Another Cinderella Story? Maybe…

another cinderella story? maybe

Senin. Monday. Oh bukan, Mon(ster)Day. Begitulah aku menyebut hari senin. Tapi entah mengapa hari senin selalu buatku semangat.Yah, semangat melihat sekolahku, bertemu temanku dan tentunya.. semangat menimbun bekal masa depanku. Untuk sebagian-bahkan mungkin seluruh- remaja, bagian yang terindah di hari Senin adalah bertemu teman. Teman, sahabat bahkan mungkin pacar. Sementara untuk diriku yang masih jomblo ini.. kategori terakhir mungkin tak dihitung.

Jadi, tepatnya pukul 08.00 yang merupakan mata pelajarannya Pak Arief-guru Agamaku- aku yang kala waktu itu membagikan buku catatan mengelilingi kelas tak sengaja menangkap bayangan 2 orang yang berjalan melintasi kelasku melalui kaca jendela. Sekilas bisa dilihat 2 orang yang tingginya tak terlalu jauh itu adalah guru dan yang satunya.. Murid? Aku tak pernah melihatnya. Dengan rambut kribonya itu entah mengapa batinku tertarik untuk melihat makhluk itu lebih jelas. Dan ya, itu kulakukan. Selepas membagikan buku, cepat-cepat aku menyobek kertas kosong di buku, meremasnya dan meminta izin pada guruku untuk keluar kelas. Tepatnya meminta izin untuk melihat cowok kribo itu. Haha!

Pintu kubuka pelan. Aku membuang sampah dan kutolehkan kepalaku ke kiri-ke arah jalannya tadi. Benar, ia kribo. Ukuran kribo yang terdefinisi atas kriting pendek untuk ukuran seorang lelaki. Ia mengenakan jaket merah, tas hitam dan celana biru panjang-sama seperti murid laki-laki lain. Dan ia.. menggunakan kacamata! Hell. Entah mengapa, kenyataan yang ternyata bahwa ia berkacamata.. itu membuatku ‘tertarik.’ Apa? Tertarik? Bahkan aku baru saja melihatnya! Dan secepat itu aku menyimpulkan bahwa.. aku tertarik? Pertanda apa itu! Aku, seorang cupu yang tergolong rajin adalah wanita yang nggak percaya sama yang namanya ‘Love at The First Sight.’ Shit with that. Kenyataan bahwa tubuh fisikku yang nggak bisa menarik lelaki, mungkin jadi salah satu faktor kenapa aku bisa nggak percaya sama yang namanya begituan. Perlu diingat, EHEM. Aku belum pernah pacaran. Kenapa? Simpel aja, belum ada satupun cowok yang ngedeketin aku. Miris ya? Melihat temenku yang gonta-ganti pacar, gonta-ganti gebetan, gonta-ganti brondong sedangkan aku? Kudekati saja mungkin para kaum adam itu langsung ngaciir. Haha. Aku sadar kok, nggak punya bakat di bidang begituan. Luluran saja mungkin hanya kulakukan sekali seminggu. Itu sikap yang mencerminkan nggak peduli sama penampilan, kan? Yaudah, simplenya aku gitu.

Setelah manik hitam milikku puas melihatnya -sebenarnya, tidak bisa dibilang puas. Karena aku hanya melihatnya dalam hitungan detik dan ia memasuki kelasnya- aku kembali ke kelas dengan perasaan yang.. aneh. Ya, bisa disebut aneh. Aneh karena entah mengapa setelah melihat manusia kribo itu moodku menjadi benar-benar membaik! Haha!

“Murid baru ya?” tanya Dina lirih yang saat itu.. ia tepat duduk di belakang kursiku.

“Ehem. Hayo kamu suka yaaaa?” candaku padanya.

“Hah? Baru lihat kalek-_–” Dan Pak Arief memulai ceramahnya…..

–SKIP–

Singkat cerita manusia kribo itu sudah bersekolah selama kurang lebih 2 minggu di sekolahku. Dan ia terlihat bisa menyesuaikan diri dengan cepat di kelasnya. Sama sepertiku dulu. Ya, perlu diingat aku adalah murid pindahan kelas 7 semester 2. Yang membuatku sedikit lebih bahagia pada hari itu.. haha! si segi empat bermuda-temanku-yang mengerjaiku.

“Heey! Sepatuku manaa?” Teriakku ke seantero kelas. Siang-siang bolong begini, masih aja jail ngumpetin sepatu. YaAllah konco-ku! Mana panas lagi. Dan panas adalah salah satu faktor yang membuatku malas mencari satu sepatuku yang hilang itu. Tiba-tiba, Lalak, Echak, Palupi dan Ratri mendekatiku. Menatapku misterius dan menggeretku keluar kelas.

“Ikut kami yook, Rur!” Kata Echak buka suara. Tanpa dikomando, mereka berempat langsung menggiringku.

“Iyaa, kami mau nunjukin tempat dimana sepatumu beradaaa!” Tambah Ratri.

“Iya, sepatunya Mbak Cinderella..” Enyek Palupi. Sedangkan Lalak.. dia cuma mengangguk-angguk seperti badut yang senyum paksanya terlampau lebar-bahkan lebih lebar dari mukanya- sambil mengatakan “Iya, He’e he’e.” Ya itu karena dia teman smsanku. Dan bisa dibilang kami sudah dekat waktu itu. Tapi nggak sedekat hubungan kami yang sekarang.

“Heee, maksudmu lhoo! Nggak usah pake begini-begini dooong. Kalian mau bawa aku kemana?” Dan ternyata, mereka membawaku ke kelas 93. Kelasnya lelaki kribo itu. Sejenak aku meronta. “Hee, ngapain ke sini see?”

“Ya itu kita ke pangeranmuu”

“Yang ngebawain sepatumuu”

“Tuhkan udah nyampe niih”

“Iya. He’e he’e”

“***I! Cinderella mu dateeeng!” What a …. ? Yaampun! itu sangat memalukan kawan! sepatuku….. Sepatuku berada di atas mejanya! Tertutupi jaket merahnya! Bisa kamu bayangin betapa malunya aku? perlu diingat.. Kala waktu itu, perasaanku kepadanya belum sebesar perasaanku sekarang. Sebentar, mana dia? Oh ya, dia udah ngacir duluan keluar nggampar Iid yang ngejekin dia sama aku. Cepat-cepat kuambil sepatuku. Untungnya, anak kelas 93 sedang sibuk sendiri ketika kejadian ‘penggiringan’ itu terjadi. Oh God. Thanks for saving me.

“Kenapa harus ***I se? Kalian kok jeleeeek! Aku maluuu!”

“Halaaah kamu suka aja lhoooo”

“Dia anak baru kamu anak baru, cocok kaaan”

“Dia kacamataan kamu kacamataan, cocok kaaan”

“Iya. He’e he’e.”

“Kan kami juga udah janji nyariin cowok kan? Yaudah, kamu sama diaa!”

“Whatthe….?”

Tragedi Cinderella. Haha. Hari itu kubenarkan suatu quotes yang kutahu dari sahabatku :

Cinderella proof that a new pair of shoes can change your life.

Dan sejak saat itu.. cerita-cerita lain tentangnya bermunculan di keseharianku. Menarik perhatianku dan setidaknya, membuatku melupakan kegalauan akan seseorang yang mungkin tak akan pernah mengaggap perasaanku.
Terima Kasih Tuan Lensa. Terima kasih karena telah hadir ‘begitu saja’ di hidupku.

Advertisements

6 thoughts on “Another Cinderella Story? Maybe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s