[13] 31 Oktober 2015

tumblr_lulgxlFDbE1r5ssqlo1_500_large

Nggak kerasa banget sudah di penghujung bulan, ya. Nggak nyadar juga dua bulan lagi bakal berganti tahun(tapi tahun baru Islam sudah bergulir kok, haha). Uhuk. Gimana, nih progress di bulan kesepuluh? Apa target-target sudah terlaksana?

Here, I am the one who will answer: not yet. Mwahaha. Malu. Sungguh. Karena memang ada beberapa hal yang terus-menerus saya pending, skip, lupakan, abaikan, buang ke laut, umpetin di kolong tempat tidur—apapun—sampai tahu-tahu aja sudah numpuk. Tahu-tahu saja melihatnya bikin panas mata, bikin gemes hati, bikin sedih pikiran.

Kata Wahyu Aditya: Ilmu otak kadal banget, kamu! Thinking we have a lot of time and able to do everything on our own up to own mood?

Orang paling kaya di dunia adalah orang yang bisa membeli hal yang nggak bakal terbeli. Here, the context is time. Always. Makanya, cuma Allah semata yang paling kaya. Fortunately, time machine only exist on science-fiction movie, ya. Kalau ada beneran… Ya, bakal tetep saya pakai, sih. Mau mengenang betapa alaynya saya zaman dulu. Yang sekarang mungkin terbawa sedikit-sedikit. Atau banyak, ya? Ah, terserah. Nggak baik menilai diri sendiri #ngeles 😀

But, seriously.

Waktu bukan sesuatu yang bisa dibuat main-main.

Berulang kali saya mendengar nasehat itu. Gini, dulu zaman SMA pernah meremehkan ulangan biologi karena saya notabene sama sekali nggak suka biologi dan nggak(benar-benar optimal) memahami materinya. Tapi saya berpersepsi bahwa akan mengulang pelajaran di rumah. Seperti anak SMA pada umumnya, saya pending teruuuus sampai akhirnya haripun bergulir. Kemudian berhenti. Tepat di ulangannya itu.

Bisa ditebaklah, apa yang terjadi… Remidi! Hahaha(Menertawakan kegagalan sendiri adalah hal yang nggak baik. Jadi saya mohon. Ini hanya bacaan untuk 18 ke atas. Yang umurnya kurang, nggak papa sih lanjutin aja. Tanggung soalnya. Mwahaha).

Itu contoh sederhana aja sih. Dampak dari sama sekali nggak menghargai waktu. Just like bapak-bapak TNI pelatih Bela Negara kami kemarin bilang:

“Kalau mau orang lain menghargai kalian, hargailah orang lain terlebih dahulu. Enak sekali kalian minta respect tapi kalian sendiri nggak mau respect.”

That quotes have to implant towards managing time, too.

Aku, kamu, kita, semua adalah fighter yang berival kuat dengan waktu. Selalu. Setiap orang punya 24 jam yang sama tiap hari. Dimana bener-bener up-to-us mau menghabiskan seperti apa. Apa mau untuk memikirkan topik skripsi(kakak-kakak tingkat tahun terakhir di universitas atau sekolah tinggi manapun semangat, yoaaa), atau untuk belajar mati-matian atau malah hanya untuk menonton drama-drama (yang sebenernya sama sekali nggak ada efeknya buat kehidupan nyata kita kecuali daydreaming-_-) atau main uno atau chattingan sampai tiba-tiba nggak kerasa aja udah sampai malam berkutat di depan layar ponsel.

Apapun kegiatannya, nggak mau kan membuang satu hari berharga yang nggak akan terulang lagi?

Karena jalan menuju kemalasan selalu lebih menggoda. Hahaha. Yuk, kita perangi bersama! 😀

 

Jakarta, 31 Oktober 2015
P.S. Maaf gambarnya nggak ada korelasi sama sekali dengan tulisannya, ya. Hahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s