#15HaringeblogFF2 – 4th – Kerudung Merah

#15HariNgeblogFF – Kerudung Merah
#15HariNgeblogFF – Kerudung Merah

“Mak, saya minta izin tuk ikut perang. Mak tau sendiri kan saya tak tahan melihat kekalahan yang selalu didera kampung kite?” Pinta Laksmi pada ibunya yang kini merenung menatap purnama di jendela pande[1] mereka yang langsung menghadap bentangan danau dengan permukaan berkilauan karena tersapu sinar bulan. Untuk kali ini lagi, ibu Laksmi hanya bisa menghembuskan nafas besar. Bukan karena ragu akan kemampuan putrinya, tapi.. Berperang? Berperang dalam arti sebenarnya dimana ia harus melepaskan anak semata wayangnya sendiri ke medan perang? Dengan presentase potensi yang lebih tinggi tuk kehilangan? Kehilangan karena gadisnya bisa saja..

Continue reading “#15HaringeblogFF2 – 4th – Kerudung Merah”

#15HaringeblogFF2 – 3rd – Jingga di Ujung Senja

#15HariNgeblogFF - Jingga di Ujung senja
#15HariNgeblogFF – Jingga di Ujung senja

“Nja, senjanya! The most perfect one!”

“Hah? Mana? Huuh, nggak ah nggak. Biasa aja. Jingganya kayak kemarin. Nggak ada yang spesial.”

“Duh, kamu! Kamu mau senja yang gimana, sih?”

“Sederhana kok, senja yang ada jingganya.”

“Terus di depan kamu itu apa?”

“Aku butuh jingga di ujung senja. Aku butuh jingga yang menemaniku hingga senjaku menghujung.
Aku butuh jinggamu. Aku butuh kamu, Jingga.”

Continue reading “#15HaringeblogFF2 – 3rd – Jingga di Ujung Senja”

#15HariNgeblogFF2 – 2nd – Pagi Kuning Keemasan

#15HariNgeblogFF2 - 2nd - Pagi Kuning Keemasan
#15HariNgeblogFF2 – 2nd – Pagi Kuning Keemasan

“Badrol! Yok cari karang!” Seru Kentang pada sohib akrabnya yang kini tengah menengadahkan kepalanya mengarah ke mercusuar. Melihat kawannya tak merespon, Kentang-pun setengah berteriak, “Woy! Lihat apa pula kau?”

“Tak-tak ade, Tang. Yok, udah. Kite cari udang sekarang!” Ucapnya terkejut karena mendadak tersadar dari lamunannya. Gadis teropong itu.. Kemane?

Continue reading “#15HariNgeblogFF2 – 2nd – Pagi Kuning Keemasan”

#15HariNgeblogFF2 – 1st – Menunggu Lampu Hijau

Aku berhenti berjalan. Menelusuri kota Bukittinggi selalu menjadi kebiasaan tiap hariku. Bulatan hijau terang seketika merdup seiring dengan tergantinya oleh warna pelambang keberanian. Disusul dengan detiknya yang genap enam-puluh tuk dihitung mundur memberikan giliran bagi kendaraan di sebarang.

Lengang. Entah mengapa siang ini jalanan masih tampak sepi. Maksudku apabila dibanding dengan jam tujuh, kini kita tentu terbebas dari kemacetan. Salah satu alasan favoritku mengapa aku suka berpetualang di waktu sekarang.

Bosan. Aku selalu melewati perempatan traffic-light ini. Tepat dengan jam gadang di sisi kanannya. Tuk mengusir rasa jenuh, kuedarkan pandangan menyapu ke tanah sekitar objek wisata minang tersebut. Manis. Setiap orang yang berlalu terlihat berbahagia menyunggingkan senyum lebarnya dengan berjalan bersama orang terdekat.

Continue reading “#15HariNgeblogFF2 – 1st – Menunggu Lampu Hijau”