Kecuali Jika…

 

LuckyOptimist.com-FORGET_large

Dia… Masih belum hilang dari hidupku. Sebisa mungkin kusibukkan diri daripada menurunkan IQ dengan hanya memikirkannya.

Tapi apa?

Yang ada Tuhan berkonspirasi dengan alam hingga memertemukan kami, menciptakan belanga kecanggungan seiring jantung berpacu seru.

Jadi, apa cinta itu masih ada?

Karena aku sudah menyerah. Lebih memilih diam memanjatkan doa. Berharap dirinya selalu mendapatkan yang terbaik sekalipun musibah tengah mendera.

Setidaknya tidak ada lagi kata pengharapan dalam kamusku. Kau tahu bukan bahwa mengharapkan orang yang belum tentu mencintaimu butuh waktu berbulan-bulan untuk menghapusnya? Atau lebih tepatnya mengabaikannya lantas menjatuhi keputusan untuk meneruskan hidup? Toh, akhirnya semua akan kembali ke persimpangan masing-masing, menjalani hidup sendiri-sendiri.

Kecuali jika Tuhan berkendak lain.

Saya benci mengakui ini. Tapi kamu masih berkutat dalam imaji. Mengisi segala sisi lantas berdiam diri, tak mau pergi.

Sidoarjo, 07-06-2013 | (Rev) 19-06-2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s