Selubung Merah Jambu

selubung merah jambu

Tuhan bersama semesta selalu punya cerita.

Mereka mencipta titik pertemuan kita.

Menjebak pada ketidaksengajaan

dalam dimensi tak terduga dunia.

Aku berdiri selangkah darimu,

mengulum senyum, tersipu menyapamu.

Begitu juga denganmu,

Kikuk bertemu orang baru.

 

Lucu, ya, pemuda seperti kita?

 

Waktu bergulir tanpa terasa

Entah bagaimana, sosokmu jarang alfa memayungi rembulan muda.

Menjelajah bait-bait mimpi,

dan terus berada di sana.

Tiba-tiba saja, kelebatanmu selalu ada

Membangun setiap inci diri dalam sintaksis kepala

 

Tidak jelas kapan, aku khatam tentangmu, segalanya

Dari tinggi posturmu, tegak gesturmu,

gelegar tawamu, dialeg konyolmu,

manik yang berbinar sendu,

bibirmu yang menyudut malu

Bahkan sepatu hingga segala perlengkapanmu

Hey! Sejak kapan pula kau mencadu dalam bait puisiku?

 

Lucu, ya, perempuan sepertiku?

 

Tapi kau tak kalah, kita setara

Asal kau tahu

Aku senang menangkap lirikan sekilas kala dua pasang mata kita beradu

Tawaku turut menyembul tiap kau bertingkah lugu

Lesung pipiku tak ketinggalan,

Ia membentuk kala kau melontar untaian kata manis bernada rayu

Dan

Aku tak bisa tak senang mengetahui bahwa ternyata,

kau menyediakan ruang tersendiri untukku

 

Benar, kan? Kau dan aku sama-sama lucu.

Bersama-sama merupa pemuda yang terjebak lagu cinta

Saling cumbu tanpa memberitahu

 

Ah, kukira sebutan β€˜kita’ tak lagi pantas

Lebih tepat diganti menjadi,

Aku dan kamu yang terselubung kabut merah jambu

Sidoarjo, 08 Desember 2013

Advertisements

3 thoughts on “Selubung Merah Jambu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s