Cody Love Story – It’s More Than Love (4)

  • nama author : Ruri Alifia Ramadhani –> @rurimadanii
  • Main cast : Cody Simpson, Billy Unger, Kylie Jenner, Alli Simpson
  • Title : Cody Simpson Love Story-It’s More Than Love
  • Rating : T
  • Genre : Romance, Action

PART IV


“Thanks Cod,” kata Lalak tersnyum paksa. Cody lagi ngulet ngelurusin punggungnnya nih.

“Eh, nih kalo encok tanggung jawab yah.”

“Ya maap, salahmu tadi ngga ngebiarin aku jalan sendiri,” jawab Lalak BM. Ya, Lalak masih bingung-lah dengan perkataan-perkataan dari Kylie dan Cody.

“Dan membuat diriku sendiri khawatir kalo-kalo kamu jatuh dari tangga? Hey, your leg is my fault!”

“No-no, it’s not your fault at all.”

“Geezh, you still in the bad mood? Oh, C’mon!” Kata Cody sambil mengacak-ngacak rambut Lalak. Karena mood Lalak bener-bener buruk, dia langsung ninggalin Cody. Tiba-tiba Cody memegang tangan kiri Lalak buat mencegahnya.

“What?” jawab Lalak dengan muka kusut dan BM yang bikin mukanya tambah ancuuur-__-

“You’ll do casting with that.. face?” Tanya Cody heran. Muka Lalak emang bener-bener berantakan habis nangis tadi. Lalak ngga bereaksi. Dia diem aja kayak patung. Cody gemes. Tiba-tiba ia menarik tangan Lalak dan mengajaknya ke suatu tenpat.

“Where are we going to now?”

“Toilet.” Jawab Cody datar. Mereka udah sampai di toilet. Bahkan di dalam toilet. Masalahnya, itu toilet wanita-__- Cody melepaskan genggamannya. “Look at your face now.” Lalak yang sedari tadi diem aja melihat ke kaca.

“OMG! IS IT REAL MEEE?! I’m so freakin ugly ><” Lalak shock. Matanya aneh, hidungnya merah, dan badly-nya upilnya kelihataaaan.

“So, do you know what will you do now?” Tanya Cody. Tiba-tiba Lalak menggeret Cody keluar dan menyuruhnya menunggu di luar.

“Waiting outside the lines yah Cod!” Cody nggak menjawab. Dia cuma duduk sambil merenungkan sesuatu. Sesuatu yang dia fikirkan sejak kemarin. and that’s bothering him little. Setelah 5 menitan, Lalak keluar dengan muka berseri. And now, she is ready for casting!

“I’m ready for casting Cod! Let’s goo!” Lalu Cody mencegat tangan Lalak lagi. “Apa lagi?” Tiba-tiba Cody mendekat dan menatap Lalak penuh arti. Matanya bener-bener meneduhkan. Lalak bener-bener kehipnotis sekarang. And now, Lalak just realized that he liked Cody’s eye. Tiba-tiba, Cody melepas pensil tusukan kondean Lalak. Ya, sedari tadi pagi rambut Lalak dikonde. Dan sekarang, rambut Lalak tergerai bebas

“I think, you look better now. Prettier. Let’s go!” Lalak sadar dimana dia sekarang. Lalak baru sadar ia punya pengharapan lebih ke Cody. Dan Lalak sadar, cuma ia yang merasakan itu.

*Lak, ngga boleh gini. Kamu cewek kuat! Dia Cuma nganggep kamu temen! Udah buktiin sekarang semua yang kamu bisa! Life must go on girls!* Katanya dalam hati.

“What are you waiting for? Let’s go!” Dan lagi-lagi Cody menarik tangan Lalak. Mereka berlari cepat menuju ke auditorium, tempat casting berlangsung. Ketika masuk auditorium, Lalak bertemu dengan Kylie lagi. Suasana bener-bener ramai. Oh, ternyata ada Billy and the gank jugak di sana. Dia berharap banget Kylie nggak ngeliat dia sekaraang. But shitly, dia walking on her way to them. Di sisi lain, Lalak ngelihat Luce lagi diuji sama Mr. Amri. *better if I go to Lucie now* batin Lalak. Saat Kylie udah ngga berada jauh dari mereka, Lalak memutukan untuk meninggalkan Cody. Lagi-lagi tangan besar Cody mencegat tangan kirinya.

“Where’d you go now?” Lalak yang ngga sadar kalo Cody bakal ngelakuin itu Cuma njawab..

“Eum, eum, Lucie.” Jawabnya datar. Dan kyliepun mendekat.

“Oh.” Dengan salah tingkah Cody melepaskan tangannya. Suasana jadi awkward deh. Yaudah, Lalak langsung melenggang pergi ke Lucie ngasi dia support.

“Hi, Cod.” Sapa Kylie ramah. Cody hanya melemparkan senyuman kepadanya. “Where have you been? Everyone has ready to look your performance!”

“My performance? Wdy mean?” Cody bingung.

“Oh, so Mr. Amri said that you roled as prince officially.” Kata Kylie bahagia.

“How can?”

“It’s because you’re new stud with biggest charisma here.” Gombal Kylie.

“Stop it, Ky. I know you’re lying.” Kata Cody mengacak-ngacak rambut Kylie. Lalu Billy and the gank menghampiri mereka berdua.

“Hi Cody, Hi Kylie.” Sapa Billy and the gank serempak. *bayangin-bayangin!*

“Bingo! Why can’t I lied to you huh?” Cody hanya tertawa kecil. Ia mencari-cari dimana Lalak. Dan ternyataa, Lalak lagi dicasting di atas panggung ternyata!

“So, Nabila. What role you want to play?” Mr. Amri memulai casting.

“I think I want all role, but I want Cinderella especially.” Kata Lalak jujur. Mr. Amri pun mengangguk.

“So, if you want it. Show me your melankolis feeling in this script.” Lalak maju untuk mengambilnya dan membacanya dengan cepat. Kemudian ia melihat Mr. amri dan mengangguk. Kemudian, Mr. Amri memberi aba-aba lewat tangannya. ‘3..2..1.. Ok’

“Jadi.. kamu bener-bener menghilang? Menghilang di antara berlusin-lusin lembar kenangan yang terpatri rapi di hatiku?..” Suara Lalak menggelegar di seluruh auditorium. Semuanya terdiam. Tersanjung akan opening casting Lalak.

“… Mengapa? Mengapa kamu datang seenaknya dan pergi tanpa berpamitaan?! Kamu fikir aku siapa? Kamu fikir aku bakal nggak khawatir? I totally feelin curious now!..” Lalak makin berekspresi. Bahkan ia mengeluarkan air matanya yang tadi belum keluar. Lalak makin semangat. Ia maju dari sisi panggung kanan ke kiri. Tapi tiba-tiba *sroook!* dan itu mengundang gelak tawa dari murid-murid yang melihat.

“…Where are you now, dude? Where are you now, babe? I can’t help it. Do you know the feeling? Feeling that I’m lost you?…” Lalak menghipnotis semua calon pemain drama. Ia memandangi mata mereka satu-persatu. Tak terkecuali Cody, yang membalasnya dengan senyuman semangatnyaah. Lalak bersiap! Ini dialog terakhirnya.

“…Luka. Hurt. Membekas di sini..” Lalak memukul-mukul dadanya denagn mimik super-duper sedihnya. “Thank you.” Lalak menyudahi castingnya. Ia membungkuk dan menghapus jejak air matanya.

*Clap from Cody* Ya, Lalak bisa melihat cody menjadi orang pertama yang memberinya tepuk-tangan. Kemudian diikuti yang lain. Muka Lalak bersemu merah. Dia selalu begini kalo bakatnya yang terdalam dipuji orang.

“Okay Ms. Nabila Khoiru. I’ll note your name in my brain now. Fabulous!” puji Mr. Amri. Lalu Lalak menuruni tangga dan berjalan menuju Lucie.

“Great casting! I damnly loveeeed it!” peluk Lucie ke Lalak.

“Thank you. You’re awesome too babe.”

“No, you more!” Lalak dan Lucie tertawa berbarengan. Lalu tiba-tiba Cody, Kylie sama Billy and the gank menghampiri mereka. JLEB! Mata biru Cody bener-bener menatap lurus Lalak. Dan ya, dia terhipnotis lagi.

“What a great performance, Lak! You should be the Cinderella!” Puji Billy ke Lalak.

“Ohyeah, and now it’s Cody’s turn.” Kata Campbell.

“I can feel it! I can feel it!” teriak Jake.

“feel whaat?” Kylie jutek.

“Feel that you both will role the main character.” Kata Jake yang bikin Lalak tersipu maluu. Dan untuk kesekian kalinya, Lalak melihat mata Cody masih tertuju ke Lalak. and that feels so meanly and quietly.

“Ya, it’s my turn. Wish me luck!” Kata Cody ke semuanya tapi cuma Lalak yang dia liat-__- at least, Cody nepukin rambutmu lembut dan berbisik sesuatu ke kamu. (ini nih bisikannya : you should clap for me in firstly and loudly) Lalak Cuma nge-punch Cody setelah membisikkannya gitu. Setelahnya Lalak tersenyum-senyum sendiri.

“Wooy!” Lucie membuyarkan lamunan Lalak.

“Yess? J)” Jawabnya dengan senyum bahagiaaaah.

“I know it now..” kata Lucie tersenyum misterius.

“Knowing about what? O.o” Lalu mata Lucie berpindah dari Cody ke Lalak, Cody ke Lalak. Lalu Lalak menggeleng keras.

“Yaya, whatever you said-__-”

“Look! Your cheek become red XD uwaaa, co cweeet!” Lucie memanasmanasi Lalak.

“Stop it Lucee!”

“So, you want to roling the Prince, don’t you?”  Tanya Mr. amri yang sekarang lagi ngasting Cody.

“Ya, you have good guess, sir.”

“Okay. Because you are newbie here and has many talents to support you in theatre, I’ll give the role to you. Ada yang tidak setuju dengan usulan saya?” Tanya Mr. Amri ke murid-murid lain yang ada di auditorium. Nggak ada yang menjawab. Lalu tiba-tiba ada suara clapping hand kecil yang memecah keheningan itu. Ya, it’s Lalak’s clap. Lalu tepukan disambung oleh anak-anak lain dan jadilah gemuruh tepuk tangan besar di auditorium.

“Thank you sir,” kata Cody ke Mr. Amri. Lalu ia melihat Lalak dan tersenyum kepadanya.

—–SKIP—–

Cody sama Lalak sekarang berda di gerbang sekolah. Mereka mau beli material buat chemistry-project mereka.

“So, our destinantion is…” Cody mengulangi apa yang Lalak ucapkan.

“Fremont street, and Edison street.” Lalak menjelaskan balik.

“Only 2 streets?”

“But many shops Codyy!”

“Yaaya, got it. Let’s go!” Lalak sama Cody jalan meninggalkan sekolah menuju halte bus deket jalan raya. And guess what? There are so many people queueing there!

“Waa, there are so many people today, Cod-__-” keluh Lalak ke Cody.

“Emang biasanya gimana coba?”

“Rame tapi nggak serame inih .__. Kita terancam nggak dapet bis kalo gini ceritanya.”

“Nggak. Dapet kok tenang aja.” Sembari menunggu, Lalak sama Cody berdiri di salah satu sisi halte. Ketika mereka menunggu, entah mengapa kayaknya mereka ngga pernah kehabisan bahan ceritaa. Tapi hari itu Lalak masih BM sih. Jadi Cody must make the rest of her day now :3

“Cod, aku iri sama kamu deeh. Langsung dapet peran begituuh-__-”

“Heey, nggak usah gitu doong. You’re such like an actress on the stage just now!” Lalak cemberut.

CKREEEK!

Tiba-tiba Iphone Cody mengabadikan momen itu. Momen dimana mulut Lalak cemberuut.

“Codyy!” sebelum Lalak teriak Cody udah duluan ngacir ke sisi halte yang lain. Mau nggak mau Lalak ngejar Cody.

“WUAHAHAH” Cody tertawa melihat hasil jepretannya itu.

“Stop it! Stop it! Delete! Deleeeete!” Kata Lalak sambil menarik baju Cody. Dengan cepat ia rebut Iphone Cody dan melihat mukanya di situ. Nggak urung, Lalak juga ketawa ngelihat fotonya sendiri.

“Uh, finally you smile!” Lalak tersentak. Dengan cepat ia melihat muka Cody. Dan ia menemukan senyum khs dari bibir tipisnya mengarah padanya. Cody bener-bener penuh kejutan. Tiba-tiba Lalak merasakan sakit di dadanya. *Remember Lak, he doesn’t give you such a hope. He just consider you as friend.* Lalu Lalak tersenyum paksa dan menunduk lagi melihat Iphone Cody. Pada saat itu juga bis yang akan mereka tumpangi datang. Dengan cepat Cody mengajak Lalak buat naik bis.

“Let’s go, Lak! Hurry up!” one thing that Cody forget, kaki Lalak masih sakit. Dengan mengumpulkan tenaganya dan mengatur balik moodnya, ia mulai ngantri di belakang Cody. Ketika mengantri, Lalak membenarkan sandalnya dan lalu, ia mendapati Cody nggak ada di depannya.

“Go forward, girl.” Bisik Cody ketelinga Lalak. Huuh, syukurlah Cody ada. Lalak kira dia udah ngacir kemana nggak peduliin dia. Dengan cepat Lalak berusaha berlari menuju ke bis. Dengan hati-hati ia menaiki tangga bis, tapi tiba-tiba..

BUUK!

Keseimbangan Lalak goyah(?) ada seseorang yang menariknya dari belakang and safely, Cody menangkapnya. Untuk kesekian kalinya, Lalak bisa menatap dekat mata biru Cody. Mata yang meneduhkan bagi jiwanya, yang merindukan seoarang saudara laki-laki di hatinya. Saudara? Mungkin Lalak ingin lebih dari itu.

“Are you okay?” dengan cepat Lalak bangkit dan secepat itu pula, Cody marah dan mencengkram tangan si penubruk Lalak. Oh, ternyata ia seorang laki-laki paruh baya dengan wajah sangar yang mengenakan pakaian semi-formal untuk pekerja kantoran. Mau nggak mau, antrian di belakang Lalak tadi nggak naik-naik ke bis dan itu membuat supir bis kaget juga, sehingga ia nggak menjalankan bisnya.

“What is your prob, sir?” Tanya Cody tajam ke Bapak itu.

“Oh, I don’t have prob with you. I just wanna go to my destination with bus.” Katanya dengan tenang.

“But, don’t you know about etica?”

“Absoloutely know.”

“And, don’t you know about queue?”

“Ya, I know.”

“So, why don’t you wait for your turn behind us? Beside that, you falled down my friend without said excuse me or sorry or..”

“Hey kids, I’m in hurry to my office now.. And I think your gf is okay right? So there are no prob between us now.”

“Hey, don’t try to run away.”

“I don’t. oh well, look at all of you. It’s just misunderstanding. I’m sorry guys. Have a nice Friday!” Kata bapak itu kepada calon penumpang sama penumpang bis yang ngeliatin mereka sedari tadi.

BOOG!!

“WOOH!” teriak para penonton-penonton nggak resmi itu melihat apa yang dilakukan Cody.

“Cody!” Lalak berseru. Ia kaget, mengapa respon Cody sampai seperti ini. Bapak tadi jatuh tereungkur. Ya. Cody meninju  pipi bapak tadi sampai keliatan ungungu gitu.

“What a fuckin kid!” Umpat bapak tadi. Mata Cody udah penuh emosi sekarang. Cody bersiap mangambil ancang-ancang untuk meninju bapak tadi tiba-tiba, Lalak berlari menhannya.

“Stop it! Stop Cood!” Kata Lalak sambil tangan kanannya memegang pergelangan tangan Cody, dan tangan kirinya memegang jaket Cody. “I’m okay, see? Just let him go.” Kata Lalak menenangkan Cody. Mata birunya masih menatap lurus Bapak tadi. Dengan mukanya yang sedikit memerah menahan amarah.

“You have to pay it, kids!” Kata bapak tadi ngacir dari mereka tanpa ngomong apa-apa lagi.

—–SKIP—–

“Thank you, Cod.” Kata Lalak malu-malu selepas mereka turun dari bis di Jalan Fremont. Ketika menunngu di bis, suasana bener-bener awkward. Cody masih meredam emosinya sedangkan Lalak harus berpura-pura menahan sakit di kakinya supaya Cody nggak semakin emosi lagi.

“People like him have to given lesson(?)”

“But, I think it’s too exaggerate, Cod. Look? I’m fine.”

“Look at your leg! I saw it stumbled on road when he pulled you.”

“Luckily, I can walk, can’t I?”

“Don’t lie. I know you hold that wound.” Ya, meskipun emosi Cody tetap memperhatikan Lalak selama di bis.

“You looked like my father Cod, thanks.” Ucap Lalak ke Cody sambil tersenyum.

“Do you miss him now?” Tanya Cody perhatian. Lalak mengangguk lemah. “This. Feel free to use my phone.” Kata Cody menyodorkan Iphonenya ke Lalak.  Lalak nggak menyambut Iphone Cody.

“Can it call someone in heaven?” Tanya Lalak. Cody kaget mendengar ini. Ya, ini tersirat di mukanya.

“I’m sorry to hear that, Lak.” Kata Cody menepuk-nepuk kepala Lalak. Sejenak, Lalak merasakan kehangatan dari tangan itu.  Kehangatan seorang saudara laki-laki yang ia rindukan selama ini. Saudara? Mm.. mungkin Lalak ingin lebih.

“No Prob,” Lalak tersenyum.

“Heeey! Look at you both! It’s such like coincidence, right?” Kata Kylie yang tiba-tiba aja ada di tengah mereka-__- Muka Cody sama Lalak langsung bingung bin kaget nih ngeliat Kylie yang tiba-tiba aja muncul di tengah-tengah mereka. Sejenak, mereka berhenti berjalan.

“What are you doing here, Ky?” Tanya Cody heran.

“Nothing, just walking maybe. Hey, we should stay walk, guys. Don’t get stuck in the middle of many people, especially in LA.” Akhirnya mereka berjalan. Dan sekarang posisi udah berubah. Kylie di tengah ngelingkarin tangan Cody, Cody di samping kanannya sedangkan Lalak di samping kirinya. Bias ditebak kan apa yang terjadi?

“Hey, that’s odd!” Kata Cody ke Kylie.

“I’m the queen of odd! Hey, when do we take photoshoot together again? I wait for it!” Kata Kylie.

“Euum, I dunno. You must be bored if it happens Ky.”

“Why? Why should I bored? And bla bla blaaa,” they are just talking-talking-talking consider there is no Lalak beside them. Emang tujuan Kylie begitu siih. Mau nggak mau Cody harus ngeladenin Kylie. Gimana nggak? Ceritanya, manager mereka kerjasama laah, kolaborasi gitu. Kylie terjun di dunia singing, while Cody try for his luck in modeling. Just like that. And noow, Lalak harus ndepipis(?) dari mereka karena hatinya udah mulai panaas.  Sebenernya bukan keinginan Lalak siih. Tapi, kakinya juga nggak mendukung dia buat jalan cepet kayak Cody sama Kylie. Sebenernya, tanpa diketahuin Lalak Cody itu ngelihatin Lalak terus. Bahkan sebenrnya, Cody nggak begitu konsenterasi sama apa yang diomongin Kylie.

“Hey, just tell me Alli’s secret!” Kata Kylie masih aja ngedumeeel. Cody berhenti di depan toko yang ramainya minta ampun. Jadi, seenggaknya butuh perjuanagna buat masuk ke toko itu dimana orang masuk-keluar nggak ada habisnya.

“Actually, where do you go?” Tanya Kylie yang nggak digubris Cody. Cody lagi ngelihat Lalak yang jalannya di belakang mereka. Ketika Lalak juga melihat Cody, dia member aba-aba acungan jempol untuk menyuruhnya masuk duluan. “Hey, Lalak said this is the shop! So, what are you waiting for Cody? Let’s go inside!” Kata Kylue menarik tangan Cody. Maksud hati mau nungguin Lalak, tapi Kylie ngancurin semuanyah.__.

“Ooh, look at them. Leave me? Oh shit, don’t think kind of things like that Lak.” Kata Lalak ngerasani sendiri. Sesampainya di depan took tersebut, Lalak bingung. “Ini nih, tokonya? That’s so crowd!” Lalak memulai ancang-ancang untuk menerobos masuk, tapi tiba-tibaa.. BAAAM! Tubuhnya terpental keluar(?) nggak terpental juga maksudnya, dia didorong gitu sama cowok berbadan gede yang mau masuk situ juga. “I’m not giving up!” lalu Lalak mulai masuk lagi daaan… BUUUM! Tubuhnya didorong lagi oleh bapak-bapak. Seems like there is someone pranked her. Lalak tries her 3rd chance. Aaaand.. when she start to breaking through the crowd of people, there is hand, big hand hold her hand and making her out from that crowded. Angel’s hand maybe? But, that’s hand is big. And its wrist wears bracelet like someone Lalak know. And that hand feels so warm when it touched Lalak’s. Ya, Lalak wants to feeling such like this any longer. But, she knows that she can’t.

“Why didn’t you ask me to wait just now?” That is Cody’s hand. Ya, ini kali pertamanya tangan Lalak bertaut erat dengan Cody. Hangat. Erat. Dan itu membuat salah satu organ dalam tubuhnya loncat-loncat kesenangan.

“Eum, I just..”

“Kalo kakimu keinjek orang lagi gimana? Kalo kamu kepental orang gimana? Kalo kamu tiba-tiba pingsan gimana?” Tanya Cody khawatir dengan nada sedikit membentak ke Lalak. Tangan mereka masih. Membagi setiap kehangatan yang mereka punya.

“Sorry, but I ..”

“Just forget it.” Cody akhirnya mendamaikan suasana(?) dan melepaskan tangannya dari Lalak.

“Hey, guys. I should be homey soon. Kendall calls me there are some interview for me this night. Byebye!” Kata Kylie dengan nada sok manis di depan mereka berdua. Honestly, Kylie pengen kabur dari momen-momen seperti ini. Cause, her heart feels little pain looking Cody gives such attention to someone else. Not her. Cody hanya melemparkan senyum memaksa ke Kylie, begitu juga Lalak. Sepeninggal Kylie, atmosfernya masih awkward. Lalak feels something different in Cody today. Yaa, Lalak berfikir kalau Cody udah over ke-care-an-nyah. Membuatnya merasakan something special. Padahal dirinya tahu kalau dia nggak boleh merasakan sesuatu yg seperti itu. Sesuai dengan perkataan Kylie. Sadar akan ke-over-an-nya, Cody jadi bingung sendiri.

“What are we going to buy?” Tanya Cody memecah keheningan. Dia udah ngga kuat diam-diaman sama Lalak.

“Euum, many sih. Tahu, Teh, Tempe, Terong, Pindang, Pete, sama Duren#gludak. ”

“That’s many, Lalak.__.”

“I’ve told you just now-__-”

“Nevermind deh. Let’s searching them!” mereka menjelajahi semua barang di took itu. Sebenernya lebih cocok disebut supermarket siih-__- setelah mendapatkan apa yang mereka dapat dan membayarnya, mereka mkeluar dan menunggu di halte bus untuk pergi ke destination mereka selanjutnya. Ya, Edison street.

“Do you have sister or brother, Lak?” Cody membuka pembicaraan.

“Euum, I don’t. Aku Cuma satusatunya anak kesayangan ortu kuu.”

“Sounds interesting B)”

“Kok bisa interesting? Tahu nggak sih, kalo di rumah itu aku Cuma bisa ngplo doang pantengin laptop, cause there is no someone that I can prank for-__-”

“Haha, you are true. Having such brother and sister make my life perfect.” Kata Cody ngece.

“Zzzz.. hope I have such an elder brother, Cod.”

“You can consider me like that if you want.”

“Pardon?”

“How about bf? Do you have one?” Cody membicarakan sesuatu yang lain. Ya, menurut Lalak tadi dia mengatakaan ‘consider me like that?’ like elder bro? batinnya sendiri.

“No, I’m still holy woman O:)” Kata Lalak dengan pose muka yang diimut-imutin.

“Cuiih :p” Cody nyengir.

“Hey, it’s my turn! You’re asking too much Cod-__-”

“Yayay, asking everything you want B) I’m feel such you’re professional journalist now. Haha!”

“Okay. I’ll ask you everything :p”

“I wait it then :p”

“Since when you become a singer?”

“13 maybe”

“Oooh, udah lama dong yaaah.__. Have you hold concert in Indonesia?” Pertanyaan ini bikin Cody memberhentikan jalannya. Ia mentapa Lalak lurus. Bikin Lalak jadi bingung sendiri.

“Ya, when I’m 13 too,” sejenak Lalak merasakan something in past crossing in her mind now~

“Ooh, Lucky you! Still remembering your under 13’s memories.”

“So, you get amnesia at 13?” Cody balik bertanya.

“Remember, it’s my turn too ask :p” Kata Lalak tersenyum jahil. Mereka kembali jalan.

“Hemhem, whatever you said-__-”

“Ahaha! Look at your face! That’s soo funny Cood!” Kata Lalak sambil nyubit pipi Cody #loh.

“Am I funny? Am I odd? Wheeeeek :p” niih mukanya kaya gini niiih >> XDDD 

“Muahahah! Let’s change the topic! It sounds more private. And you have to answer all!”

“Yeyeyee”

“Do you take a bath at night?”

“Sometimes :p”

“Kemproh :p”

“Biarin :p Seems like so do you :p”

“I’m not! :p Next question! Do you change your socks everyday?”

“Once :p”

“Whoot!?! Nggilani pek :p Kalo Kylie tiba-tiba nyium bau kakimu gimana? Hayo, skak mat luuh :p”

“Kylie? Emang dia ada hubungan apa sama aku?”

“Kylie said that..” Lalak menghentikan omongannya. Cody memandangnya.

“Listen, I’m just her friend. Yaa, maybe when I’m fifteen I never do that :p” Kata Cody.

“And.. now?”

“Nothing happens. I’m just her friend.”

“Oh..” Lalak speechless. Bingung mau percaya apa nggak. “After Kylie.. do you have someone you like? Or.. maybe you love?” Lalak meneruskan pertanyaanya.  Cody berfikir sebentar.

“Maybe, I have one that I consider as my sister. Because.. I don’t know what the feeling is. But, I just wanna to see her smiling at me everyday. Cause I know, I’ve hurted her.” Jawab Cody daleeem. Lalak feels a little pain appear on her heart. *Hurt her? Cody? Who’s lucky girl that deserve that? Maan! LUKA mama LUKAA* lalu tiba-tiba ada suara. Suara perut sesorang yang menuntut untuk diisi.

“Is that your stomach’s voice?” Kata Cody heran.

“Heehee,” Lalak mengangguk malu.gimana nggak? Sampe jam 03.00 pm gini dia belum makan apa-apa selain susu tadi siang di kantin. Cody cuma ketawa.

“Ahahah, I think we should go to somewhere at Edison street.” Katanya menutup pembicaraan karena sekarang, bis mereka udah nyampeek.

END OF THIS CHAPTER

Advertisements

2 thoughts on “Cody Love Story – It’s More Than Love (4)

  1. Emang ya, kenapa sih cowok seneng banget ngasih harapan ke cewek? Wae oh wae? *mendadak curhat*

    Anyway, maaf baru baca lagi ya adiknya. Kmrn2 lg banyak urusan, jadi baru sempet baca skrg…. *pundung*

    1. makasih udah baca dan meninggalkan jejak kaaak ;))

      kenapa ya ? itu karena.. udah sifat alaminya kak. mereka kan suka ada di dekat cewek, nah cara mereka biar cewek itu tetep di deket mereka itu ya gituu.. memberi harapan.. harapan palsu #loh. tapi emng gitu ya kak. ato kitanya yg ke-GR-an ? :p

      iya kakakku cantiiik 😀 yg penting kakak tetep mau baca next partnya kagak apaaah kokk :DD

      ini nggak ada protes ato komen di part ini kah kak ? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s