#WriterChallange Day1 – Sincerely, I Love You

  • Nama Author : Ruri Alifia Ramadhani -> @rurimadanii
  • Judul                : Sincerely, I Love You
  • Tema                : Ketulusan
  • Genre               : Teen, Romance
  • Length             : 928 words
  • P.S                    : Cerita ini dibuat dalam rangka untuk berpartisipasi di Projek-nya Kak Teguh Puja berupa #WriterChallange. Cerita ini saya dedikasikan untuk teman sekelas SMA saya, Keycko Pradana Salsabila dan Alghea Miftahana. Maaf mengambil nama kalian tanpa izin kawan *kesempatan ngeksis loh tapi :mrgreen:* Semoga Ghe-Ko cepet jadian dan saya dikasi PJ*Pajak Jadian* 😆
Keycko Pradana Salsabila - Alghea Miftahana
Keycko Pradana Salsabila – Alghea Miftahana

ENJOY READING♥

=======================================================================

sincerely, i love you #WriterChallange - Taman Pelangi Surabaya
sincerely, i love you #WriterChallange – Taman Pelangi Surabaya (credit to: google.co.id)

Taman Pelangi Surabaya pukul delapan malam lewat lima puluh menit. Tak terasa, malam kian melarut. Pakaianpun makin kusut. Namun, kedua pemuda-pemudia yang terduduk di pinggiran kolam itu tak jua pulang merunut. Seolah masih ada keharusan yang harus mereka tuntut.

Si gadis terduduk dengan raut muka tak sabar. Bibirnya terus berceloteh panjang meributkan hal sama yang sedari tadi mereka tunggu, “…Dan hal yang paling aku sebel dari dia, itu pas kemarin. Jelas-jelas dia udah aku kasih sinyal, udah aku sayang-sayang, udah aku perhatiin, kenapa engga sadar juga? Terus dua hari yang lalu….” Lalu iapun bercuap lagi. Tanpa henti. Seolah tak sadar bahwa lelaki yang kini tengah memotret pemandangan taman di sana tak berpijak di bumi.

Meskipun diperlakukan sedemikian rupa, lelaki gundul itu tetap mendengarkan. Seperti waktu lalu, ketika gadis berambut hitam sebahu itu membahas topik serupa, ia akan melakukan hal yang sama. Memberikan tanggapan sekedarnya dan lebih memilih menjadi pendengar yang setia.

Merasa tak dipedulikan, si gadis berseru kesal.. “Keycko, kamu dengerin aku engga, sih?” dengan suasana hati yang makin buruk. Lelaki yang bernama Keycko itupun menoleh. Menghetikan aktivitas bidik-membidiknya, menghela nafas besar dan beranjak mendekati si gadis dengan seutas senyum ketegaran yang asing bagi gadis tersebut.

“Aku dengerin kok.” Sahutnya pendek. Memang benar, ia mendengarkan. Lebih tepatnya, Keycko selalu mendengar segala keluh-kesah gerangan di sampingnya kapanpun gadis itu merasa kecewa. Sebuah kesetiaan yang seakan mengikat Keycko sebagai seorang sahabat bahwa ia memang harus selalu ada bagi gadis itu bagaimanapun kondisinya.

“Keycko..” Seru gadis itu sedikit gusar tepat saat Keycko mengarahkan mata lensa ke wajahnya. Lelaki itu menyeringai. Walaupun tengah merengut, gadis itu masih nampak ayu dalam bidikannya. Dengan seraut wajah kekesalan anak kecil yang membungkus mukanya.

Keycko menghembuskan nafas besar. Ia kulaikan SLR di atas pahanya lalu menatap sosok mungil di sisinya dengan sesungging senyum tegar. “Alghea Miftahana, do you really love him?” Tanyanya hati-hati.

Gadis bernama Ghea itupun sontak menjawab, “Of course, I do. Kalau engga sayang aku engga mungkin-lah bela-belain nunggu dia di sini. What a stupid question you asked to me.

Keycko kembali meringis. “Sekalipun dia kesini nanti tanpa rasa sayang ke kamu?”

“Kamu kenapa sih? Kalau dia nanti akhirnya datang, pastinya dia sayang aku-lah. Untuk apa aku kasih perhatian lebih ke dia, baik-baikin dia, belain dia kalau engga–”

“Kalau dia engga sayang balik sama kamu, gitu?” Tukas Keycko memotong kalimat Ghea tiba-tiba. Sebuah ucapan yang memang akan Ghea ujarkan tuk melengkapi kata-katanya tadi. Mendadak, ia terdiam. Menyorot kedua manik lelaki di sampingnya dengan binar kebimbangan. “Ghe, apa yang kamu lakuin belum pantas dikatakan ‘sayang.'” Sambung Keycko lagi. Sontak Ghea tercenung. Matanya memicing bingung. “‘Sayang’ itu butuh ketulusan, Ghe. Semua butuh ketulusan. Ketulusan untuk mecintai tanpa ingin meminta kembali. Karena tulus, membuat kamu sanggup melakukan apapun demi hal yang kamu perjuangkan, tanpa dipinta sekalipun.”

Gadis di samping Keycko termenung. Ia benar-benar mencerna kata demi kalimat lelaki itu dengan sangat baik. Hatinya terketuk. Batinnya sadar. Dirinya malu. Singkatnya, ia menyesal.

Kemudian lelaki itu menengadahkan kepalanya ke langit seraya menambahkan.. “Tak terkecuali jomblo-jomblo yang mengagumi crush-nya diam-diam. Sekalipun mereka jatuh cinta sendiri, jangan pernah main-main sama perasaan mereka, deh Ghe. Karena tanpa bisa kamu mengerti, jomblo itu bahkan punya perasaan yang lebih dalam dan tulus sama seseorang yang disayangnya sembunyi-sembunyi. Mereka memang engga nunjukin rasanya terang-terangan, tapi bukan berarti mereka engga peduli. Engga kamu mintapun mereka pasti akan selalu ada buat crush-nya. Semua itu karena ketulusan. Melakukan segala sesuatunya dengan hati, tanpa meminta apapun kembali dengan selalu mengharap yang terbaik bagi si doi, setiap hari.” Tutur Keycko panjang lebar mengungkap fakta yang telah lama ia pendam sedari dulu. Penjelasan tersirat tentang perasaan yang terus-menerus ia tahan semenjak mengenal gadis ayu ini.

Tepat saat lelaki gundul itu menyelesaikan kalimatnya, mendadak keheningan menyelimuti suasana mereka. Lagi, Ghea bungkam. Hatinya bak terketuk menelaah setiap rangkaian huruf yang terlontar oleh sahabat dekatnya. Merasa tak berdaya, akhirnya ia ikut menengadah langit malam penuh bintang dalam kebisuan paling berarti yang pernah ia rasakan dalam hidup. Ia masih mencoba mengerti sekaligus menerima dalam kediam-diaman ini.

“Ironi ya?” Tanya Keycko kembali bersuara mencairkan suasana. Tak beralasan, tiba-tiba lelaki itu terkikik pelan. Sangat berbeda dengan gadis yang masih terdiam di sampingnya. Pahit, ia coba tuk menerima di antara celah-celah penyesalan yang masih hinggap dalam hatinya. Merasa kecanggungan ini harus berakhir, Keyckopun berujar.. “Telepon gih, Ben-”

“Kalau gitu, kenapa kamu mau nemenin aku nunggu sesuatu yang engga aku lakuin dengan tulus di sini? Bukannya kamu ada janji sama Laras?” Potong Ghea tiba-tiba. Dalam benaknya kini terputar film berisi bingkai demi bingkai kenangannya bersama sahabat lelaki terdekatnya ini. Aneh. Ia sungguh merasa bersalah tatkala teriang oleh segala perjuangan tulus yang Keycko lakukan untuknya. Detik itu juga ia menyadari kebodohannya menyadari keterlambatan hal ini.

Dua rangkai pertanyaan yang terucap dari bibir seorang Ghea sontak membuat hati lelaki itu berdebar-debar. Matanya membesar. Punggungnya menegang. Penantiannya akan momen ini, akhirnya datang juga. Momen dimana ia harus jujur akan perasaannya. Momen dimana persahabatan dan rasa cinta itu dipertaruhkan. Momen penentuan dimana akan ada akhir pahit ataukah awal yang bahagia.

Kini Keycko tak bisa lari lagi dan-lagi ia tak mau. Ia siap. Siap menerima semua kemungkinan yang akan terjadi. Di samping itu ia telah berjanji. Janji untuk selalu jujur pada Ghea sebagai sahabatnya dan tentunya untuk dirinya sendiri. Ia telah berikrar hati dan semua harus ia tepati.

Lelaki itu lalu menghembuskan nafas besar, menatap lurus kedua bola mata Ghea, menggamit jemarinya, menggenggamnya perlahan, dan berkata.. “Because, sincerely I love you and I wanna make sure you keep okay all the time.

~END OF THIS STORY~

Advertisements

24 thoughts on “#WriterChallange Day1 – Sincerely, I Love You

  1. akhh. ceritanya so sweet..

    dan beneran semoga mereka benar-benar jadian untuk tulus melakukan apapun tanpa diminta. 😉

    dek, next time kita duet yuuuk mau ndak? hihihihi.

    1. makasih kaak, tapi masih banyak yang harus diperbaikin tuh setelah saya baca ulang.__.v

      amiin kak amiin :mrgreen:

      loh kak.. tulisan saya masih abalabal gini entar njomplang loh tulisannya.__.

      1. Ceritanya so sweet kok rur. Aku trharuuu :’)

        Ndak rek. Aku cukup forever alone saja :”’)

  2. Hi Ruri, Just wanna wish you “Selamat Hari Aidil Fitri” in advance. Have a great day and thanks for visiting “Have A Dream.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s