Urusan Perasaan

Urusan Perasaan
Urusan Perasaan

Hola Venus,

Bagaimana weekendmu kali ini? Sudahkah kau bersua dengan Mars? Senangkah kau menyapa bumi di sore tadi? Kabar baiknya, akhirnya aku melihatmu sore tadi. Kau membentuk secekung cemerlang putih di antara kumulus pastel, bukan? Yes!

Nus, akhir-akhir ini aku banyak berfikir tentang satu pernyataan ini: Kapan waktunya perasaan bisa menetap di satu pelabuhan hati? Contohnya saja: Kemarin bilang cinta setengah mati, hari ini benci bahkan memandang pun tak sudi; Atau ketika kemarin bersumpah tak akan menyukai si A namun sekarang malah terkewer-kewer mengejar cintanya. Kerap sekali kutemui kejadian macam ini, Nus. JikaΒ disimpulkan ternyata perasaan adalah hal absurd yang bisa membuat kita berperilaku tak terduga, ya.

Jujur, aku pernah melakukan hal itu. Menggalau-ria di salah satu jejaring sosial ketika bulan tiba lalu menjelma perempuan yang mencoba mengambil hikmah dari cinta tak terbalas beberapa minggu setelah itu. Itu dulu, jauh sebelum aku mengenalnya.

Orang berkata perasaan tidak akan berguna kalau tidak diungkapkan. Banyak kata-kata mutiara juga mengukirkan bahwa cinta sejati bisa datang kapan saja dan diperjuangkan. Tapi, kini aku bahkan tidak memikirkan kedua hal tersebut, Nus. Di hati hanya tersebut namanya, berpindah pada yang lain rasanya enggan, dan memantapkan batin meski tanpa ‘bukti’ tak pelak membuatku senang. Kami memang jarang berbicara. Barang lebih dari lima menit saja belum pernah. Namun kini ia menjelma hal biasa yang selalu ada.

Mencintai juga membuat kita dewasa, ya, Nus. Kini aku tahu bagaimana harusnya menyayangi seseorang. Dengan itu, akupun bisa terbebas dari kekang ‘penggalauan’ dan beralih pada aktivitas yang lebih bermanfaat.

Kalau mama sama papaku lebih aneh, lho, Nus. Mereka sudah saling mengenal sejak kecil dan memutuskan untuk menjalin hubungan lebih dari teman ketika mama duduk di bangku SMP kelas tiga. Hingga berlanjut sampai sekarang. Ajaib, bukan? Jika dibandingkan denganku mungkin ceritanya jauh berbeda. Tapi di sini pengukurnya bukan status, tapi hatinya, kesetiaannya.

Berdasarkan lengkungan di telapak tangan kiriku, aku diprediksi memiliki jodoh yang ‘jauh’ dan lebih mementingkan karir, Nus. Dihubungkan dengan realita, aku juga tidak terlalu menggebu terhadap jodoh dan tetek-bengeknya. Bukankah semua itu kuasa Tuhan?

Itulah mengapa menurutku tak pantas kita menularkan kegalauan lewat kicauan twitter, status facebook, ping Hello atau sebangsanya. Nyatanya banyak orang menyalah artikan hakiki cinta sendiri. Lantaran sesungguhnya, perasaan cinta menyalurkan energi positif yang luar biasa pada tubuh kita. Mampu memengaruhi kinerja kita dan suasana hati untuk bisa selalu bahagia setiap waktu. Lantas, mengapa harus mengekspresikan sisi negatifnya?

“Di dunia ini, banyak orang mencintai seseorang yang bahkan bicara dengannya langsung lebih dari 5 menit saja belum pernah. Itulah kenapa urusan perasaan itu disebut ‘gila.’ Mungkin termasuk kalian, bukan? Diam-duam memendam perasaan.

Tapi tidak mengapa.

Bersabarlah. Menunggu. Besok lusa, jika tiba waktunya, benar caranya dan berjodoh, kalian bisa menghabiskan 50 tahun bersamanya” -Tere Liye

Despedida, Venus!

————————————————————————
Sidoarjo, Β 14 April 2013
Teruntuk penggalau social media πŸ˜†

Advertisements

9 thoughts on “Urusan Perasaan

  1. galaunya nyastra banget ya ruri…suka bahasanya..
    itu kutipan tereliye dibuku yg mana ya?nggak prnah baca yang itu…
    eh salam kenal dr padang πŸ™‚ lupa mampir2 sudah nyerocos aja…

    1. mwehehe. hanya menyalurkan kegalauan biar ada manfaatnya, kak πŸ˜€
      itu kutipannya di FP Facebook tereliye kak. coba klik ke sana deh. banyak perenungannya πŸ™‚
      salam kenal kembali dari Sidoarjo. terima kasih sudah meninggalkan jejak, kak πŸ™‚

      1. ooo dr fb ya…kirain bukunya….:D
        klo fbnya udh lama di add kok..mngkin kelewatan kalimat yang satu ini πŸ™‚ keep writing ruri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s