Cody Love Story – It’s More Than Love (3)

– nama author : Ruri Alifia Ramadhani –> @rurimadanii
– Main cast : Cody Simpson, Billy Unger, Kylie Jenner, Alli Simpson
– Title : Cody Simpson Love Story-It’s More Than Love
– Rating : T

  • Genre : Romance, Action

PART III

“Astaghfirullah!” Lalak terbangun dari tidurnya. Dia mimpi aneh. Mimpi yang seakan-akan membawanya kembali ke masa lalunya. “Kok bisa mimpi gitu ya?” Tanyanya dalam hati. Kemudian ia duduk dan melihat jam, 04.20 am. Tumben Lalak bisa bangun jam segitu? Coret, kebangun. Yang namanya Lalak kalau udah kebangun dari tidur pasti nggak bisa tidur lagi. Sejenak ia menolehkan kepalanya ke kana-kiri, takut-takut ada benda apa keek. Karena nggak tau mau ngapain, dia akhirnya memutuskan buat ngerjain literature chemistry-nya. Kemudian ia menghidupkan komputernya, lalu berjalan ke dapur untuk mengambil minum. Ketika ia melihat tumpukan pakaian kotor, Lalak teringat akan Cody. Ya, itu pakaian Cody. Jaket, kaus dan celananya. Lalak berjanji akan mencucikan baju-baju tersebut.

“Yaudahlah, tak cuci bareng sama bajuku nanti sore aja.” Katanya dalam hati. Lalu ia kembali ke kamarnya dengan membawa segelas air dingin. Iseng, Lalak membuka twitternya.

“GOD!” mention bener-bener ngebanjirin Lalak! Gimana nggak? Orang tweet Lalak dibales sama di-RT Cody. Gini niih tweetnya:

@CodySimpson you are such a handsome, humble and smart guy. I♥ ALL OF YOUR SOONG! Please follback me! I’m your megahugefans! Hope you notice me.. 143♥

@yelyeahlalak I notice you! Thank you for the support. 143♥

“CODY teleeek! Looh, kok followerku nambaah?” Yaaps! Follower Lalak nambah dari 130 jadi 550. Ya ini karena impact dari Cody jugak siih. Tapi Lalak tiba-tiba senyum-senyum sendiri ngeliatin reply Cody tadi. Akhirnya Lalak memutuskan untuk nge-RT reply-nya Cody. “Udah aaah! Kerjain dulu Laaak!” Pas Lalak buka-buka documentnya buat nyari contoh literature yang dulu ia pernah buat, ia melihat folder berisi webcam-an nya dengan Cody kemarin. Dibukanya folder itu, dan JLEB! Tiba-tiba Lalak ngerasa jantungnya berdetak kencang. Lalu ia tertawa sendiri melihat foto mereka berdua. Kemudian, ia membuka hp-nya dan mencari sebuah foto berobjek Cody yang sedang berpose di depan kaca kamarnya.

“WUAHAHAH!” Lalak tertawa tertahan. Posenya bener-bener lucu. Lalu Lalak melihat bbm-nya. “Kok tumben ada yang ngechat aku?” Ketika ia membuka aplikasi tersebut, Lalak melihat ada Cody sama Billy yang ngechat dia. “Billy dulu aja deh, lebih penting daripada punya Cody elek.” Katanya dalam hati.

“How about the secret? :))”

“Billy! So bad to tell you about this.. I haven’t read it yet. Sorry. And..” Lalak meng-enter. Dia nggak tega deh nngechat langsung kalo covernya the secret kena air dan rusaak. Tapi ternyata nggak ada respon. Kayaknya Billy masih bobok. Lalu Lalak beralih ke Cody. JLEB! Tiba-tiba hatinya jedagjedug lagi. “Ini kenapa sih atiku jadi bedug gini? Stay cool Lak. Stay cool.”

“I think, what you are doing now is.. hearing all of my songs? HAHA”

“False :p cegek yeek :p heey, have you got your bicycle back?” Nggak ada respon juga. Cody ternyata juga lagi bobok. Lalu Lalak beralih ke sms di hapenya.

‘YOU STILL HANG OUT W/ THAT MURDERER? YOU’LL REGRET YOUR DECISION!’

Ya, itu adalah sms dari nomor yang nggak dikenalnyah. Lalak nggak menggubrisnya sedikitpun. “Tembeleeek, ndabrus peek.” Katanya ngerasani. Tiba-tiba Lalak teringat akan kegiatannya bersama Cody hari ini tadi. Dibonceng, ketawa bareng, susah bareng, luka bareeng, webcaman bareeng!! JLEB!! Itu bikin Lalak senyum-senyum sambil degdeganlagi. Dia ngerasa enjoy banget temenan sama Cody.

“Enough, I’ve to do this now.” Tapi fikiran Lalak masih melayang ke kenangan akan hari kemarin. Dimana ia sama Cody bener-bener deket. “Lak! Kamu ngga mungkin kan mikirin dia terus? Nanti malah kamu jatuh cin…. STOP IT LAAK! STOP IT! Your brain get fuckin damaged now!” Lalak menggeleng-gelengkan kepalanya, memukul-mukul kecil pake buku sampe menjambak sendiri rambutnya. “WHY DOES THIS FUCKIN MEMORIES APPEARE CONTINUELY?!??”

—–SKIP—–

“Billy!” Teriak Lalak memanggil Billy yang lagi berjalan santai di ujung koridor sekolahnya. Ia agak setengah berlari dengan kaki pincangnya menuju si Billy. Nggak seperti biasa, Lalak hari ini make sandal. Bukan sneakers, yah karena kemaren ituuuu.

“Hey, what’s wrong with your legs?”

“Umm, juust liltle accident.”

“Ngga mugkin-lah little, nih buktinya kamu sampe make sandal!”

“Yaa, medium accident wees :p seenggaknya aku harus bersyukur-lah masih bisa jalaan.”

“Ya, thanks God! GWS Lak!”

“Haha, god bless you! Uum, I just wanna to tell you about…”

“Your chat?”

“Euum, yaaaa. Sorry, buut …”

“Ehm?”

“Sorry, about you-…”

“Secret Novel Bil, Lalak lend it to me and.. ya, you know I’m kinda careless and your *srook* cover book being ‘ajuur’ Sorry Bil..” Kata cody memotong omongan Lalak. Entah darimana kok bisa si Cody dating iniih. *Alhamdulillah Cody noloong akuu~~* batin Lalak.

“Yaya, right. I’m..”

“We!” Cody menyelat omongan Lalak.

“Ya, the point is we wanna.. WUACHU! to forgive you about this.” Kata Lalak melas.

“C’mon guys, don’t be so formal like this! Buut, I wonder .. Since when have you liked to read, Cod?”

“Since.. Al-..”

“Since I told him that reading is fuun!” Kata Lalak ngeleesh. Billy menampakkan muka kebingungannya. Bikin Lalak jadi pengen ketawa liat mukaya yang agak blo’on ituuh kalo pas momen ginii.

“Buut, the good news is I’ve buy you the new one. Here it is..” Kata Cody sambil menyerahkan bugkusan kresek berisi buka The Secret yang baru kepada billy.

“Ooh, ya thanks Cod. But Lak, you haven’t read it, right?” Lalak menggeleng. “So, it’s for you. See you then. I’ve class now. Ohya, get well soon guys. Bye!” Kemudian Billy berlalri meninggalkan mereka berdua.

“THANK YOU BILL!” Teriak Lalak dengan tatapan murid lain yang mendengar teriakannya. Sejak kapan Lalak bisa deket sama popular guy such like Cody and Billy, huh?

“So.. Drama now?” Tanya Cody ke Lalak. Lalak mengangguk.

“But, Co..” Kata Lalak sambil memandang kea rah kakinya yang masih nggak bisa dipake buat naik tangga.

“I know, let’s use the lift. Come on! Hurry up!”

—–SKIP—–

Mereka masih selamat. Mr. Amri tepat di depan pintu saat mereka datang. Daaan, oh, seems like the girl behind him is new stud. With tampilan yang modis, putih, tinggi semampai dan rambut wavy-brown yang panjang, dia sukses bikin siapapun yang berpapasan dengannya terpesonaah. It’s kylie. Ya. Lalak tau dia karena kylie itu artis. Ngapain jugak Kylie di sini?  Ternyata, Cody juga sama terkejutnya dengan Lalak. Dia mengernyitkan dahi saat melihat Kylie.

“Hi.” Sapa Kylie lirih ke Cody. Cody hanya tersenyum tipis menjawabnya. Sedangkan dia menganggap Lalak nggak ada. Dia nggak melihat Lalak sedikitpun. Lalak jadi merasa agak aneh dengan perlakuan Kylie ini.

“Oh, nabila, Cody! You almost late! Hurry up kids!” Kata Mr. Amri. Lalu Lalak dan Cody masuk. Di kelas, terlihat ada 3 bangku kosong. Satu di sebelah Lucie dan lainnya di depannya. Lalu tanpa fikir panjang, Lalak duduk sebelah Lucie. Sedangkan Cody, tepat di depannya.

“Morning Luce.” Sapa Lalak ke Lucie. Lucie cuma tertawa kecil ngelihat Lalak agak keki pas tadi masuk bareng Cody. “Kok ketawa sih? Aneh luh.”

“I think, this blonde guy has changed you yah..” Lalak bingung mendengarnya.

“Wdy meeaan?”

“It’s because, kamu udah jarang telat sekarang. Terus klmpk an kamu juga sering sama dia kan? Terus, akhir-akhir ini kalian juga sering pulang bareng. That’s cute…” Terang Lucie sambil mengedip-ngedipkan matanya. “One thing I forgot, you always use the same necklace!” Tambah Lucie lagi. Lalu Lalak melihat kalung yg ia kenakan.

“It’s noot–”

“Attention kiids,” omongan Mr. Amri memotong pembicaraan Lalak.”As you see, we got new stud here. And untuk sekali lagi, kalian pasti udah tahu kan siapa diaaa? #yaiyalah, artis masa kagak tauuuk# so, Kylie, let’s introduce yourself now.” Lalu Kylie maju ke depan kelas dan mulai memperkenalkan diri.

“I’m Kylie Jenner. Nice to meet you guys! I hope kalian semua bisa temenan sama aku.” Katanya manis. Yaah, itu membuat pemikiran Lalak tentang kesombongan yang ia miliki hilang. Gimana nggak sombong cobaa? Lalak di sebelah Cody yang disapa Cody doang. It’s okay if the matter is she is not knowing you well, but heeey! Lalak is human that visible! Can looked with naked eye! And Kylie didn’t looked at Lalak at ALL.

“Ya, I think that’s enough Kylie, just take seat at there..” Kata Mr. Amri menunjuk tempat duduk di samping Cody. Kylie tersenyum senang.

“Thankyou sir.” Katanya manis. Ketika menuju ke tempat duduknya, dia nggak henti-hentinya tersenyum ke arah Cody. Tapi saat mata Lalak bertemu dengan Kylie, tiba-tiba matanya yang ramah tadi menunjukkan suatu kebencian gitu. Padahal Lalak udah ngelemparin senyum manisnya ke Kylie. Hope she can friend well with Lalak.

“I don’t think it’s true, but in my mind, this girl have 2 faces.” Kata Lucie ngerasani Kylie sambil bisik-bisik. Iyalaah, kalo frontal bakal berabe nantii, berhubungan sama the next popular girl in school itu it’s not sooo Lalak. Btw, Lalak setuju ajah sih sama opini Lucie. Dia cuma mengangguk sambil tersenyum jengkel.

“Surprise!” Bisik Kylie ke telinga Cody. Cody hanya tersenyum dan membisikkan sesuatu balik ke Kylie.

“You’ll regret to school here Key.” Lalu mereka tertawa bersama diam-diam. Lalak yang duduk di belakang mereka jadi nggak terlalu konsen sama apa yang dijelasin Mr. Amri. Tiba-tiba, hati Lalak ngerasa panas. Entah mengapa.

“So, kids! Are you ready for our drama in this semester?!”

“YEAAAAYHH!” jawab murid-murid serempak. Mereka emang seneng banget kalo bakal ada drama. Gimana nggak, orang anak drama-__-

“I like that! Young soul! It feeled free! So, our drama is about.. Cinderella’s Prom Story. So, there will be a prom sotory inside Cinderella story. We’ll talk about the plot after all stud get their own role. The casting started today after school ends. At auditorium. Remember kids, after school ends. So, the role is…..”

“I’ll do my best to get the Cinderella role, Luce!” Bisik Lalak ke Lucie.

“Are you sure? With the piggydoll like Kylie as your rival?”

“There is no impossible in this world!”

—–SKIP—–

It’s time for launch now. It means school ends for today. Yay, this is Friday! Lalak sama Lucie lagi berada di kantin sekarang. Tapi, Lalak ngga menyentuh makanannya sama sekali. Entah mengapa moodnya ngga enak gini.

“Kok ngga dimakan siih? Lagi enak tau nggak sih makanannya!” Kata Lucie sambil ngiler gitu ngeliat burger Lalak yang masih utuh. Sedangkan Lalak Cuma minum susu doaang.

“I’m not in the mood to eat.”

“Should eat have mood? You’re crazy!”

“Haha, I’m worrie about your words Luce-__-” Muka Lalak langsung BM.

“Which words? There are soooo many words I’ve told youuu..” Luci lalu mengambil burger Lalak dan memakannya feminimely. Yah, Lucie anak yg feminim. Lalak diam sebentar sambil memperhatikan meja yang nggak jauh dari mereka. Ya, di situ tempat Cody, Billy, Campbell sama Jake makan. Ohya, si piggydoll juga ikut makan di situ. Tiba-tiba saat Lalak melihat Cody, nggak sengaja mata mereka bertemu. Cody tersenyum tipis padanya. JLEB! Entah mengapa hati Lalak sering berdegup lebih kencang kalo eye contact-an sama Cody. Yah sejak Lalak mengenal Cody lebih dalam pas kerja kelompok kemaren. Buru-buru deh Lalak mengalihkan matanya dari Cody.

“Hey, what are you staring at?” Tanya Lucie bingung. Ia melihat ke belakang tempat dimana Cody and the gank makan.

“No-nothing. I just don’t have any confidence to .. casting” Kata Lalak lemah. Ia memainkan sedotan susunya karena kurang kerjaan.

“I know you can! I’ll support you to win from that piggy doll-__-” Kata Lucie sambil menggenggam tangan Lalak. Hangat. Yah, sehangat persahabatan mereka.

“Buut..”

“You ever told me that mendiang bapakmu is anak teater kan? Pasti bakatnya menurun padamu!”

“Yaaayaaa, But..”

“There is no BUT! Just do it!”

“Okay, thanks for the suppot darl :*”

“Anytime babe :* hey, may I ask a question?” Lalak mengangguk.

“Are you sure you don’t remember anything before 13?” Lalak berfikir sejenak. “I mean, don’t you remember your memories before you get amnesia? I think there re some treatment from hospital to made you remember it again.”

“I-I.. don’t know. But, since I known Cody well, playing together, work together, hang out together, sometimes I get headchace and suddenly my unknown memories appeared randomly” Terang Lalak panjang-lebar sambil menggerakan tangannya. Yah, dia emnag berkespresi banget kalo menceritkan sesuatuuuh.

“Maybe.. you have memories about Cody?”

“That’s NO. it never could happen. I’m not simpsonizer! Hey, wait! What time is it?” Tanya Lalak buru-buru.

“12.15”

“Dammit! I forget something! Byebye Luce!” Kata Lalak sambil berlari dengan kakinya yang sakit meninggalkan Lucie sendirian. Ternyata, apa yang Lalak curhatin tadi itu.. there is one person listened at all and getting curious.

—–SKIP—–

“Sorry ma’am, it should be submitted at first break time. I’m so sorry.” Kata Lalak ke Ma’am Maria-guru Englishnya.

“Never mind. Aku punya dispensasi untuk murid rajin sepertimu. Don’t repeat it again! Or there will be a punishment waiting for you.” Katanya tajam tapi lembut(?)

“Never! Thank you ma’am! Good afternoon!” Lalu Lalak keluar dan duduk di bench dekat tangga untuk berisitrahat sejenak. Kakinya sakit lagi. Gimana nggak? Tadi dia turun ke lantai 4 ruang LANGUAGE turun tangga. Itu karena liftnya ada trouble gitu. Makanya dia make tangga. Dilepasnya sandal yang ia kenakan, dan ia mulai memijat perban di kakinya. Tiba-tiba..

“Aww! Bisa ati-ati ngg..” Lalak memotong omongannya. Kakinya disaduk(?) oleh boot hitam tebal milik seseorang. Boot itu nhggak berhenti. Bahkan sang empunya nggak minta maaf. Ketika Lalak mendongak ke samping, ia mendapati Kylie yang lagi berhenti melihatnya. Lalu ia berjalan menuju Lalak.

“Maap yah. But you exactly know that this corridor are ours, right?” Lalak bungkam. Kylie sombong banget. Kaki Lalak tambah cenatcenut deh. “Okay. Bye. Uum, there is something I want to tell you.” Lalu Kylie duduk dan membisikkan sesuatu ke Lalak. JLEB! Dan itu bikin hati lalak nge-JLEB! “And once more, simpsonizers hated when you both looked together. Bye!”

Sepeninggal Kylie, Lalak menunduk sambil memijat kakinya lagi. Tiba-tiba dadanya terasa sesak. Dan tanpa Lalak sadari air matanya jatuhke kakinya. Ya, dia menangis. Untung koridor lagi sepi sekarang, cause it’s homey time. Jadi Lalak ngga terlalu takut bakal ada yang lihat dia nangis.

(Intinya bisikkan nya kylie tadi itu gini : cody itu punyaku. Kalo dia ngelakuin sesuatu special ke kamu jangan langsung anggep aneh-aneh yah. He’s just an awesomely boy)

“Hey Laak! What’s wrong with you? Kamu nggak suka Cody kan? Apaa!? Jangan fikir kalo Cody lagi naruh harapan ke kamu?! ITS BIG NOO! Jangan fikir Cody ngasih harapan ke kamu Lalak!” Katanya dalam hati pada dirinya sendiri sambil menepuk-nepuk dadanya.

“But, shitly I think he cares totally about me.” Kata-kata Lalak sendiri pada dirinya sendiri bikin dia menumpahkan air matanya lagi.

“STOP IT LAK! YOU ARE NOT THIS FRAGILE! JUST THINK THAT HE CARES ABOUT YOU CAUSE YOU ARE HIS GROUPMATES LAAAK!” Akhirnya Lalak bersuara buat nenagin dirinya sendiri.

“Who is ‘HE’?” Tanya seseorang ke Lalak. That’s Billy! Muka Lalak yang masih merah karena nangis tadi keliatan polos banget di depan Billy. Yaampun Lalak malu deh.

“No-Nobody..”

“Liar. Kamu habis nangis?”

“No, cuma kelilipan. I’m okay” Kata Lalak sambil mengucek-ngucek matanya buat ngapus aor matanya. Dia nggak berani liat Billy. Dia takut ketahuan beneran kalo nangis.

“Sedari tadi aku ngelihat kamu dari France Class. And you said that you are okay?”

“Ya, I’m okay just..” tiba-tiba air mata Lalak keluar lagi. Billy menggeleng. Kenapa nggak nih anak cerita gitu ke aku? Batinnya. “I’m okay. I’m okay.”

“Do you hurt her?” tiba-tiba suara orang yang Lalak kenal terdengar dari tangga. Cody. Dengan langkah tergesa ia menghampiri mereka. “Why are you crying?*ke Lalak* Do you hurt her?*ke Billy.*”

“I don’t!” Billy nyolot. Dia agak mangkel jugak, soalnya Lalak nggak mau cerita apa-apa. Padahal bias dibilang kalian tuh udah eket garagara BBM-an terus tiap malem sebelum tidur. Sedangkan yang Lalak lakukan saat ini hanyalah.. mengahpus air matanya secepat mungkin dan mengontrol  denyut jantungnya yang berdetak nggak karuaan!

“But, why?” Tanya Cody ke Billy. Billy mengangkat bahu.

“But, maybe Kylie knows something.” Jawab Billy.

“No-no. it’s none of Kylie business! Sorry guys to make you worried. Thanks for worried me. I’m okay. Surely.” Dengan cepat Lalak berusaha untuk berdiri dan meninggalkan mereka. Tapi kakinya bener-bener sakit sekarang. Nggak bisa diajak kompromi. Dengan cepat Cody menarik tangan kiri Lalak dan mencegahnya untuk berjalan lebih jauh.

“Let me help you.” Katanya sambil berjongkok di depan Lalak.

“I don’t think it’s..”

“Cepet!” Cody agak mbentak. Jujur, Cody shock ngelihat Lalak nangis. Kenapa?? Rahasimin ;)) Apalagi dapet info kalo Kylie ada hubungannya dengan ini. Tambah gundah si Cody. Dengan hati-hati Lalak naik ke punggung Cody dan dengan hati-hati pula Cody nggendong Lalak. Utung Lalak hari ini pake t-shirt putih, kemeja army sama celana sebetis. Jadi ngga repot daah! Tiba-tiba, Billy memegang pundak Cody.

“Just tell me if you want. Gws!” kata Billy ke Lalak. Lalak hanya tersenyum menanggapinya. Lalu Codypun mulai jalan. Punggung Cody yang lebar, bikin Lalak nyaman buat nyandarin kepalanya di punggungnya.

“Thanks Cod, but actually you don’t need to do this.”

“Itu sebenernya udah kewajibanku.” Katanya agak lirih.

“Pardon?”

“Nothing.”

Lalu Cody mulai menuruni tangga dengan hati-hati.  3 lantai boo! Ngga main-main! Dia kudu nurunin 3 lantai buat mencapai lantai 1, tempat auditorium dimana mereka bakal casting.

“Am I heavy?”

“Little bit.”

“Sorry, just let me walk.” Lalak mulai berusaha turun.

“Stop it. I’m kidding. Diem aja deh. Daripada kakimu tambah parah.”

“Sorry.”

“Ngga perlu minta maaf.”

“Iya, maap.”

“Dibilangin kok! Ehm Lak, jangan terlalu percaya sama apa yang Kylie katakan ke kamu yah. Dia.. ya gitu deh.” Pernyataan Cody bikin Lalak kaget. Lalak nggak menjawab pernyataan Cody. Dia diem aja. Nggak mau menerka-nerka perasaannya sendiri. Cukup lama mereka diem-dieman sampe Cody membuka pembicaraan.

“Casting  now?”

“Yaa..” Lalak menjawab lemas.

“Semangat Lalak! I bet, you really want to role as Cinderella, right?”

“Ya, but I think Kylie better than me.”

“I hope you can get it Lak. It must be awesome looking your act.” Cody nggombal.

“You never look my acting!”

“Just guess..”

“Bad guess!”

“That’s positive guess! It bring more positive spirit than you know, tahu?” Lalak tertawa kecil. Cody senang. Yah, perasaan Lalak agak ringan sekarang. Dan begitulah mereka sampai tiba di auditorium.

END OF THIS CHAPTER

Advertisements

2 thoughts on “Cody Love Story – It’s More Than Love (3)

  1. Itu Kylie tokoh antagonisnya ya? Cewek nyebelin sok cakep padahal emang cakep, sok eksis padahal dia indosat #MulaiNgaco

    Ini ada hubungan sama masa lalu ya? Yaudah, mudah-mudahan Cody amnesia juga. Amin. *berdoa* oh iya, tulisan di part ini lbh enak dibaca. Ini ga ngegombal loh, saya blm siap saingan sama anjing (?)

    Terakhir………aku naksir Billie dan koleksi novelnya.

    1. kakaknya kalo ngaco lucu yaa 😀 ahahahaa :DD
      iyaaps kaaak ;))
      jangan diamnesiain kak, ntar ceritanya nggak nyampenyampee :p makasih kaak 😀 saya berusaha untuk lebih baik dari setiap part 😉 maksih udah baca dan komen lagi ya kaaak 😀
      kakak tau kah yg mana billi ? ini linknk gambarnya kalo mau tau. lumayan cakepo kak ;D TAPI pendek ! :DD HAHAAH ! http://trialx.com/curetalk/wp-content/blogs.dir/7/files/2011/04/gcelebrities/Billy_Unger-1.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s