Sekolah Oh Sekolah

“MIPA kok jelek. Mau jadi apa?”

“Apa? Kamu mau jadi anak Bahasa? Bakal kerja macam apa?”

“IPS? Buangan anak IPA, ya?”

“Sekolah di situ? Kok mau? Fasilitasnya nggak lengkap. Guru-gurunya makan gaji buta semua.”

“UNAS-nya bagus? Ah, tradisi. Pasti dapet bocoran.”

“Gimana masa depan kamu kalau rapor sekolahmu aja segini?”

“Papa maunya semua nilai kamu SEMBILAN. SEMUA.”

“Sekolah swasta? Sekolah pinggiran? Hati-hati jadi pengedar narkoba…”

“Gimana ulanganku bisa dapet bagus kalo guruku aja killer?”

“Buat apa belajar fisika kalo aku nanti jadi penghitung uang, hah?”

“Buat apa belajar alga—hewan yang nggak pernah kita lihat—reproduksi jamur, ngapalin nama latin hewan…ASTAGA AKU KERJA NANTI NGGAK MUNGKIN DITANYAIN HAL KAYAK SEMACAM INI.”

“Sebenarnya aku sekolah buat apa sih?”

Pernah kamu mendengar atau mengalami beberapa realita di atas? Tekanan ekspektasi orang tua, paradigma masyarakat yang belum tentu benarnya, perbandingan sekolah tanpa parameter hakiki, sederet fakta sekolah yang sungguh mengecewakan, guru-guru bersarjana tinggi memuakkan, pembelajaran penuh keterpaksaan yang membosankan, sampai diskriminasi pemilihan jurusan–mungkin?

Ya, itulah yang masih terjadi pada beberapa golongan masyarakat Indonesia sekarang.

Ketidak-merataan pendidikan, orang awam yang memandang sebelah mata suatu persekolahan, pelayanan yang masih harus dipertanyakan dan masih banyak lagi—yang sepertinya jika saya jelentrekkan satu-persatu akan menghabiskan lebih dari 1000 kata.

Bukannya mau mencaci pemerintah atau pihak atas yang berkewenang. Namun yang terjadi di depan mata memang begitu adanya. Sudah terbentuk bahkan sejak zaman Soeharto hingga sekarang merupa nilai yang terinternalisasi.

Saya rakyat kecil yang masih berusaha membesar dengan belajar, bisa apa?

Semua ini saya lontarkan semata-mata hanya karena kekhawatiran. Begini, parameter kemajuan suatu negara dapat dilihat dari pendidikan. Nah, jika kita memerhatikan pendidikan Indonesia sekarang–dimana paradigma masyarakat saja masih belum percaya terhadap produk pendidik Indonesia–,mau jadi apa negara?

Di antara semua omong-kosong masyarakat dan janji-janji   pemerintah, saya punya setangkup ide kompleks tentang bagaimana seharusnya sekolah berjalan dengan benar. Sebelum anda melanjutkan membaca, saya perlu memeringatkan bahwa semua yang ada di sini hanyalah opini dari seorang perempuan berumur 16 tahun.

sekolahku dambaanku

Sebenarnya sekolah dibangun untuk apa sih? Memersiapkan kita supaya bisa bertahan di masa depan kelak atau hanya memersiapkan kita agar bisa menjawab soal-soal di atas kertas? Kalau saya pribadi, Sekolah Dambaan saya adalah sekolah yang menyiapkan murid supaya bisa bertahan dalam kehidupan dengan segenap mimpi, bakat, dan minat yang ia miliki. Sekolah yang membebaskan muridnya memilih dan berkreasi se-kreatif mungkin.

Sekolah Dambaan saya terdiri dari enam tahun belajar dasar dan enam tahun belajar lanjutan. Menilik skema yang telah saya buat, sekolah dambaan saya terlihat mirip sistem persekolahan Indonesia, ya? Referensi memang merujuk pada tingkatan tersebut. Namun, sekolah saya jelas berbeda.

sekolahku dambaanku 1

Sekolah dambaan saya punya 3 kunci prinsip; Minat, Adaptif, Go Globally Green.

Minat adalah kunci agar para murid mampu menemukan hal yang paling diinginkannya di kehidupan. Discovering their highest dream. Dengan bantuan guru serta orangtu, para murid akan dibimbing untuk mengetahui dan menentukan arah hidupnya. Mau dibawa kemana diri mereka? Oleh karena itu, pihak Sekolah Dambaan saya harus mampu memetakan kemampuan dan minat mereka sehingga pembelajaran berlangsung lancar dan seluruhnya dapat bermanfaat.

Adaptif adalah kunci agar para murid bisa menyesuaikan diri di lingkungan manapun ketika bersaing dalam kehidupan nyata. Kepedulian sangat dibutuhkan dalam kunci kedua ini. Sehingga Sekolah dambaan saya tidak mengenal kata senioritas atau junioritas, pem-bully-an juga dilarang keras sampai yang tercipta dalam hubungan antar-siswa hanyalah kekeluargaan dan tali persaudaraan adik-kakak.

Go Globally Green adalah kunci penyempurna agar para murid mampu berkompetisi di kancah dunia internasional. Setelah bermodalkan minat dan adaptif, cinta lingkungan adalah hal yang harus ditanamkan sedari dini. Lantaran kita sebagai mahluk bumi harus mampu merawat di tempat yang kita tinggali. Sekolah harus memfasilitasi dengan terbangunnya hutan mini sekolah. Nantinya para murid dan gurulah yang akan merawat hutan tersebut. Sebisa mungkin pembelajaran indoor dan outdoor juga diseimbangkan sehingga kunci ketiga ini dapat termaksimalkan.

Satu hal yang perlu digaris-bawahi, bahwa sekolah saya hanya akan terdiri jam-jam efektif yaitu lima jam di pagi hari. Bagi sekolah saya, penekanan terhadap murid dalam bentuk apapun diharamkan. Karena posisi otak terbaik dalam menerima pengetahuan adalah ketika para murid rileks. Sehingga kondisi pembelajaran akan dibuat senyaman, sekondusif, dan seefektif mungkin supaya komponen-komponen yang lain dapat bekerja sempurna.

sekolahku dambaanku 2

DASAR

Seleksi Masuk:
Saya menghendaki anak-anak berumur 6 tahun harus mulai masuk dasar dan diseleksi dengan menggunakan tes psikologi dan tes tulis. Jika ia sudah memiliki bakat lantaran dikursuskan orangtuanya atau hal lain, akan ada seleksi tersendiri untuk bakatnya. Harus ada kuota tertentu untuk setiap sekolah sehingga nantinya pagu akan merata terisi. Nantinya satu angkatan akan terdiri dari 8 kelas dengan 15 murid setiap ruangnya.

Guru:
Guru yang mengajar di Sekolah Dambaan saya haruslah terkualifikasi ketat dan dituntut untuk bisa mengajar kreatif dengan menyeimbangi kemajuan tekonologi. Akan ada tes masuk khusus bagi guru menyangkut cara mengajarkannya, pembawaan di hadapan anak-anak, tes tulis, dan mungkin beberapa tes yang lain. Saya akan memilih guru terbaik  yang mampu membelajarkan anak dengan berbagai metode sehingga perbedaan kemampuan menyerap pengetahuan bukanlah suatu masalah. Sehingga nanti pengajaran guru dapat diterima dengan baik dengan cara yang sesuai dan mengasyikkan.

Pada tiga tahun pertama 15 murid akan dipegang oleh 3 guru yang sama dari tahun pertama hingga ketiga sehingga kemampuan dasar benar-benar tertempa. Kemudian mulai di tahun ke-4 moving class diberlakukan dengan guru yang sama-sekali beda. Nantinya tugas dan PR diberikan tergantung guru yang bersangkutan dengan bobot proporsional sesuai usia.

Guru menjadi sorotan penting. Di sini saya akan menaikkan gaji guru-guru profesional karena bukan saatnya lagi melupakan tanda jasanya. Perkumpulan dan peningkatan kualitas guru dari berbagai daerah juga harus digalakkan. Lalu suatu ketika ada inovasi pembelajaran tercetus, tanpa terkecuali akan diberi penghargaan guna mendukung juga memotivasi yang lain.

Mata Pelajaran:
Passion class adalah satu kelas tambahan yang harus ada dalam setiap jenjang Sekolah Dambaan saya. Mengingat banyak pelajaran yang harus dipelajari pada tiga tahun dasar pertama, passion class akan bertujuan untuk memperkenalkan murid dengan beragam profesi yang ada. Para alumni akan dikerahkan untuk mengajak murid-murid mengetahui gambaran profesi mereka. Dalam passion class ini, murid yang sudah mengetahui bakatnya juga akan langsung ditangani sendiri untuk bisa lebih memaksimalkan ‘hadiah’ yang telah ia miliki.

Jika ada bakat yang tidak masuk ke dalam ilmu studi dalam passion class inilah pembentuk langkah awal untuk meraih mimpi mereka

Ilmu Studi

Jam Belajar

  1. Matematika
  2. Pengetahuan Sosial & Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Bahasa Indonesia
  4. Bahasa Inggris
  5. Agama
  6. Kesenian
  7. Teknologi Informasi dan Komunikasi
  8. Olahraga & Pengembangan diri
  9. Pendidikan Cinta Lingkungan
2jam x 1minggu
2jam x 1minggu
2jam x 1minggu
2jam x 1minggu
2jam x 1minggu
2jam x 1minggu
2jam x 1minggu
2jam x 1minggu
2jam x 1minggu

TOTAL

18jam x 1minggu
  • Ekstrakurikuler: Passion class (Pengenalan beragam profesi)

Hari Efektif Sekolah dan Pembelajaran:

Hari

Jumlah Jam

Senin 4 Jam
Selasa 4 Jam
Rabu 4 Jam
Kamis 4 Jam
Juma’at 4 Jam
Sabtu-Minggu Libur

NB:
-Semua pelajaran harus diambil setiap siswa.
-Ekstrakurikuler akan menyesuaikan kesepakatan setiap kelas.
-Tahun 1-3 para guru mendatangi kelas-kelas; Tahun 4-6 para murid yang mendatangi kelas-kelas (moving class)

Hubungan antar guru-orangtua:
SD saya akan membentuk perkumpulan orangtua di setiap kelas yang nantinya akan berkoordinasi dengan guru. Sehingga hubungan guru dan orangtua bukan sebatas dua orang yang terpaksa mengetahui satu sama lain karena seorang anak yang mereka rawat, tapi lebih daripada itu. Guru dan orangtua akan menjadi partner yang mengawasi dan mendorong anak supaya dapat menggapai mimpi-mimpinya.

Bentuk Ujian Kelulusan:
SD saya akan memberlakukan tiga macam ujian akhir dimana para murid langsung diuji oleh guru yang telah mendidik mereka selama ini; passion, praktek, dan tertulis.

Uji Minat: Menyangkut bagaimana ia mempergunakan bakat dan memberi manfaat pada orang banyak—merujuk ke profesi yang diinginkannya.

Uji Tulis: Menyangkut mata pelajaran yang membutuhkan tes pemahaman pengetahuan dalam bentuk tertulis.

Uji Praktek: Menyangkut mata pelajaran yang membutuhkan tes pemahaman pengetahuan dalam bentuk praktek.

Penilaian akhir penentu kelulusan bukan hanya dari ujian akhir. Namun merupakan gabungan antara nilai keseharian(50%), prestasi(25%) dan ujian akhir(25%). Dampaknya, murid tidak akan mengebut ketika ujian tiba saja, melainkan sudah berjuang dari awal untuk dapat memenuhi target yang mereka ekspektasikan. Sehingga secara tidak langsung sekolah dambaan saya telah mengharuskan murid jujur pada dirinya untuk bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri.

Setelah menempuh waktu selama 6 tahun untuk mematangkan dasar-dasar, minat dan bakat barulah para murid siap untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat lanjutan.

LANJUTAN

Tidak jauh berbeda dengan dasar, hanya beberapa bidang saja perlu ditekankan di sini. Sistematis dan prinsip masih sama; 3 Kunci prinsip: Minat, Adaptif, Go Globally Green. Jika ada hal yang tidak saya bahas di sini tapi sudah lebih dulu dibahas di jenjang dasar, berarti hal yang bersangkutan memiliki kesamaan sistem.

Fasilitas Sekolah:
Sekolah di tingkat lanjutan ini harus dibangun secara besar-besaran meliputi setiap fasilitas dari setiap jurusan. Berbagai laboratorium, gedung olahraga, aula kesenian, dan lain sebagainya. Dengan tujuan agar kota pendidikan di satu provinsi dapat dipusatkan. Bilamana tidak memungkinkan, otonomi daerah dapat memecah sekolah menjadi per-jurusan(sekolah spesialiasasi) dengan fasilitas yang harus tetap dibangun maksimal.

Seleksi Masuk:
Akan diadakan tes tulis, tes wawancara dan tes bakat. Jika ada seorang murid yang benar-benar telah menemukan passion dengan sertifikat bukti kemenangannya di beragam kejuaraan, akan ada keistimewaan. Yaitu ia bisa masuk tanpa tes.

Guru:
Pengajar haruslah setingkat dengan S1 sampai S2.

Mata Pelajaran:
Passion Class akan mendatangkan alumni atau orang yang sudah profesional di bidangnya untuk menarik murid mengetahui pembelajaran singkat tentang profesinya kelak. Passion class akan menjadi induk dari ekstrakurikuler lain yang menunjang minat juga jurusan para murid. Di tingkat ini, mata pelajaran akan dimampatkan dan langsung dijuruskan sesuai minat dari jenjang dasar.

Ilmu Studi

Jam Belajar

1. – Fisika

– Biologi

– Kimia

– Matematika

2. – Sejarah

– Sosiologi

– Ekonomi

– Geografi

3. – Sastra Indonesia

– Bahasa Mandarin

– Bahasa Spanyol

– Bahasa Arab

4. – Seni Rupa

– Seni Musik

– Seni Tari

– Seni Teater

5. – Atletik

– Akuatik

– Permainan Bola Besar

– Permainan Bola Kecil

6. – Teknologi Informatika

– Teknologi Informasi

– Ilmu Komputer

Pengetahuan Alam(1)
Pengetahuan Sosial(2)
Bahasa(3)
Kesenian(4)
Olahraga(5)
Teknologi Informasi dan Komunikasi(6)

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

3jam x 1minggu

4jam x 1minggu

4jam x 1minggu

4jam x 1minggu

Pelajaran Wajib

  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa Inggris
  3. Agama
  4. Pendidikan Kewarganegaraan
  5. Pendidikan Cinta Lingkungan

2jam x 1minggu

2jam x 1minggu

2jam x 1minggu

2jam x 1minggu

2jam x 1minggu

TOTAL 22jam x 1minggu
  • Ekstrakurikuler: Passion Class

Hari Efektif Sekolah dan Pembelajaran:

Hari

Jumlah Jam

Senin 5 Jam
Selasa 5 Jam
Rabu 5 Jam
Kamis 5 Jam
Jum’at 2 Jam
Sabtu-Minggu Libur

NB:
-Siswa masuk dan keluar di jurusan yang sama
– Sistem yang diterapkan adalah moving class
-Passion Class adalah induk dari cabang ekstrakurikuler lain
-Jurusan bisa sewaktu-waktu berubah merunut permintaan siswa

Setelah lulus dan berkiprah banyak dalam setiap bidangnya, para murid bisa melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja magang jika memang memenuhi syarat. Ketika mereka lulus dan telah profesional di bidangnya, secara otomatis mantan murid tersebut akan menggantikan posisi alumni mereka dulu dan bergantian mengajari adik-adik kelasnya dalam naungan passion class.

***

Mengusung 3 kunci juga jenjang-jenjang yang telah saya tuliskan, sekolah dambaan saya tidak mengenal RSBI, Nasional ataupun semacamnya. Karena secara otomatis para murid Sekolah Dambaan saya dapat bersaing secara global dengan minat kuat, pembekalan ke-adaptif-an, juga Go Globally Green. Hal ini akan berdampak baik pada pemerataan pendidikan di setiap wilayah. Hingga tidak ada lagi kualitas yang perlu dipertanyakan dan tersisalah produk pendidikan yang sukses dari seluruh daerah!

Itulah Sekolah Dambaan versi saya. Itulah harapan saya pada pendidikan di Indonesia. Itulah yang harus terwujud dan diberlakukan. Bagaimana denganmu?

buat SD quotes

———————————————-
Sidoarjo, 24-06-2013 | 23:35
Diikutkan di lomba ini.
Segala kritikan juga saran saya terima karena ini hanyalah opini semata 🙂

Advertisements

15 thoughts on “Sekolah Oh Sekolah

  1. pada zaman khalifah khulafaur rasyidin dll, sekolah modelnya begini: sekolah umum berisi pelajaran aqidah, ibadah, akhlak, ilmu alat (bahasa). lalu ilmu2 umum seperti IPA, TI, matematika, ekonomi, dll dipelajari di kursus di luar sekolah. tiap anak terserah belajar apa sesuka mereka. sekolah gratis karena dibiayai negara. pelajar tinggal belajar. ada pondok gratis dan uang saku. dengan cara kursus, pelajaran akan lebih praktis dan bisa dipraktekkan supaya berguna bagi kehidupan. btw matematika SD selama 6 tahun bisa diajarkan cuma dalam 1 – 3 bulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s