Cukupkah Belajar?

cukupkah belajar

Sukses tidak melulu seperti apa kita di atas kertas. Banyak faktor penentunya. Perilaku jadi yang paling utama.

Tak sepantasnya kamu berbangga ketika semua mampu tertembus sempurna di balik tinta angka pura-pura. Bukan suatu pencapaian, menguasai suatu ilmu sesaat lantaran paksaan lantas melupakannya tanpa pernah tersentuh lagi oleh mata. Apalagi saat ‘status’ menyesak minta untuk diwujudkan dengan berbagai cara. Mampuslah.

Belajar di atas kertas ternyata tak cukup adanya. Pantang dijadikan acuan, meski realita berkata demikian.

Memang nilai merah masa sekolah mampu menghentikan pencapaian mimpi?

Enyahlah dari muka bumi. Tidak sama sekali.

Hanya perlu belajar lagi. Memperbaiki diri, bersosialisasi, praktek menguji diri, lantunkan doa tanpa henti, lantas segala hal yang dibutuhkanpun dapat tersiapkan lebih dini.

Sehingga kita pun bulat-bulat siap, dilempar Tuhan pada lingkaran pusara yang terus-menerus berputar; kehidupan.

Sidoarjo, 12-06-2013 | 19-06-2013(rev)

Advertisements

14 thoughts on “Cukupkah Belajar?

      1. iya. makanya banyak ank malas belajar. mereka lebih suka bermain denga hobi mereka. aku kuliah ekonomi tapi hobi biki cerpen. ada anak-anak cowok yag hobi da omonganya sepakbola terus tapi gak pernah ngomongin pelajaran sekolah. kalo aak cewek sering ngomogin cowok cakep, pacar atau artis korea, bukan pelajaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s