The Devil and Miss Prym

Iblis dan Miss Prym
Iblis dan Miss Prym

Judul: The Devil and Miss Prym
Penulis:
Paulo Coelho
Penerbit:
PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Cetakan ke-3 | Mei 2011
Ukuran:13.5 x 20 cm
Tebal: 256 halaman
ISBN: 978-979-22-6834-8
Rating Goodreads: 3.57/5
Rating saya: 3.75/5

Alkisah ada suatu desa terpencil bernama Viscos yang hanya memiliki tiga ruas jalan, 281 penduduk dan segelintir orang penting–pemilik hotel, pastor dan kepala desa. Desa ini benar-benar jauh dari modernisasi karena mereka hidup alami dan turis-turis yang berlibur ke sana bertujuan untuk mengagumi kehidupan tak tersentuh mereka. Orang-orang di sana juga melakukan perkerjaan yang sama dan berulang setiap hari dengan satu tujuan–yang sama pula; untuk membeli roti di tukang roti yang melewati desa mereka setiap pagi. Jadi silahkan dibayangkan desa primitif teralirkan PLN minim–nggak ada internet, yang memiliki hubungan dunia luar hanya dengan pedagang roti dan wilayahnya cuma terdiri dari tiga ruas jalan.

Nah, cerita dibuka dengan penggambaran seorang wanita paling tua–yang hidup di sana–bernama Berta yang kesehariannya duduk di pelataran rumah ‘menjaga’ desanya. Ada yang aneh pada hari itu. Karena saat itu pula ia sadar, tujuannya ‘menjaga’ desa sebentar lagi akan usai. Ia merasa ada jiwa-jiwa jahat yang mulai memasuki desanya yang menjelma sebagai musafir. Selebihnya musafir ini disebut ‘Orang Asing’ lantaran dia tidak memberikan nama aslinya ketika memesan kamar hotel selama satu minggu ke depan.

Lalu cerita berlanjut dengan fokus orang asing tersebut. Dia bertemu Chantal, anak muda satu-satunya yang tinggal di sana. Alur berubah agak lamban saat dia mengajak Chantal mengikutinya ke hutan dan menunjukkannya sesuatu berharga–yang bisa mengubah kehidupan Chantal. Di sini konflik langsung terbentuk. Orang asing tersebut dengan cerdiknya menghadapkan gadis desa itu pada dua pilihan; mencuri barang berharga tersebut untuk kepentingannya–dengan arti ia telah melanggar janji, atau mengabari warga desa bahwa ia mendapati sesuatu yang mampu menjamin kemakmuran desanya–dengan syarat, harus ada seseorang yang terbunuh?

Secara tidak langsung, Chantal telah berperan demi kepentingan bersama–sesuatu yang belum pernah dilakukannya. Saat itulah jahat dan baik meraupi dirinya. Tak pelak gadis itu dilanda perang batin dan tak jarang ia merasakan kegamangan memuncak tatkala memikirkan kedua masalah itu–dua hal yang sangat ingin dilihat oleh orang asing yang telah menjebak dirinya.

Lantas, hal apa yang sesungguhnya orang asing itu cari? Bagaimana nasib Chantal? Apa yang akan dia pilih; dirinya atau kepentingan desanya? Bagaimana keadaan Viscos dalam seminggu ke depannya? Baca sendiri kelanjutannya, keys 😉

“…Saya selalu percaya bahwa dalam kehidupan seseorang, seperti juga masyarakat, perubahan yang sangat besar justru terjadi dalam bingkai waktu yang teramat sempit.” –Paulo Coelho

“…Siapapun yang mencintai dengan harapan akan balas dicintai, hanya membuang-buang waktu saja.” (Hal: 222)

“…Baik dan jahat memiliki wajah yang sama; semua tergantung kapan mereka melintasi kehidupan manusia.” (Hal: 57)

“…Hanya orang-orang yang takut mengambil sikaplah yang berpura-pura memiliki jiwa yang murah hati. Jauh lebih mudah untuk percaya dirimu baik daripada mengkronfontasi orang lain dan berjuang mendapatkan hak-hakmu. Lebih mudah menelan makian dan tidak membalasnya, daripada balas melawan orang yang lebih kuat daripada dirimu. Kita bisa saja mengatakan kita tidak terluka oleh batu-batuan yang dilemparkan orang lain pada kita. Namun pada malam hari–di saat kita sendirian dan istri atau suami kita atau teman sekolah kita telah tertidur–diam-diam kita meratapi kepengecutan kita sendiri.” (Hal: 63)

“…Satu hal yang bisa kukatakan dengan pasti: hidup bisa terasa amat panjang atau sangat singkat, tergantung bagaimana kau menjalaninya.” (Hal:250)

Menandaskan karya Coelho hanya butuh enam jam bagi saya. Selain karena ceritanya mengalir, bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan yang sangat saya sukai, di sini Coelho banyak menyuntikkan kalimat-kalimat perenungan seperti yang telah saya cantumkan di atas. Hihi.

Well, ini kali pertama saya membaca novel karangan penulis kenamaan Brazil ini. ‘The Devil and Miss Prym’ ditulis tahun 2000 dan saya baru membacanya 13 tahun kemudian. (Bayangkan betapa terlambatnya saya tahu!) Kalau banyak orang bilang “Don’t judge the book by the cover,” yang saya lakukan ketika membeli buku ini malah “Judge it from the synopsis!” Karena alasan utama saya beli karena penasaran bagaimana maksud dari cerita keseluruhannya–dan baru bener-bener ngeh waktu sampai di titik terakhir 😆

Tapi ada satu yang nggak saya sukain di sini. Menurut saya, Om Coelho lebih banyak TELL daripada SHOW pada pembaca. Terlihat dominan sekali pada beberapa bab. Lalu deskripsi perang batin para pemeran harusnya bisa dieksplor lagi. Juga harusnya Om Coelho lebih banyak menyuntikkan konflik-konflik tak terduga yang lebih mengejutkan pembaca. Karena alurnya mudah ditebak banget. Meskipun begitu, buku ini bermanfaat banget dengan kata-kata pilihan Om Coelho yang bakal bikin kita terpekur sendiri. Dan salutnya buat tim Gramedia, tidak ada typo yang saya temukan pada buku ini. Namun saya harap, peng-intens-an kata ‘itu’ bisa dikurangi 🙂

Saya adalah orang yang tergolong jarang untuk membuat review buku semacam ini. Jadi bisa dibilang karya Coelho satu ini bener-bener berhasil bikin hati saya kebuka untuk melihat dunia dari sisi lain. Bravo, Om Coelho!

Advertisements

16 thoughts on “The Devil and Miss Prym

  1. penulis idolaku.. mb Tt udah baca beberapa bukunya.. Tidak ada yang tidak kusuka, semua tetap kental dengan indahnya kata dan pesan. Om Paulo, i love you.. Muaah…

    Di novel ini aku suka pembicaraan Ahab dan St Savin yang akhirnya mengubah hidup Ahab…
    “…tidak, tetapi… ” 🙂

    1. nanti saya sampaikan cium jauhnya kak 😉
      iya.. tapi saya mikir, itu Viscos beneran ada atau gimana ya kak?
      btw kkk udah baca yang mana aja? bisa saya jadikan refernsi :mrgreen:

      1. hihi…kk udah baca The Devil and Miss Prym, The Alchemist, Ksatria Cahaya, Veronica Decided to Die, By the river piedra i sat down and wept, apalagi ya…Eleven Minutes..lupa kk 🙂

      2. endak kok, versi Indonesianya.. Yg baca versi inggrisnya cuma yg The Alchemist, itu juga udah baca yg versi Indo dulu 😀

        Paling suka yang mana ya? Suka semua. Karya Paulo gak ada yang paling kusuka, semua punya kesukaan sendiri2 🙂

  2. Review bukunya sangat bagus Ruri. Walaupun kak Tra gak tahu review buku yang bagus itu kayak gimana. Wkwkw, peacsh.

    Blog mu makin keren saja, dengan adanya musik dan puisi. Kak Tra jadi suka. Meskipun awalnya kaget. Maklum volume NB kakak dalam status full saat membuka blogmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s