“Letting Go”

large (5)

Dear Venus yang tak pernah memupus…

Belakangan ini aku jarang, ya, menulis surat untukmu. Paling hanya sekedar coretan kata yang bertumpah-ruah dalam jurnal harianku. Memang sih, kesibukan dunia nyata ialah prioritas utama. Tapi masih saja ada rasa mengganjal saat aku belum mengabari kamu bagaimana hari-hariku. Emm, kamu tidak keberatan, bukan?

Nus, pernah kamu mendengar sebutan secret admirer? Atau orang-orang yang tergolong pengagum rahasia terhadap orang yang dicintai? Singkatnya mereka adalah sosok di balik bayang yang mencintai diam-diam lantaran terhimpit keadaan. Hingga mengantarkan diri bersembunyi di balik kelir bisu bermata sepuluh.

Tapi uniknya, mereka yang beraksi tanpa kata tersebut tak jarang mengalami kejadian aneh yang acap terngiang tanpa menghiraukan detik. Terekam impresi, penyejuk hati.

Masih bingung, Nus? Oke jadi gini.

Aneh adalah saat kita mulai menyadari ada sejumput hangat menyeruak perlahan ketika namanya tersebut. Aneh juga menelusupi diri tatkala suatu kejadian sederhana benar-benar memegang peran dalam perubahan hati. Aneh pun tak ketinggalan ketika sifat bekunya menohokkan harap, mengacaukan optimistik lalu membekas keropos. Aneh juga tak luput meledak tatkala kicauannya muncul di deret pertama linimasa twitter. Aneh adalah saat kita bisa merasakan debaran jantung sendiri ketika kita hanya baru saja menangkap sosoknya sekalipun dalam ramai.

Anehnya lagi, perasaan ini kuat. Sungguh mampu membuat kita berperilaku di luar nalar dan sarat manfaat jika kita mempergunakannya di jalan yang benar.

Aneh, bukan? Bagaimana bisa? Hanya satu landasannya; cinta.

Cinta. Satu kata yang mengajarkanku untuk rela. Agar ketika rasa itu tiba, yang tersisa hanya keikhlasan dan ketulusan untuk mendoakan yang ada. Bukankah keegoisan berujung pada ketidakmanjuran? Lantaran kita tidak bisa sewenang-wenang memaksakan perasaan ketika dalam realita belum tentu dia memiliki rasa yang sama. Inilah poin utama mengapa banyak orang memilih menjadi pengagum rahasia.

Karena saat kita rela, jiwa mulai meluruh ikhlas menghadapi kenyataan yang ada. Menerima, sesederhana itu.

Tapi tak mungkin.. Tak mungkin Tuhan mendatangkan seseorang tanpa sebab jika tidak memberikan manfaat  bagi kita. Apakah ia hanya memberi pelajaran atau mungkin berperan besar di masa depan. Rencana Yang Maha Khalik, siapa yang tahu?

Jelasnya, tak mungkin Tuhan membiarkan kita berlarut dalam kesedihan berkepanjangan. Jika memang mencintai, mengapa harus ditutup-tutupi? Toh, ini bukan kita yang minta. Perasaan datang sendiri. Tak pernah peduli mana fasa kehidupan yang terhampiri.

Ironi, sih, Nus. Yang bisa kita lakukan jika percaya dia memang berjodoh hanyalah berdoa. Memohon agar dia memiliki perasaan yang sama. Alih-alih merangkai kata penurun IQ penggalau hati, bukankah lebih baik menyiasati sisi positifnya? Sesungguhnya semua berarti, lho Nus. Termasuk orang yang mungkin hanya membekaskan luka dan perih. Tinggallah kita sebagai manusia yang diharuskan untuk memilih.

Jadi, jangan pernah mencoba mencintai jika tak siap merelakan. Karena jika kamu melakukannya dan tidak sesuai harapan, semua akan berakhir sia-sia. Berbeda dengan mereka, para secret admirer–orang-orang perela. Karena terbiasa untuk merelakan berarti yakin bahwa setiap kehilangan merupakan lembaran baru mendapatkan hal yang lebih baik lagi.

 

Kecup rindu,
Wanita yang berusaha untuk selalu teguh.

—————————————————————————-
Karena menjalin hubungan ‘dekat’ dengan lawan jenis berpotensi
menghilangkan berkah ketika telah menikah nanti. :mrgreen:

Advertisements

15 thoughts on ““Letting Go”

      1. sarat manfaat jika digunakan dijalan yg benar << ini pesan trakhir guru yang mewariskan pusaka ke muridnya
        *piss*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s