Janji Adalah Suatu Perkara

janji adalah suatu perkara

Masih segar terpekur kala mengingat insan-insan manusia kerap berkelit-meyakinkan seseorang-tentang rencana atau keputusan yang belum jelas kepastiannya

Masih jelas terlihat bagaimana orang-orang dengan mudahnya mengumbar kata, pamer harta, bermain dusta dalam suatu lingkup teratas-namakan janji.

Janji.

Mengapa kita tanpa pedulinya menceburkan diri dalam kolam dosa?
Mengapa mau berusaha demi terpenuhinya seutas kalimat pengikat jiwa?
Mengapa kita punya keyakinan kuat menyangkut obralan kata sekalipun belum tentu benarnya?

Karena satu, kita percaya. Dua, kita meyakinkan orang lain percaya. Tiga, karena kita tengah tergopoh bersama membangun rasa percaya. percaya.

Bukan sesuatu yang mudah mengucapkan, meyakini, apalagi melakoni janji tersbut. Tapi atas nama semesta, bukankah tiap manusia wajib mengisi juga bahu-membahu hidup bersama? Bukankah kita diciptakan dengan banyak kekurangan untuk saling percaya bahwa bersama membuat kita sempurna?

Jadi, masih mau obral kata? Janji adalah suatu perkara.

 

Sidoarjo, 12-06-2013 | 19-06-2013(rev)
Mak-pah, maaf jika masih sering mengobral janji.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s