Tidak Lagi Merupa Kita

Puisi

Melankoli menghampiri sekat.

Kamu dan aku tak lagi dekat.

Semua kembali seperti awal,

tidak bertegur sapa,

tidak saling lempar pandang,

tidak ada konstelasi merupa kenal.

Bukan., ini bukan suatu kesalahan,

juga bukan suatu kemuslihatan.

Dulu, sekali kita pernah berteman.

Setidaknya masih berinteraksi,

menghargai satu sama lain.

Juga berbagi tawa, canda, pemikiran,

tak terbangun dinding pembatas.

Tapi kini… Semua hilang.

Kandas. Tanpa bekas.

Hanya serangkum tanya terperangkap jiwa.

Yang terkadang meradang,

jua menuntut untuk dikeluarkan.

Tak ada lagi senyum, apalagi kilatan antusiasme.

Sesakkan diam, hening isi kepala,

menyisakan aku dan kamu tanpa ‘kita’

Lantas, kemana perginya? Kemana muaranya?

Hanya berpuing kecil melesak menjadi partikel tak kasat mata.

Atau yang biasa disebut memori.

Selaput tipis penyimpan ingatan jangka panjang,

manis, yang buat hati teriris miris.

Kenangan.

———————————————————–
Sidoarjo, 20 Mei 2013
Belajar nulis puisi spontan :mrgreen:

Advertisements

8 thoughts on “Tidak Lagi Merupa Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s