Pesan Untuk Kalian, Orang Tua Masa Depan

buat post118

Sebelumnya, harus saya katakan.
Di sini, saya ingin siapapun yang membaca–baik telah menikah, memiliki anak atau bujang–membuka mata
dan perhatikan lingkungan sekitar. Kenal baik keluarga anda dan amati yang terjadi pada negara anda. 

Demi menjadi orangtua yang baik.

***

Untuk anda, orangtua masa depan.

Bagaimana perasaan mengetahui anak kandung kita lahir mengeluarkan tangisannya pertama kali? Bagaimana rasanya melihat buah hati berada di sisi kita–menghadapi dunia? Tumbuh besar, berkembang dan ‘hidup’? Menyenangkan sekali, bukan?

Apalagi ketika memerhatikan mereka belajar. Tahap demi tahap dilewati. Fase demi fase terlampaui. Hingga akhirnya mereka menjelma remaja yang siap terhadap segala tantangan dan alang-melintang. Menjelma sosok–yang kadang menyebalkan. Merasa tahu segalanya–bahkan ada beberapa yang menganggap anda kuno, tak tau zaman, hanya berpendirian pada yang lalu.

Ketika saya menuliskan ini, saya memang belum menjadi seorang ibu. Namun, saya tahu bahwa dianggap angin lalu oleh anak sendiri  rasanya sakit sekali. Bahkan pasti ada bagian di hati untuk menghukumnya lantaran berperilaku demikan.

Tapi saya yakin, pasti anda tidak tega. Ada partikel terkecil hati yang jelas-jelas menentang penghukuman tersebut. Setidaknya, akan hadir beberapa opsi untuk dipilih. Anda mendoakan mereka, mengajak mereka berbicang untuk mencari akar permasalahan atau malah menerapkan ‘sedikit’ kekerasan demi terasanya efek jera?

Seburuk-buruknya mereka… Sungguh, remaja adalah seorang labil yang butuh dibimbing, wahai orang tua. Mereka membutuhkan anda, sungguh. Meskipun di luar nampak jual mahal atau acuh dengan perhatian anda. Sesungguhnya mereka sensitif. Peduli–bahkan sekecil apapun hal yang menyangkut diri anda.

Sudah merupakan suatu kewajiban anda sebagai penuntun. Mengentaskan mereka dari kejahilan menuju zakariyah. Melindungi mereka dari kekeruhan pergaulan bebas. Mengorbitkan mereka melesak menuju mimpi tertingginya. Mengusahakan yang terbaik.

Setiap orang tua pasti memiliki cara tersendiri untuk mengarahkan anaknya. Mendidik, dan membuatnya membaik dari hari ke hari. Tapi di sini, ada beberapa poin yang saya harap anda lakukan ketika ‘waktu’ itu tiba:

Didik mereka baik-baik. Curahkan kepedulian anda setinggi mungkin. Taburi mereka saat ‘putih’ dengan hiasan-hiasan rohani pendamai hati. Tancapkan kuat-kuat ilmu agama. Teladankan yang baik-baik padanya. Contohkan perilaku yang baik supaya mereka juga melakukan hal serupa. Buat ia bercermin. Tumbuhkan keberadaan Tuhan dalam dirinya. Persiapkan ia menjadi individu teguh yang mampu menghambur kehidupan masyarakat. Jadilah pintar. Lakukan secara asyik dan bersahabat. Bangun kepercayaan sesama anak dan orangtua.

Kenali anak anda. Sadar dimana ia harusnya berada. Apa di bidang seni, eksak, sosial, teknologi, atau linguistik? Tahu dimana bakatnya. PEKA. Andalkan intuisi kuat anda. Hindari pemaksaan kemauan dari dalam diri. Saya yakin, anda semua pasti tau apa yang anak anda inginkan nanti. Hanya saja, apakah anda mau menghadapi kenyataan dan mendengar hati untuk membiarkan anak anda bereksperimen dengan apa yang mereka inginkan? Maka dari itu ‘kenali’ ia dari dini. Manfaatkan serangkaian teknologi canggih masa kini. Lebih dini lebih baik. Toh, yang bakal menjalani kehidupan ke depan mereka, bukan? Lantas apa alasan terkuat anda untuk melarang mereka mendalami ini dan itu? Apa penyebab anda menitik bekukan satu tujuan yang hanya anda inginkan? Demi membayar kerja keras anda selama ini? Agar mereka punya banyak uang? Karena takut karir ke depan yang masih terombang-ambing? Yah, jika memang itu alasannya saya harus jujur mengatakan bahwa anda bukan orangtua yang tulus. Dimana-mana, orangtua hanya ingin yang terbaik bagi kesuksesan anaknya. Tidak ada yang lain.

Ajarkan cara supaya ia menjadi pemimpi. Biarkan ia bermimpi besar. Beri ia banyak inspirasi supaya mata batinnya terbuka. Mengerti segala hal yang ia mau. Tinggal sejenak mimpi orisinal bercampur darah militan merasuk dalam dirinya. Menelusupi tulang-tulangnya hingga menjelma semangat untuk diwujudkan sebagai cita-cita. Didik mereka menjadi berani. Buat mereka berani meyakini dan mengejar apa yang ingin mereka miliki.

Tolong tuturi anak anda dengan kata-kata yang baik mengandung makna positif. Hindari pemakaian kata “Jangan.” Gunakan kata yang lebih efektif. Seperti:

  • “Jangan berdiri di atas jok motor! Jatuh nanti!” Menjadi:  “Nak, turun! Main di lantai lebih aman.”
  • “Udah, nggak usah ikut itu, percuma, kamu kalahan aja.” Menjadi: “Ayo, kamu pasti bisa! Kamu mampu! Berjuang! Mama ada di sini. Mendukung kamu!”
  • “Goblok! Matamu dimana, sih? Dibilang goblok nggak mau. Sana ambil!” Menjadi: “Lain kali, dicari yang bener. Nanti ke dokter, ya. Priksain mata kamu.”
  • “Kenapa kamu berbohong? Apa salahnya sih bicara langsung sama mama? Jangan pernah lagi kamu melakukan ini.” Menjadi: “Nak, Tuhan tau segala hal yang kita perbuat. Takutlah pada-Nya. Bicara sama mama masalah kamu. Terbuka. Mama cuma mau kamu jadi yang paling baik waktu kamu dewasa nanti.”

Bukankah lebih mudah?

Terakhir, Ridhoi setiap mimpinya. Percaya mereka mampu melakukannya. Dukunglah usahanya, doakan yang terbaik untuknya

Mereka… Mereka hanya ingin anda percaya. Mereka ingin anda yakin. Agar apapun yang mereka lakukan mendapat ridho orangtua dan akan bermanfaat bagi ke depannya. Sudah. Mereka hanya ingin itu. Karena setiap anak spesial. Mereka membahagiakan dengan cara yang berbeda, melalui bidang yang tak bisa ditentukan dari kacamata orangtua, bergantung pada kemampuan dan kreatifitas mereka masing-masing.

Tolong. Tolong terima segala hal yang anak anda miliki. Jika benar pengarahannya, tepat sasaran bakatnya, mengalir ridho dari anda… Niscaya, apapun yang ia lakukan sungguh berdampak besar hingga sampai pada tujuannya. Yakin. Percaya pada anak anda bahwa mereka mampu. Bukankah setiap orang memiliki kemampuan tersendiri yang tidak bisa disanding-sandingkan dengan yang lain?

Jika benar cara mendidik anda, tepat sasaran arahan yang diberi, juga teralir deras doa-doa untuknya, serta yakin akan setiap langkahnya… Pasti akan ada satu hari dimana semua orang bisa melihat anak anda berada tak tergapai di puncak kesuksesan yang tertinggi. Sungguh.

Terima Kasih,
Bagi anda para calon orangtua yang bersedia meluangkan waktunya membaca–apalagi–menerapkannya di kehidupan.
Beribu terima kasih dari kami–para remaja.

 

———————————————————
Seorang introvert, selalu luwes mengutarakan apapun yang dia mau dalam tulisan.
Alhamdulillah.  Semoga menginspirasi 🙂

Advertisements

30 thoughts on “Pesan Untuk Kalian, Orang Tua Masa Depan

  1. semang dg tulisan kakak yg ini 🙂 memang ka, ortu tidak boleh memaksakan minat pada anaknya, nanti mlh tertekan.. selama minatnya ke hal positif, dukunglah 🙂 satu yg penting, ortu jg lupa meluangkan waktunya untuk si anak, walau itu sedikit… itu betul2 kesempatan yg berharga bagi si anak..

      1. lupa. gara-gara sibuk kerja sampe lupa. nanti semester 7 baru gajuin. moga-moga diterima. moho doa dukungannya ya? kalo kuliah terbantu nanti ada dana buat ngeblog. hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s