Jatuh Cinta Sendiri

“mencegah rasa kasih itu tumbuh nyatanya sakit lantaran bagian paling tulus dari diri kita tak bisa dipaksa berpura” -Ruri Alifia R

“Perasaan suka itu anugerah. Alhamdulillah kan kalau masih bisa ngerasain itu. Nggak ada yang salah kalau kita ‘suka’ seseorang. Jalani aja. Lagain rasanya nggak kita minta kan? Itu tumbuh sendiri tanpa kita sadari sebelumnya.” -Nabila Khoiru Nisa @yelyeahlalak

Sebut saja dia lelaki. Hah, memang nyatanya ialah lawan jenis yang nanti kan mendampingiku hingga penghujung senja. Kau bisa menganggapku tertarik padanya di ceritaku kali ini. Betapa tidak, tak mungkin kan ku rela meluangkan waktu tuk mengetikkan kata demi kata dari interpretasi hati kalau nyatanya ia bukan orang spesial di hidupku? Ya, singkatnya begitu.

Aku baru mengenalnya. Bahkan hari dimana kami saling berkontak lisan masih bisa dihitung dengan jari. Namun kuakui, kutelah memperhatikannya sejak ia bahkan tak memberikan pandangan lurusnya padaku. Dan kini aku sangat bersyukur telah diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa dengan bernaungnya ia di kelas yang sama denganku. Alhamdulillah.

Ia sempurna. Bukan, sebenarnya ia tidak amat ‘sempurna’ karena rangkaian huruf itu hanya Tuhan yang memiliki. Tapi ia baik hati, humoris dan lagi-lagi.. Ia punya senyum yang manis. Seraut muka bocah balita menghiasi wajahnya tatkala cekungan bahagia itu muncul di bibirnya. Apalagi saat kerutan di setiap sudut bibirnya tercipta saat ia tergelak. Ya Tuhan, aku benar-benar bisa merasakan detik-detikku berjalan lambat saat itu juga.

Pertama, aku sungguh melarang diri sendiri tuk mengaguminya lebih dalam. Lantaran aku takut jatuh pada orang yang salah lagi. Namun aku salah. Semakin kutahan, perasaan itu kian membuncah hingga ku sadar kini aku bukan lagi mengaguminya. Melainkan menginginkannya. Benar, tanpa melakukan apapun lelaki itu berhasil buatku jatuh dalam manik tenangnya.

Karena mencegah rasa kasih itu tumbuh sama saja membunuh perasaan kita sendiri. Sakit karena nyatanya hal tertulus dari dalam diri tak bisa dipaksa berpura.

Sebelum aku bisa bertindak lebih jauh lagi, kendala mendadak menghampiri. Jujur, aku tak pernah berfikir untuk memberikan pertanda khusus padanya karena aku sadar bahwa masih ada seorang wanita yang masih pantas mendapatkannya daripada diriku.

Klise, namun memang itulah yang terjadi.

Aku sangat bertolak-belakang dengannya dan kami seolah terbentangkan oleh jarak panjang tak berbatas hingga meraihnya saja mungkin kutak bisa.

“Dia nggak akan berpaling dari kamu kok. Tenang aja.” Pada akhirnya, setiap kali ekspresi mukanya silih berganti dalam benakku, kalimat seseorang di tasa mendengung lama dalam gendang telingaku.

Rupanya ia sudah ada yang punya.

Tak perlu dipertanyakan bagaimana bisa, karena memang seorang lelaki sejenisnya pasti butuh seorang perempuan yang sama sempurna dengan dirinya.

Lalu bagaimana dengan nasibku?

Hah, sudah jelas sekali, bukan. Bahwa aku adalah seorang yang selalu jatuh cinta sendiri. Hmm, miris. Tapi aku memang tak punya cukup modal tuk hanya bisa ‘dekat’ dengan seorang lelaki.

Apalagi lelaki sepertinya.

Karena seorang lelaki, tak akan berteman dengan seorang wanita apabila tujuan awalnya kalau bukan ingin memilikinya.

Lantas apa yang harus kulakukan?

Keadaan seperti ini seolah menjadi langganan di kehidupan romansaku. Di saat pertama memanglah sakit rasanya menerima cinta yang tak akan pernah berbalas ini. Namun seorang sahabatku selalu meyakinkanku untuk tetap mempertahankannya. Meski iapun tahu bahwa aku tak akan pernah mendapat manisnya berhubungan istimewa dengan laki-laki. Karena ia selalu menegaskan bahwa..

Perasaan ini bukan kita yang meminta. Ini tumbuh alami dan merupakan salah satu anugrah yang harus disyukuri.

Karena bagaimanapun.. Lebih baik sakit hati ketimbang tak pernah mencoba merasakan indahnya jatuh cinta sama sekali.

 

Karena sakit hati adalah pertanda bahwa kita telah sungguh tulus menyintanya.

 

Karena cinta tulus dari hati memang tak harus memiliki.

 

Jika menjadi temanmu sanggup membuat jarak antara kita terenggakan, aku merelakan itu meskipun pada awalnya aku tahu bahwa perasaan ini harus kukorbankan lagi.

Tuk kesekian kalinya.

———————————————————————-

HAI KAWAN WORDPIEE !!

aaah, saya kangeeeeeeeeeeen ! sungguh kangeeeeeeeeeeeeen !

sebelumnya terima kasih sudah mensupport saya di postingan lalu yaah kawan-kawan tua tercinta sayaaβ™₯

hilang beberapa saat bikin saya menggalau sesaat ternyata(?) huahahah, soalnya tulisan di atas aneeh siih. entah mengapa tiba-tiba kepikiran mau posting sesuatu seperti itu. *padahal masih ada draft yang lebih penting ketimbang roman picisan di atas-__-*

sebetulnya, saya mau cerita banyak ! tapi keadaan nggak memungkinkan sih. warnet rumah udah nggak bisa dipake. alhasil saya sampe jam segini masih di luar rumah ngenet buat ngerjain PR *aduh ini alasan bangeeet*

hueheheh ! pokoknya rangkaian kalimat di atas buat seseorang deh. seseorang yang selalu saya stalking tiap hari. seseorang yang… hmm.. ya gitu lah.

agak nggak penting sih, tapi saya ketik aja buat pemanasan nulis lagi. ini nggak pake edit. lagi males soalnya-__- maaf kalau jelek hasilnyaa T.T saya masih belum sempat berkunjung balik ke rumah kawan sekalian, astagaaa. SMA benar-benar menyitaaa ! tapi nggak apa lah, ini salah satu bentuk perjuanganβ™₯

AAAH, SUNGGUH SAYA BENER-BENER KANGEN NULISSSSSSSSSSSSSSSSSS !!

Advertisements

16 thoughts on “Jatuh Cinta Sendiri

  1. Mencintai seseorang secara diam-diam…hehe aku juga pernah rur, dua kali malah. Dan bukan waktu yang singkat lebih dari tiga tahun aku memendam rasa. Dinikmati saja, waktu yang akan membuktikan. Kalau jodoh, suatu saat yang kita cintai akan balik mencintai kita. Kalau bukan jodoh, waktu juga yang akan menghilangkan rasa kita terhadapnya. Aku udah dua kali ngalamin. Yang satu sekarang udah lenyap dari otakku. Yang satu dulu pernah lenyap, tapi sekarang nyantol lagi. Dan kamu tahu apa yang terjadi? ternyata dia juga memendam rasa terhadapku selama aku memendam rasa terhadapnya.hihihi mau tau ceritanya? nih kunjungin aja blognya, tapi sampai saat ini kita masih berteman aja sih πŸ˜› Ini dia tulisan yang dia buat untuk aku,,hihi http://profalfi.wordpress.com/2012/06/11/bada-9-tahun/
    Jadi panjang gini komennya. Waktu yang akan menuntun kamu pada cinta sejati rur. Yang penting nikmati aja setiap prosesnya dan selalu jadi lebih baik πŸ™‚

    1. kak, komennya memotivasi deh beneeerr :mrgeen: aah, saya jadi nggak terlalu kepikiran tentang cintacintaan garagara kakak niiih πŸ˜›
      makasih lho kak sudah mau berbagi ceritaaaa πŸ˜‰
      yaap, saya pasti akan menikmati setiap prosesnya tuk menjadi lebih baik kak ! semangat kaaaak :mrgreen:

  2. Ruri : AAAH, SUNGGUH SAYA BENER-BENER KANGEN NULISSSSSSSSSSSSSSSSSS !!
    cumakatkata: iya keliatan tu tulisannya ampe 15 meter gtu…..
    semangat, lanjutkaaaaaaaaaaaaan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s