Sesuatu Yang Mampu Membunuhku Perlahan

Sesuatu Yang Mampu Membunuhku Perlahan
Sesuatu Yang Mampu Membunuhku Perlahan

Tahu apa yang bisa membunuhku pelan-pelan?Β Saat aku kehilangan kepercayaan. Saat aku gagal atau tak teguh dalam mengambil keputusan hingga mengakibatkan sesuatu fatal terjadi.

Ketika makara terlanjur ada, tak ayal orang-orang mulai beranjak meninggalkanku. Mungkin terselubung dibalik pengendap-endapan atau bahkan terang-terangan lantaran memang tak lagi membutuhkan. Baik itu sosok yang dulu hanya memanfaatkanku, atau yang hanya kukenal sambil lalu sekalipun kerabat dekatku.

Tapi mereka tak dapat disalahkan pula. Itu hukum alam.

Manusia jelas berlomba-lomba untuk selalu bisa memenuhi kebutuhannya dengan memanfaatkan segala hal yang ada. Dan tentunya beringsut pergi saat hal itu mulai tak nampak menjanjikan lagi. Meninggalkan orang-orang yang mereka yakini dulu; membiarkan mereka terbengkalai tak berdaya dengan mengais reruntuhan kepercayaan di sekitarnya.

Ya, tanpa kepercayan dan keyakinan, semua terasa… Tak mungkin.

Mungkin berusaha untuk tampil beda adalah sesuatu hebat yang harus selalu kita tanamkan. Namun tidak dengan saat kita menentang Strict RulesΒ yang kaku dan otoriter. Semua itu malah bisa menimbulkan dampak-dampak negatif yang berujung pada hilangnya kepercayaan itu sendiri.

Tidak aku bukan bermaksud untuk menentang aturan yang ada. Aku cuma berusaha menjadi diriku sendiri. Aku hanya ingin bisa menunjukkan jalan berbeda yang bisa menuntunku untuk sukses dengan caraku sendiri. Cara yang kusukai. Cara yang membuatku hidup. Cara yang membuatku berarti. Cara yang butuh sebongkah kata percaya.

Benar, kini aku butuh mereka. Aku harus membuat mereka percaya lagi. Bukan suatu kesalahan bahwa gagal kerap menghampiri. Namun di sini, aku butuh tali itikad hati bahwa semua yang telah terjadi padaku adalah proses yang memang harus kulalui, yang menyertakan gagal pada salah satunya.

Aku bukan orang yang bisa menerima rasa gagal dengan lapang. Aku juga bukan orang yang uring-uringan bila gagal kerap menyua. Namun aku juga bukan orang yang cinta kegagalan. Aku memandang gagal dalam cara yang berbeda. Lebih terkonsen pada sesuatu di balik gagal itu sendiri.

Seorang pemenang memang harus siap kalah terlebih dahulu, bukan?

Tapi lagi-lagi aku tidak dapat memungkiri bahwa partikel tersukar dan termenakutkan dari kata ini adalah saat kita kehilangan kepercayaan. Saat motivasi juga hilang seiring hangusnya tali kekuatan itu. Saat kesuksesan dengan angan-angan besar dianggap terlalu muluk untuk direalisasikan.

Namun aku tak akan menyerah.

Aku butuh mereka. Aku butuh sosok yang mampu mendukungku karena tahu aku mampu. Aku butuh kepercayaan itu lagi. Aku tak ingin terbunuh perlahan. Aku ingin membuktikan bahwa semua kegagalan yang menyuaku berujung pada kesuksesan tanpa ujung. Dan aku yakin mampu melakukannya.

Demi sekotah jiwa yang hampir terhunus, maukah kamu mempercayaiku lagi?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Sidoarjo, 08 Maret 2013
Untuk mama, papa dan setiap orang yang pernah saya kecewakan πŸ™‚
dan ternyata.. saya memang butuh nulis untuk memenuhi panggilang hati :mrgreen:

Advertisements

26 thoughts on “Sesuatu Yang Mampu Membunuhku Perlahan

  1. untuk menjadi diri sendiri dengan cara yang agak beda memang perlu perjuangan ka… namun tentu saja kita mesti berusaha, agar menjadi diri sendiri, meraih sukses dengan jalan kita.. πŸ™‚
    sama ka, kita perlu sosok yang mendukung kita karena tahu kita mampu.. kita jg ingin semua kegagalan yang menimpa, menguji diri menjadi kesuksesan tanpa batas! tanpa ujung… πŸ™‚
    oke ka… selamat menulis untuk memenuhi panggilan hati πŸ™‚
    panggilan hati yang positif, tentu mesti dilaksanakan.. πŸ™‚

    1. tuhkan, gamaaang lagii πŸ˜› kayanya aku harus bikin yang lain biar kakak moveon ke yang baru πŸ˜†
      iya kaak, tapi kalo ditentang ortu agak susah jadinya. mwehehhe

  2. nah, kak, i just wondering about: apakah berusaha menjadi diri sendiri, menjadikan diri lebih baik, walaupun cara kita nantinya akan berbeda dengan aturan yg ada, bisa disebut melanggar aturan? πŸ™‚
    apa ada aturan pasti yg mengatur menjadi diri sendiri yg baik? *ribetsumpahbahasanya xDv hihi

    1. sama sekali nggak melanggar aturan, sejauh itu nggak membahayakan orang πŸ™‚ yang penting kan kita asik-asik aja ngejalaninnya dan juga harus berguna buat sesama XD *halah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s