Kolase Imaji Kita

sumber: weheartit.com
sumber: weheartit.com

Aku ingin menghabiskan waktu senja. Di suatu tempat terpencil entah dimana saja. Namun, aku ingin berada di sana dengan sebuah percakapan. Pembicaraan panjang tanpa jeda atau sela denganmu, hanya kita berdua.

Mungkin kita bisa memulainya dengan membicarakan perihal bagaimana kamu menghabiskan hari sebelum berdiri di sini. Lalu kita melanjutkannya dengan bertukar informasi yang sama-sama tidak kita ketahui. Kemudian kau akan duduk menghadapku, mengajakku bermain seperti kembali ke masa kecil dulu. Sampai akhirnya matahari benar-benar menghilang, merupa menjadi hangat di hati kita.

Mungkin menjalani hobi bisa jadi pilihan selanjutnya. Kau dan aku akan masuk ke dalam rumah, melangkahkan kaki menuju ruang santai, merebahkan tubuh bersisian dengan kepalaku menyandar dadamu. Karena kita sama-sama gila baca, maka aku akan meniti kata-kata romantis dari novel yang kupegang, sedang kau pastinya terlarut dalam dunia fantasi penulis luar negeri. Bersama, kita menghayati bacaan dengan sesekali membahas hal menarik apa yang kita dapatkan.

Kala jenuh menerjang, kita bisa berpetualang. Sekedar menghabiskan waktu mengikuti cerita dari layar lebar hingga pergi jauh dari rumah. Apapun kegiatannya, bagiku tak masalah. Kita akan berjalan berdampingan, tersesat tanpa diduga, dan terkesima saat sampai tempat tujuan. Di perjalanannya nanti, kita bisa mengobrol lagi. Membincangkan sejarah masing-masing, bercanda hal tak penting, membicarakan sesuatu konyol, atau hanya menghening dengan bertautnya jemari.

Malamnya, kita akan duduk berimpitan di bawah sinar rembulan. Merasakan angin menggelitik wajah sembari mendengar lagu dari earphone yang tersemat di masing-masing salah satu telinga kita. Aku akan menyenandungkan lagu dengan nada asal lantas kau mengacak rambutku entah karena apa. Mungkin aku akan cemberut sesaat kemudian bernyanyi lagi hingga akhirnya kau menimpali. Haha, jelasnya aku pasti terpingkal ketika ujung-ujungnya kau mengikutiku.

Di penghujung hari, kita akan sama-sama bersimpuh, menengadahkan tangan berbicara kepada empunya dunia. Kau akan memimpin jalannya doa sedang aku mengikutimu dari belakang. Mungkin kita akan terpekur lama, memanjatkan harapan yang akan terus hatiku ucapkan, bahwa: agar Tuhan memelihara kita, mempersiapkan masing-masing kita sembari menjaga setiap potong hati hingga akhirnya imajinasi ini menjadi nyata dan berlangsung selama yang Ia izinkan.

Kuharap selamanya.

I want a never-ending-conversation with you.
I don’t care what topic we will talk or whenever time make it happen
or wherever it will take place or even people around us.

You. And. Me. Together. Forever. Nothing else.

Is that too much?

Sidoarjo, 18 Februari 2014

Advertisements

2 thoughts on “Kolase Imaji Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s