Dua Hati

Jatuh di 2 Hati
Jatuh di 2 Hati

Kau. Kau hadir mengisi hari. Kau beriku makna berarti. Kau melayang mampir menelusuk mimpi. Kau mengiang selalu dalam hati.

Jujur, aku tak pernah berfikir bahwa sosokmu akan menjadi sedemikian  pentingnya pada awal tahunku menjadi murid sekolah menengah atas. Dulu, kuhanya menganggapmu sebagai lelaki rupawan penuh ambisi yang selalu memotivasi.  Namun sekarang, semua itu seolah beralih. Berubah parah menjadi sesuatu yang bahkan tak pernah terfikir olehku kemarin. Realita tak masuk akal yang nyatanya terjadi padaku. Hal tak terprediksi itu ialah..

Hanya dengan memandang wajahmu dan mengalpha keberadaanmu telah membuat suasana hatiku berubah baik-bahkan lebih bersemangat ketimbang sebelumnya.

Sebutlah aku semaumu. Lebay. Alay. Melankolis. Gila. Apapun. Karena memang itu perasaanku. Karena rasa itu kualami. Karena hal itu bukan sekedar fatamorgana remaja SMA. Bahkan, karena gejolak itu membuatku tergugah tuk berbagi cerita ini.

Kau tak pernah bermaksud memberi semua yang telah kudapati. Kau selalu terbang tinggi tanpa pernah berkeinginan tuk mengajari. Namun manikku selalu menangkapmu. Membingkaimu dalam memori indah yang selau kuputar di malam hari. Berharap bisa terbang tinggi dan bersanding denganmu suatu hari nanti.

Tapi hidup, tak akan pernah sesederhana seperti yang telah kita kira.

Mungkin aku mendabamu, memujimu, mengagumimu, menyebut namamu dalam hati kecilku.. Tapi jelasnya, aku tak pernah tahu bagaimana pandanganmu terhadapku. Karena kau beri setanggap respon serupa pada seluruh gadis yang kau ketahui. Karena kau beriku potongan-potongan puzzle yang bahkan tak kuyakini tuk kau tujukan kepadaku. Karena kejelasan itu bahkan belum kau akui.

Di tengah kebingunganku mencari jawab, mendadak Dia datang.

Dia. Sesosok lelaki baik yang dengan tulusnya memberi hati padaku. Sefigur pria muda yang perhatikanku setiap waktu. Seorang pemuda humoris yang telah mengakui keseriusannya terhadapku. Sesosok remaja lelaki berlesung pipit yang fikirkanku setiap hari.

Sebelumnya, aku tak pernah memiliki perasaan khusus terhadap Dia. Terhadap Dia yang keseriusannya kuremehkan di awal. Terhadap Dia yang hanya kuanggap sebagai kawan biasa. Terhadap Dia yang dengan sabarnya menungguku tuk berpaling darimu.

Walaupun begitu, pada akhirnya akupun mencoba tuk beralih. Mencoba tuk memahami. Mencoba tuk mecinta lagi. Mencoba tuk menumbuhkan perasaan tulus ini.

Namun detik ini aku sadar… Aku mendua. Ambigu itu masih ada. Perasaan lama itu masih belum bisa terpatahkan. Menancapkan kasih kuat yang tertanam amat dalam. Sedangkan perasaan baru ini mulai bersemi indah.  Tumbuh perlahan dengan keyakinan hati. Memberiku harapan pada kebahagiaan abadi.

Aku tahu. Aku sangat mengerti bahwa seseorang tak bisa memiliki dua perasaan sekaligus. Bahwa seseorang tak boleh jatuh di dua hati. Bahwa seseorang harus menetapkan kasih pada satu hati.

Tapi apa yang bisa kuperbuat? Aku tak pernah menginginkan ini sebelumnya. Rasa demi rasa itu ada dan tumbuh alami tanpa kukendali. Mengantarku pada dua pilihan penting yang menyita sebagian perhatianku tuk memutuskan mana paling baik yang harus kulakukan. Hingga kini, aku masih mencari. Aku masih belum memilih. Aku masih berdiam diri di antara perasaan-perasaan ini.

Akupun hanya bisa menghadapi.. Menerima dengan segenap hati bahwa aku memang jatuh di dua hati.

————–

NB : Hanya sebuah pengakuan dari perasaan yang terpendam 🙂 pic from my camera and edited @pic monkey.
maaf ya kawan wordpie kalo saya sekarang jarang jalanjalan ke rumah kaliaan. bales komenpun saya juga enggak sempaat. maaf sekali maaf. peer membelit saya tanpa henti >.< InsyaAllah deh mingguminggu ini bakal ngepost something yg lebih penting dari kaya ginian 😆

Advertisements

15 thoughts on “Dua Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s