selalu setuju sama yang kakak cantik ini tulisin di blog nya :))

The Daily Journal

Banyak yang bilang bahwa cinta yang sempurna adalah cinta yang tak mengharap balasan. Mencintai tanpa memiliki.

Tapi, benarkah begitu? Apakah benar cinta semurni itu?

Rasanya tidak.

Aku manusia. Kamu manusia. Manusia pada dasarnya egois. Manusia ingin memiliki. Dan konsep cinta yang seperti itu rasanya nggak relevan.

Cinta harus memiliki. Kalau nggak bisa memiliki lebih baik pindah ke lain hati.

Katanya manusia diciptakan untuk hidup berpasangan. Kalau kita hanya terpaku kepada hati yang bahkan nggak menginginkan kita, lalu apa? Tetap mencintai tanpa dicintai gitu? Terus hidup sendiri gitu?

Maju saja. Berjalan perlahan, tengok setiap sisi jalan. Mungkin saja calon pasanganmu sudah menunggu di salah satu sisi jalan. Menunggumu membawa belahan hatinya yang ‘mungkin’ sudah tersimpan di bagian tubuhmu entah di mana. Hati, jantung, paru-paru, bahkan otak, you name it.

Itu lebih baik daripada harus memikirkannya yang tak lagi ada. Itu lebih baik daripada harus mencintai tanpa balas.

Mencintai memang menyenangkan. Tapi…

View original post 14 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s