#15HariNgeblogFF2 – 10th – Aku Kembali

#15HariNgeblogFF2 - 10th - Aku Kembali
#15HariNgeblogFF2 – 10th – Aku Kembali

Bagaimana kondisimu sekarang? Sehatkah? Bahagiakah?
Apa kau masih mengingatku? Kekasihmu yang dua tahun lalu meninggalkanmu?
Apa kau masih sering bertandang kemari? Ke bangunan tua di jantung kota pahlawan ini?
Shandy.. Banyak sekali yang ingin kupertanyakan padamu.

Shan, aku kembali. Aku telah berada di sini. Di depan gedung bangunan zaman penjajahan Belanda, tempat kita bertemu tuk pertama kali. Kau tahu? Aku telah menunggu hari ini sejak lama. Sejak aku meninggalkanmu. Sejak kita berpisah.

Kiranya sudah 2 tahun-kah? Ya, selama tujuh ratus tiga puluh hari itu aku merindumu. Selama seratus empat minggu itu aku mencemaskanmu. Selama dua puluh empat bulan itu aku tak tahu kabarmu. Selama itu pula, hatiku seolah terkikis pelan hari demi harinya.

Mungkin aku tak meninggalkan satupun kabar untukmu. Tapi aku tahu.. Bahwa kau pemegang teguh kesetiaan di anatara janji-janji yang kita buat. Bahwa kau masih menungguku atas dasar kepercayaanmu terhadapku.  Bahwa aku yakin.. Kau masih mencintaiku layaknya dulu.

Surabaya masih sepanas dulu, ya Shan? Matahari seakan tak kenal lelah memancarkan sinar hidup kita di tanah Kupang ini. Membuat kita yang selalu menjabat sebagai turis backpaker berpeluh-peluh menjelajahi kota padat ini. Ah, aku jadi ingin kembali ke masa dulu, Shan. Saat kita masih bebas-bebeasnya menjadi remaja yang dimabuk cinta. Cinta suci yang akan selalu terjaga abadi.

Jalanan di depan gedung ini masih tetap ramai, ya Shan? Tapi ruas pejalan kaki di depan gedung ini nampak sepi oleh pejalan kaki. Seperti sekarang, aku berdiri sendiri tanpa orang yang menemani. Pemikiran kita tetap benar.. Bahwa pemukim kota pahlawan ini akan terus mengandalkan kendaraan dalam keseharian mereka. Berbeda seperti kita yang berperilaku anti polusi dengan berjalan kaki. Hmm, itu berarti pengunjung langganan gedung ini tetap kita ya, Shan?

Jam tanganku hampir membentuk pukul duabelas, Shan. Sekitar satu jam lebih aku menunggumu. Aneh. Kamu tak pernah datang setelat ini. Atau, dua tahun waktu yang kau lalui tanpaku membuatmu banyak berubah? Namun, sebesar apapun perubahanmu.. Firasatku mengatakan kau akan selalu berkunjung kemari. Ke sini. Jam berapapun. Setiap hari.

Seakan menjawab pertanyaanku, sayup-sayup kudengar suara perempuan berceloteh. Detik itu juga aku menyadari bahwa itu suara seseorang yang kini kunanti. Akhirnya, ia datang juga. Buru-buru kusembunyikan diriku di balik pilar tuk mengejutkannya.

Yo pasti ne se… Yawis-yawis, cepetan mreneo…. Okeoke.. Yuuk…

Tuhan.. Seseorang yang menghadap membelakangi tempatku bersembunyi itu benar Shandy. Ia masih sama seperti dulu. Kulit sawo matangnya.. Rambut hitam panjangnya.. Cara berpakaiannya.. Tak berubah. Seolah baru kemarin aku bertemu dengannya saking tak adanya perubahan signifikan yang terjadi pada dirinya.

Oke, ini kesempatan besar. Aku harus memanggilnya. Ia harus tahu aku kembali untuknya.

“Shandy?” Panggilku pelan. Seketika wanita muda yang sebelumnya berkutat dengan telefon genggamnya itu diam. Beberapa detik kemudian baru ia tolehkan kepalanya mengarah ke tempatku berdiri. Dan aku.. Mendapati keterkejutan dan kesedihan yang tersirat alami pada wajah manisnya. Ya Tuhan.. Parasnyapun masih ayu seperti dulu.

Tepat saat manik kami bertemu, kesedihan itu seakan kandas dengan tersunggingnya senyum lebar dari bibir tipisnya. Senyumnya.. Senyum yang masih dan akan selalu kusuka.

“Kau datang?” Tanyanya dengan kebahagiaan yang tak dapat ia tutupi dari mukanya. Aku mengangguk semangat. Lalu merentangkan tanganku tuk memberinya sebuah pelukan hangat. Dan ia tertawa lepas melihatku berperilaku seperti itu. Ah.. Tawa yang selalu membayangiku di dua tahun terakhir ini akhirnya kulihat juga. Oh Shandy, aku sungguh merindukanmu.

Kemudian ia berlari menghambur ke arahku dengan antusias. Saat ia berada tepat di depanku, kudekap tubuh mungilnya erat tapi ternyata…

Ia tak memelukku. Bahkan ia menembusku layaknya aku tak ada. Hey, apa maksudnya ini? “Shandy, apa mak-”

“Aku menepati janjiku, kan?” Ucapanku terhenti kala kumelihat Shandy dalam pelukan laki-laki lain. Mengapa bisa.. Shandy, aku di sini! Lihatlah aku! “Mengapa tadi wajahmu-?”

“Aku teringat Harry, Liam.. Entah mengapa aku sekan mendengar suaranya memanggilku.” Sontak aku kaget dengan jawabannya.

“Oh ayolah. Kau masih teringat dia? Harry sudah tenang di sana sejak dua tahun lalu. Mungkin kau hanya berhalusinasi saja.”

Apa? Apa maksud semua ini? Mengapa tubuhku transparan? Mengapa Shandy tak bisa melihatku? Mengapa lelaki itu bicara begitu? Hey, aku di sini! Harry di sini!

Sial! Aku benar-benar tak habis fikir dengan apa yang menimpaku kini. Jadi aku..

“Kau tahu Liam? Aku akan selalu teringat akan dia.”

Shandy.. Maafkan aku. Aku akan selalu di sini. Aku kembali untukmu. Aku kembali..

~END~

words count : 700

fufufu, yang atas aneeeh ! nggak tahu lagi deh. diksinya kacau. kehabisan ide. kehabisan waktu. ARGGGGH ! sepertinya saya terancam nggak nulis untuk sisa 5 hari ke depannya deh. besok saya matrikulasiiiii w(‘A’w) sampek 2 juli w(‘A’w) entahlah, yang penting udah ngirim cerpen buat lomba yang bikin penundaan cerita-cerita ini. wml♥

kritiknyaa silahkan kalo sempat membaca FF abalabal saya♥

Advertisements

22 thoughts on “#15HariNgeblogFF2 – 10th – Aku Kembali

      1. udah donk 😀 bagus ya ruri bisa buat cerita gitu kalau pun maksa pkoknya udah kaya baca2 novel gitu aja deh crita 😉 keep posting sista 😀

  1. diksi kan memang sulit di cari yang pas nya Rur. Yang penting kan ceritanya dulu. Tatah bahasa, pilihan kata, ntar juga biasa dengan sendirinya…
    Semangat!!

      1. iyaah bener jugak. tapi emang bener lho kak, menyemangati orang meskipun setengah hati atau nggak niat itu berarti banget bagi orang yang disemangatin.__. ayo kita sebarkan semangat kita kak :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s