[2] Tentang yang Rela Kamu Ajak Bicara Tanpa Kenal Kala

5cf541b859c40d13d77c154032a50ae0

I am able speaking to everyone. No matter how old they are, how they dressed, how their traits. So far, I can tell you that I can speak to them. Definitely, to you too.

Nggak cuma aku saja. Kamu pun bisa bicara dengan siapapun, kan? Asal ada bibir yang nggak hanya mengatup dan dua telinga yang harus siap mendengar sahutan apapun. Juga pikiran yang kudu spontan berfikir sebelum membiarkan bibir mengatakan apapun.

Speaking is kind of media. Komunikasi. Jembatan supaya tiap insan bisa saling mengerti satu sama lain, ya kan?

The thing is. Siapa yang mau kamu ajak bicara? Siapa yang bersedia menghabiskan waktu dengan saling mengisi canda sampai perut sakit karena tawa?

Aku yakin, pasti cuma segelintir…

Sekalipun kamu famous, hitz, or every words that hyped now, you still need those men. Nama cheesy-nya, besties.

Kepanjangannya adalah seseorang yang udah kamu anggap.kayak saudara sendiri dan bisa kamu ajak bicara sampai waktu yang nggak terkira.

Mereka mungkin bukan orang yang pertama kali ngucapin selamat ulangtahun ke kamu. Tapi mereka langsung ke rumah begitu punya waktu luang untuk main. Mereka bukan orang yang suka ngomplain ini-itu. Tapi mereka sering ngomel panjang-lebar. Tanpa pernah malu ngasih tahu kesalahan kamu. Mungkin mereka nggak bisa basa-basi. Tapi begitu tahu batang hidung kamu, topik pembicaraan nggak akan ada habisnya. Mungkin mereka bukan seseorang yang sigap menghapus air mata kamu. Tapi mereka tahu gimana mengembalikan senyum di wajahmu, even only by their words! Mungkin mereka bukan seorang motivator atau pendongeng. Tapi tiap bertingkah, mereka selalu nggak sabar berbagi cerita ke kamu. Terlepas appropiate atau nggak konteks ceritanya.

Someone who always stand for you. No matter how rough the situation gotten.

Like one of my besties said, “Wajarlah nangis pas sobat merantau. Mereka kan belahan jiwa.”

Belahan jiwa yang memandang langit yang sama. Kakinya berpijak di bumi dengan koordinat berbeda dengan kita but still, the distance making us learning to be strong in surviving a precious relationship. Jarak bikin kita jadi kangen dan sadar betapa beruntungnya kita memiliki satu-sama-lain.

Karena yang seperti itu, jarang ada.

Yang jarang itu, hanya sahabat.

Teruntuk kamu semua sahabatku, nggak sabar dengar cerita kalian besok dan besoknya dan besoknya dan besoknya dan besoknya lagi!

P.S. Emm, yaaa. Salah satu bestiesku bakal merantau kembali dan aku mendapati diri nangis mingsek-mingsek sambil ngetik di layar ponsel seolah-olah lagi sms mama pas disuruh motivator ssc untuk menyatakan betapa besar cinta kita pada mereka. Huwik. Alay aku, ah.

P.S.S. LDR-an kita semua, yah. Penting line wajib aktif! :p

Jakarta, 28 Agustus 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s