Jurnalis Gagal Move On

Deteksi2k13

Inget nggak, tahun lalu saya pernah cerita tentang DetEksi Convention(DetCon)? Di Doakan Saya, Kawan 😀 dan Kalah itu Akhir yang Memenangkan? So, yeah… Tahun ini saya bersama tim jurnalis smanis berpartisipas lagi!(Emang siapa gitu anak muda Jawa Timur yang nggak excited buat ikut DetCon?)

Ada yang belum tahu DetCon itu apa?

Awalnya, DetEksi hanya halaman yang ditujukan untuk pemuda di koran Jawa Pos. Pencetusnya adalah Azrul Ananda. Dimulai dari acara tahunan untuk memperingati hari jadi halaman, diadakanlah DetEksi Party. Pada tahun 2002, DetEksi Mading Campionship diadakan untuk menyalurkan kreativitas seni anak muda dalam bentuk mading. Seiring dengan membeludaknya animo peserta, lima tahun berikutnya DetEksi Jawa Pos mengubah nama menjadi DetEksi Convention yang sudah berkembang menjadi konvensi multi kompetisi.

…..For the complete story, click this 😉

Oke, jadi ini cerita nggak fresh from the oven. Terjadi bulan lalu tepatnya tanggal 9-17 November. Lama bingit, ya, saya bagi-bagi ceritanya? Dalam event tersebut, saya menjadi wakil sekolah di Journalist Blog Competition(JBC)-nya. Sedangkan teman-teman yang lain mengikuti Mading On The Spot, Mading 3D, dan kakak kelas taking their opportunity di Excelso Wallpaper Design.

Total ada sekitar 13 jenis lomba yang dipertandingkan selama sepuluh hari and I could say that DetCon was really a mega huge event for teenagers in Jawa Timur. Sejak diadakan pertama kali, animo pesertanya udah banyak banget! Seiring bertambahnya tahun, inovasi yang dilakukan juga sukses menggaet peserta dan membuat acara menjadi lebih besar.

Apa kalian tahu? Meskipun ruang lingkup lomba terbatas hanya untuk siswa Jawa Timur, tapi bagi kami, untuk punya pengalaman di DetCon itu bener-bener berharga banget. Jadi, jangan heran kalau pesertanya bener-bener totalitas saat mengikuti lomba dan jangan kaget ketika mendapati ide-ide anak SMA bener-bener gemilang di sana. DetCon is really prestigious for us.

Nggak menutup kemungkinan, event ini akan berkembang menjadi national competition. Just wish and wait for that.

Balik lagi ke #DetCon2k13, tahun ini kompetisi yang saya ikuti mengharuskan saya dan Amel(lovely partner-evah!) untuk datang selama sepuluh hari penuh di venue. Tugasnya cari foto bagi fotografer dan berita bagi penulis. Bahannya adalah acara dalam DetCon. Jadi selama itu, saya getol wawancara sana-sini sedangkan Amel lari ke sana kemari membidik setiap momen yang ada.

Best Fotonya Amel (menurutku)!
Best Fotonya Amel (menurutku)!

Nah, sepuluh hari kemaren jelas nggak berjalan mulus begitu aja. Hambatannya banyak banget! Mulai dari keputus-asa-an karena sempet stuck nggak ada inspirasi buat liputan, ngerasa stres karena pressure peserta yang keliatannya pada ndewo semua, berat bin malu waktu nggeret tangga yang Amel pake buat ambil foto(di sana ada panggung acara yang nggak memungkinkan fotografer berbadan pendek bisa moto ketika banjir penonton–peace, Mel!), keterikatan deadline, Wifi yang hidup segan mati tak mau, kehilangan handphone juga uang, duh, kalau dijelentrekkan satu-satu nggak habis-habis, deh!

Well, sebenarnya malah di situ letak tantangannya. Di situlah letak kesenangannya. Hambatan bikin chemistry saya sama Amel ketemu dan ini membuat kami menjadi tim yang solid. Kami tuh, saling mengisi. Amel panikan ngimbangin saya yang penenang, saya yang terlalu serius diimbangi Amel yang santai bin super-fun, Amel yang sering nraktir mengimbangi saya yang dompetnya sering kempes, sort kind of thing like that. Geli banget kalau ngingat kami yang lagi marah atau nggojloki(nggoda) satu sama lain. Hahaha. Saya bersyukur banget pernah kerja sama cewek ini 😉

Sepuluh hari partner-an sama Amel juga bikin kami kenal banyak anak di DetCon. Saya nggak kenal seluruh peserta JBC2k13, tapi seenggaknya saya recognize wajah mereka satu-satu. Jujur, menurut saya waktu sepuluh hari buat main sama mereka itu kurang–banget. Banyak kebiasaan kecil lomba yang nempel di ingatan saya.

Dippo, Sultan, Bryan, Amel, gila semuaah!
Dippo, Sultan, Bryan, Amel, gila semuaah!

Sudah upload naskah?
Sudah upload foto?
Sudah dapat bahan berita?
Duh, narasumbernya, kok, lama see…
He, kamu nggak laper, ta? Makan bareng, yok!
Deteksijp di komputermu bisa dibuka, nggak?
Duh, wifinya lama he sudah mau jam empaaat!

10 hari sama mereka terus  ♥
10 hari sama mereka terus ♥

Sejenis itu dengan muka-muka lelah kami. Lucu pas ngingat masa-masa itu. Yang paling nggak bisa dilupain tuh waktu kami naik kursi dan nyanyi bareng Vierra, waktu nyanyi bareng HiVi! dan Maliq sampe suara habis, waktu minta tanda tangan ke seluruh peserta sama kru, waktu face to face sama Azrul Ananda, waktu ngecengin band yang lagi tampil tapi tampilan mereka dikacangin penonton, waktu perpisahan, oh-my-god. Kayaknya semua detik-detik saya di sana memorable, deh :’)

Satu hal lagi, saya paling nggak bisa melupakan oleh-oleh dari narasumber yang saya hubungi via telepon. Jadi, dia adalah salah satu peserta luar kota yang saya kepoin kenapa, kok, ikut lomba. Tepatnya peserta dari Tuban. Kalau nggak salah saya ngabisin waktu satu jam-an sendiri ngobrol dan mengulik banyak tentang hidupnya. Eh nggak taunya, malah keterusan dan kami ended up buat janji untuk ketemuan di hari terakhir.

Waktu hari terakhir pas pengumuman pemenang lomba(tapi nggak termasuk kompetisi saya), kami ketemu setelah dia diumumkan jadi juara. Yes, narasumber yang saya wawancarai berhasil memboyong piala untuk sekolahnya. Seneng banget waktu itu apalagi pas dia tersenyum serta ngacungin piala itu ke tempat saya berdiri. Ah, ikut bangga, sungguh.

Kami ketemunya setelah itu. Dia bawa partner lombanya dan kenalan secara resmi sama saya. Di detik-detik terakhir, dia ngasih saya bubuk kopi tubruk, bijinya, serta sketches note dan satu kalimat ini: “Makasih, ya, publikasi beritanya.”

Oleh-oleh dari temen Narasumber. Tuban asli!
Oleh-oleh dari temen Narasumber. Tuban asli!

Saya yang waktu itu cuma bercanda buat minta dibawain oleh-oleh sempet ngerasa nggak enak karena nggak mbawain dia apa-apa. Tapi akhirnya, ya, kami oke-oke aja. Eits, nggak usah mikir yang aneh-aneh, yaa, karena sampai sekarang kami berteman. Saya juga nggak mungkin pacaran–apalagi jarak jauh. But still, itu kenangan paling memorable, hihi.

Pada hari yang sama, sekolah saya mendapat dua piala–dua silver untuk lomba mading 3D dan Wallpaper Excelso. Saya histeris banget waktu itu. Sempet pesimis sampe Amel harus gantian nenangin saya. Bahkan, saya nangis waktu tim mading saya menang. Soalnya lihat usahanya mereka itu bener-bener mirisin hati. Truly touching menurutku sebagai saksi pendukung mereka.

Alhamdulillah Top Ten Silver Mading #DetCon2k13
Alhamdulillah Top Ten Silver Mading #DetCon2k13

By the way, cerita saya panjang banget, ya? Ayo kita skip ke hari pengumuman JBC.

Pengumuman JBC itu paling akhir di antara serangkaian lomba yang lain. Why? Simple, karena kerjaan wartawan memang harus meliput sampai hari terakhir. Maka dari itu, liputan acara selama sepuluh hari baru dijuri setelah event sepuluh harinya selesai. Di situ saya sama Amel bener-bener pasrah. Mau menang berarti bonus, mau kalah ya dijadikan pengalaman aja.

Kami punya prinsip:

Yang penting tuh melakukan yang terbaik. Nggak usah berusaha mati-matian hanya karena pengen ngalahin seseorang. Lebih baik berusaha-usaha-usaha sambil nyari kenalan yang banyak.

Itulah yang kami lakukan. Kami nggak pernah ambusius untuk menang tapi kami nyari kenalan sebanyak-banyaknya. Meskipun begitu kenyataan berkata lain.

Pertama kali Technical Meeting(TM) saya udah punya feeling kalau nama saya akan dipanggil. Bukannya sombong atau apa, tapi memang itu yang saya rasakan dalam hati. Entah mengapa saya bener-bener yakin bakal menaklukkan juara di tahun ini. Apalagi tahu kalau pemenang biasanya ditelepon untuk bisa dipastikan datang di hari sebelum pengumuman. Yes, I got that call and that’s what happened.

And the fifth place UBS Journalist Blog Competition 2k13 goes to…. SMA Negeri 1 Sidoarjo!”

With lovely partner, Kharmelia Nur Afali ♥
With lovely partner, Kharmelia Nur Afali ♥

Kami menang. Saya dan Amel berhasil. Bener-bener nggak percaya. Amel malah butuh sedikit jeda untuk sadar kalau nama kami memang dipanggil. Waktu saya sudah berdiri excited mau maju ke depan, si Amel malah plonga-plongo–shock dengan lampiran slide yang menunjukkan sekolah kami.

“Kita menang, Mel! Ya Allah, beneran ta ini?”
“Rur, aku nggak mimpi, kan? He Rur, bohong itu sumpah bohooong!”
“Meeel!”
“Ruuur!”
“Dek, jangan teriak-teriak, ya. Yang sopan.”

YIHAA KAMI MENANG, SUJUD SYUKUR ALHAMDULILLAH! ALHAMDULILLAH! ALHAMDULILLAAAH!(Senengnya nyangkut sampe sekarang. Hihihi.)

Pengorbanan kami terbayar sudah. Telepon sampe malam buat minta kritik pembina dan orang-orang ndewo, pulang malem demi dapet liputan paling akurat dan foto paling oke, nggeret tangga ke sana kemari, nggak sekolah empat hari, mengesampingkan tugas demi mokusin DetCon…Subhanallah, Alhamdulillah. Allah memang nggak pernah tidur.

Ini goals yang terpampang di mading kamar :D
Ini goals yang terpampang di mading kamar 😀

Iya, itu goal saya. Meskipun nggak jadi bestwriter, saya tetep bangga sudah bisa mencoret satu goal di mading kamar :’) Alhamdulillah.

Alhamdulillah 5th Place Jurnalis #DetCon2K13
Alhamdulillah 5th Place Jurnalis #DetCon2K13

Kalau tahun lalu dapat rasa, tahun ini saya dapat juara! Lebih tepatnya, ada tiga piala dari ekskul saya bisa persembahkan untuk sekolah. Meningkat satu dan meningkat derajat dari tahun lalu. Sekali lagi, Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah 🙂

Totally, many experiences and memories I got from here and those were the most important above all. Terima kasih saya persembahkan untuk orangtua(yang udah merestui buat ikut), Mas Vian & Mbak Nilam(yang udah bantu banyak banget!), Mbak BebeCitra(yang udah ngasih kritik dan support positif), keluarga Ekspresi SMANISDA, keluarga 11 IPA 7, dan yang paling besar tali asihnya, Allah SWT. Semoga saya, kamu, kita, bisa terus berkarya dan membanggakan lagi!

Menang hanya berarti pengukuhan untuk memacu diri agar semakin semangat melakukan hal yang kita tekuni.

Dengan ini saya memproklamirkan diri bahwa saya adalah #JurnalisGagalMoveOn dari even DetCon2k13 yang telah memberi saya banyak sekali pelajaran berharga. Sekali lagi, terima kasih. Semoga saya bisa menjadi salah satu dari kalian ya Mas-Mbak, hihihi.

Undur diri,
See you next post!

Kenang-kenangan #DetCon2k13 :')
Kenang-kenangan #DetCon2k13 :’)
Advertisements

5 thoughts on “Jurnalis Gagal Move On

  1. Kak, masih ada koran jawa pos yg tgl 24 Nopember 2014 ga? Yg kita masuk liputan itu. Btw aku Ayin dri SMP Ciputra yg juara 5 JBC 2K13.. kalo punya, boleh aku pinjem fotokopi ga soalnya punya aku tiba2 hilangg.. makasih kak ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s