Menulis itu (Nggak) Buang-buang Waktu!

Sumber: weheartit.com
Sumber: weheartit.com

Terkadang, kesendirian itu perlu. Apalagi untuk penulis amatir macam saya.

Kalau di beberapa postingan lalu saya pernah berucap untuk menjadikan blog ini menjadi semacam digital diary, kayaknya masih belum terealisasi, ya. Bukan maksud mau php atau apa, tapi sayanya sendiri yang nggak punya waktu untuk berbagi cerita di WP setiap hari. Alasannya bukan karena masalah dunia nyata–saya sekarang benar-benar berusaha se-organized mungkin soalnya–dan bukan juga karena malas. Cuma, waktu yang biasanya saya pakai untuk ngetik postingan di WP, beralih menjadi waktu untuk menulis draft novel pertama(Mari diaminkan, saudara-saudara!).

Yes, intinya saya nggak akan berhenti nulis. Untuk saya pribadi, nggak nulis satu hari aja tuh sudah berasa ada yang kurang. Mengingat saya menjabat jadi aktivis sekolah(baca: ketua ekskul jurnalistik) merangkap pelajar penuh pekerjaan rumah menangkap punya mama yang sedari dulu menuntut saya punya waktu luang buat kumpul keluarga merangkap yang lain lain lagi, makanya saya lebih memrioritaskan untuk menulis cerita daripada WP. Maafkan, ya, hiks.

Mengacu pada ilmu kura-kura peliharaan rumah, pelan-pelan yang pentung nyampe tujuan, membuat saya yakin kalau pengaturan waktu kayak gini terus saya pertahankan pasti nanti membuah baik juga. Tiap hari saya bakal bangun jam 3 buat nulis selama sat jam terus dilanjut ngerjain tugas, terus sekolah, ngurusin ekskul, nyampe rumah jam 4 sore. Setelah itu ngerjain tugas dirangkap belajar sampai jam setengah sembilan malam. Abis itu tidur dan mengulangi semuanya dari pagi. Buat mencapai keinginan terbesar untuk membahagiakan diri sendiri beserta orangtua, apa sih yang enggak?

Habits baru ini, baru saya terapkan awal Januari kemarin. Alhamdulillahnya sekarang, PR saya semua tuntas, tugas ekskul bisa saya delegasikan dengan baik, serta draft cerita sudah mencapai halaman 70 dari 200 halaman yang ditargetkan.  Satu hari seenggaknya satu halaman dapat, deh, begitu prinsip saya. Meskipun sebenernya dalam hati pengennya setiap hari nulis aja, haha.

Oke. Fokus ke urusan menulis.

Bagi saya, menulis paling produktif adalah ketika sendiri tanpa ada yang boleh menginterupsi. Nah, karena itu, saya nggak menampik kalau setiap hari saya butuh waktu berdua dengan lappir di dalam kamar dengan pintu tertutup. Gegara hal tersebut, mama kadang curiga apa yang saya lakukan dengan lappie hanyalah hiburan semata. Gegara keasyikan nulis, saya juga jadi lupa untuk bersosialisasi.

Ternyata, menekuni bidang yang saya sukai membuat saya hampir lupa diri. Yah, tapi mau bagaimana lagi? Sudah tahu passion dan minat saya memang di sini, saya jelas nggak bisa menahan diri untuk nggak melakukan aktivitas nulis sama sekali, kan?

Sederhana alasannya kalau ada yang menanyakan: mengapa menulis? Ya, karena setiap kali menulis saya nggak pernah peduli waktu. Setiap kali menulis saya merasa ringan dan nggak pernah terbebani. Setiap kali menulis, saya serasa punya dunia sendiri. Dan, alasan terakhirlah yang paling mengadiksi.

Mungkin, siapapun yang kenal saya bisa mikir bahwa menulis hanya akan membuang waktu, tenaga, dan fikiran. Mungkin mereka bisa berfikir bahwa menulis cuma kesenangan saya sesaat saja. Mungkin mereka juga bisa berfikir bahwa nggak akan ada masa depan bagi saya jika terus menekuni passion di bidang ini. Ya mereka bisa berfikir apapun yang mereka mau. Tapi saya tahu apa yang saya mau dan saya tahu tujuan apa yang akan saya capai. Itu yang terpenting, bukan?

Jika banyak orang bilang bahwa belajar nulis, sastra, dan hal-hal berkaitan adalah hal yang nggak penting, saya sama sekali nggak peduli. Saya nggak peduli berapa banyak waktu yang akan saya tempuh untuk bisa menjadi penulis terbaik yang saya bisa. Saya suka dan mencintai pekerjaan ini, kok.  Bukankah untuk menjadi master dalam bidang apapun yang kita inginkan langkah awalnya adalah mencintai bidang tersebut dulu?

Saya percaya pada pepatah, bahwa membiasakan diri untuk menguasai hal kecil akan menuntun kita untuk bisa menguasai hal yang lebih besar. Nah sekarang, saya sedang melakukannya. Saya sedang berproses menuju tujuan besar dan nggak siapapun bisa merubah keputusan saya atau bahkan menghentikan saya. Sekalipun orangtua.

Kalau via 9gag: harusnya orangtua saya bersyukur saya nggak teradiksi narkoba(Naudzubillah), melainkan pada kegiatan produktif semacam menulis. Sering saya keki sendiri menyadarinya. Tapi di sanalah tantangannya. Malah di situlah titik dimana saya bisa menunjukkan bakat dan keinginan sesungguhnya.Walaupun nantinya saya terpaksa mengikuti aturan orangtua untuk masuk dalam universitas dan jurusan yang beliau restui, saya nggak akan berhenti. Cita-cita dan passion saya akan tetap sama tapi saya akan menunggu. Menjadi orang lain ‘sesaat’ untuk bisa menjadi diri saya sendiri kemudian harinya.

Saya yakin bisa. Saya punya firasat bagus bahwa, kejutan-kejutan besar menanti jika saya benar-benar serius menekuni passion menulis. Nggak ada yang perlu ditakutkan di masa depan. Cukuplah saya memohon serta percaya pada garis tangan Tuhan yang jelas akan membawa nasib paling baik. I believe in Allah and I truly don’t have even a single doubt about that.

Bagaimana dengan kamu? Sudah menemukan passion dan tujuan yang mau dicapai? Masa depan itu milik kita, maka persiapkan untuk menyongsongnya mulai dari sekarang!

Undur diri,
See you next post!

sumber: Weheartit.com
sumber: Weheartit.com
Advertisements

4 thoughts on “Menulis itu (Nggak) Buang-buang Waktu!

  1. saat menulis sudah menjadi kebiasaan, kita kan terbiasa menggunakannya untuk berargumen, mengasah pikiran, menganalisis keadaan sekitar..
    awalnya menulis itu kebiasaan, lama lama jadi kebutuhan…. ( saya suka ilmu kura kura hehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s