Komparasi Kala

komparasi kala

“Mesa, aku kepanasan! Beli es Bli Wayan ajayuk!”

Aku tersenyum. Meringis mendapati kekonyolan yang selalu Eka spontan lakukan. Meski di tengah-tengah acara resmi seperti ini dia tetap saja berbuat hal-hal yang tidak pada umumnya orang fikirkan.

“Sa, ayolah. Nanti kutraktir, deh!” Sekali lagi Eka merayuku. Mengguncang tubuhku dengan bahunya lantas berlagak menyeka dahinya yang sesungguhnya tidak terlalu berpeluh.

“Atau ayam betutu? Kita sudah lama nggak makan bareng, kan? Sekarang aja! Langsung cus ke warung Bli Wayan!” ajaknya lagi menampakkan mesemnya.

Melihatku bergeming, Eka pun kian gemas. “Kamu tentu nggak mau kita  jadi dendeng di sini, kan? Ayolah, mari kita pergi!” Dasar, Eka. Selalu saja punya alasan kuat untuk meruntuhkan benteng pertahananku. Tanpa menanggapi ucapannya, tau-tau tanganku sudah digenggamnya. Lantas kami menelusup keramaian bersama. Memulai hari dengan petualangan berbeda. Bersisian di samping sahabat yang selalu buat hariku membuncah bahagia.

Tapi itu dulu.

Kini aku berdiri di tempat sama yang kami pijak bertahun-tahun lalu. Berdiam diri mendapati semua kenangan remaja kami terlampau indah untuk bisa terlupa. Apa kira-kira Eka juga masih mengingatnya? Saat kami masih berstatus bocah ingusan penuh keingintahuan terhadap dunia?

Semoga saja.

BLAR BLOSH BLOSH

Api menyeruak. Abu tinggi mengepak. Ngaben mencapai puncak. Selamat jalan, Eka.

 

Sidoarjo, 09 Agustus 2013
Untuk CERMIN Bentang Pustaka dengan tema upacara 😀

Advertisements

3 thoughts on “Komparasi Kala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s