About That Guy

About That Guy

Jadi, saya punya satu temen cowok yang… Bisa dibilang deket karena dia dulu pernah nembak saya langsung setelah tiga hari sms-an. Yes, saya tahu itu kedengarannya agak alay dan kinda awkward untuk melakukan, but he did it. Dan kalau boleh kubilang, kata ‘kita’ di antara kami mulai tumbuh setelah saya akhirnya memutuskan untuk nggak mbiarin dia nunggu lagi.

Lho, kamu nyuruh dia nunggu, Rur?

Yaiyalah. Perlu mikir tauk. Temen sekelas, baru kenal beberapa minggu, masa iya langsung main terima aja ketika dia nembak bahkan di saat kami nggak saling mengenal satu sama lain? Well, I am really on zero point when talked about love. Apalagi dulu, waktu kelas satu SMA. So, yeah…

Singkat cerita, kami membangun hubungan tanpa status buat pendekatan. Lucu aja pernah melakukan hal tersebut bersama orang yang bener-bener bukan kriteria saya. Cowok yang susah cari topik bicara, lebih tepatnya. The funniest part at that time was when he asked about date we will choose in order to confess.

Kamu maunya aku nembak kapan? Cari tanggal bagus, yuk.

HA-HA-HA. We’re so childish! We really are! Dia lucu, sih. Gimana cara nggambarinnya, ya? Cowok, tinggi, coklat, nggak gendut banget tapi juga nggak kurus banget, ngomongnya ceplas-ceplos, dan a traitor. Bukan tipikal seseorang yang saya idamkan. Tapi nyatanya… I have feeling for him. Eventough a little bit. A little bit or a lot, ya? Ah, nggak peduli. The point is I like him.

Time goes by and what he finally decided was… We ended up as a friend. A bestfriend.

Kalau kata orang, pacar kan ada mantannya, sedangkan yang namanya sahabat.. Nggak akan pernah ada mantan. Jadi, gimana kalau kita sahabatan aja?

Itu tahun lalu. Dia memutuskan hal itu saat hubungan nggak jelas kami—yang nggak bisa dibilang pacaran pun nggak bisa dibilang temen biasa—berjalan selama kurang lebih dua bulan. Kaget, sih. Sempet ngecap dia tukang pemberi harapan palsu. Setelah itu? I followed what he wanted. Dan kami sahabatan sampai sekarang.

Sebentar, aku butuh menghela nafas terdalam dulu.

Seseorang yang harusnya menjadi pacar pertamaku akhirnya menyandang status sebagai mantan gebetan. Hahaha. Pacar pertama. Dan seseorang yang sebelumnya aku prediksikan bakal canggung saat bersamaku nyatanya berubah menjadi seseorang yang bener-bener gila. Gila dalam artian bermain, nonton film bareng, kejar-kejaran, atau coret-coret muka kayak anak kecil.

Aneh, ya? Aku juga ngikik sendiri setiap ngingat tragedi kecil kami.

Jujur, aku lebih nyaman kayak gini. Being like a kid, playing with everyone and don’t care about love that grows in my heart. And he made me feel like that. Kami bahkan sama-sama berjanji untuk saling cerita setiap kali suka atau kelewat jatuh cinta sama seseorang. From my woman perspection, that was the sweetest thing that a boy can give to a girl. 

Jadi, kejelasannya?

Sepertinya nggak perlu ada penjelasan lagi. Lagian, aku nggak punya waktu untuk ‘relationship-thingy.‘ Ngeraih cita-cita dulu. Bahagian mama papa dulu.

Dear, you… I enjoy what we are currently doing. Keep in touch with me, okay? Bestfriend for-a-vah!

Sidoarjo, 11 Oketober 2013 | 19:30 WIB
Iya, ini re-post dari tumblr. Hihi.

Advertisements

4 thoughts on “About That Guy

  1. ceritanya hampir sama dengan ceritaku dan dia, *hayah :\
    bedanya kami udah pernah jadian tapi 2 minggu kemudian putus dan memilih untuk jadi sahabat (lagi), dan terbukti rasanya itu lebih nyaman 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s