#Untitled [1]

untitled

Sudah pukul sembilan pagi ternyata…

Sekarang Hari Senin. Kalau sekarang aku masih motoran santai dijalan pertanda apa, dong? Iya bener banget seratus. Telat. Simpel, kan?

Enaknya menggerayangi jalanan di jam ini adalah lengang! Bisa kebut-kebutan tanpa peduli lelaki berseragam yang biasanya menilang! Hyaha! Aku selalu jadi raja di saat-saat seperti ini.

Satria modifku selalu menemani. Bersama denganku memerangi pekerja yang rata-rata enggan untuk hidup dilihat dari laju kecepatannya. Ah, payah! Mereka tak pernah tahu caranya muda!

Perempatan di depanku mendadak padat. Seluruh pengendara berhenti merapat dengan kendaraan sejalur. Mobil-mobil di ambang garis zebracross sedang sepeda motor bersiap jauh di depan mobil. Tepatnya di tengah perempatan menunggu kendaraan lawan arah berderak.

Dalam keadaan meliukkan motor, mataku sigap menangkap satu celah kecil di sisi kiri untuk dilalui supaya bisa mendahului. Lampu merah tinggal beberapa detik lagi, kan? Oke, ayo tancap gas!

TIN TIN TIN

Muatamu mbok dekek endi, le?!” Damprat salah satu pengemudi mobil tepat saat motorku menengahi laju ke kanannya. Menyebabkan mobilnya berhenti hingga kendaraan di belakangnya berhenti mendadak. Mengudarakan klakson yang serupa nada dalam telingaku.

“Hahaha! YOLO!” Seruku tak peduli. Aku terus saja memutar pedal gas membelah jalanan. Tapi tidak bisa disebut membelah juga, sih. Karena masih banyak mobil dan trek mini yang menyiput di kanan kiri.

Tepat di tengah jalan ada celah kecil untukku menerabas. Meskipun kadang pintu-pintu mobil itu bersentuhan, tak ada yang tak mungkin untuk ditaklukkan, bukan?

Aku pun bermanuver.

Tak lagi melihat angka yang ditunjuk garis spedometer, kuputar saja gas motor asal melalui celah itu. Singkatnya–dengan klakson di sana-sini lagi tentunya–aku berhasil selamat dari kecepatan yang tidak bersahabat. Lambat.

Kemudian aku mengambil jalan pintas yang menyisiri taman ibu kota. Masih dengan kecepatan sama kukuasai jalanan sampai seorang perempuan tiba-tiba menyebrang tanpa melihat kanan-kiri.

CIIIT

Goblok!” Seruku kontan mendapati kesalahannya. Rem mendadak tadi tak urung buat tubuhku condong ke depan hampir terlempar. Tapi di luar dugaanku perempuan itu berlalu tanpa menoleh sekalipun. Saat itu juga kusesalkan kata yang baru saja kulontarkan. Apa dia gila?

Tapi dia tidak. Maksudku lihat kemeja kuning lemon dan rok panjangnya. Juga rambut sepanjang punggungnya serta buku-buku dalam dekapannya. Cewek ini kenapa?

“Kalau motoran yang bener, Mas. Selamat di jalan, selamat sampai tujuan,” serunya ketika sampai di trotoar sebrang lagi-lagi tanpa menelengkan kepalanya sedikitpun. Benar-benar, dia!

“Mbak, kuntilanak biasanya nggak lewat pagi-pagi!” Pekikku mengejek. Tanpa kuduga, perempuan itu membalik tubuhnya menghadapku tepat saat kalimatku usai. Matanya menatapku sengit. Mendadak aku tak berkutik. Wajahnya, wajahnya… Tak dapat kudeskripsikan. Maksudku–

“Hati-hati. Bakal ada kemalangan di depan sana,” ujarnya tajam lalu berjalan meneruskan langkah. Meninggalkanku yang masih bergeming di sini. Wajahnya… Mengapa wajahnya–?

Berusaha menepis kemungkinan yang tak mau kuumbar sendiri, kukendarai motorku lagi dengan kecepatan seperti tadi. Seratus meter di depan adalah pertigaan jalan besar. Tadi katanya apa? Akan ada kemalangan menimpaku? Hah, sudah kuntilanak, sok-sok meramal. Dia kira aku ap–

BRAKBRAKBRAK!

Sebuah trek tiba-tiba berhenti di mulut jalan tanpa membiarkanku menarik stang rem. Semua terjadi dalam kelebatan cepat. Yang kuingat hanyalah kenyataan bahwa aku terpental setelah sebelumnya menggebuk sisi trek. Sejurus berikutnya, pandanganku memburam. Wajah perempuan itu terlintas lagi di hadapanku. Wajah mama.

Selebihnya gelap.

Sidoarjo, 06 Agustus 2013
Bingung mau ngisi apa….Ini aja spontan tanpa editan.
Komen dan kritiknya ditunggu 🙂

Advertisements

2 thoughts on “#Untitled [1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s