Cody Love Story – It’s More Than Love (1)

presents for my lovely frieends :* Shutilcyiin ;)) @yelyeahlalak
FINALLY ! I POST IT XDDD YEAAAAAH !!
okay, this is my first #CLS :DD and i’m sooooo proud and excited to do thiis ! this story will publish at fan3less at march 23rd. and i can’t wait it any longer theeen ! HAHA! this story just arrived at 9th part. as far as i write this, there are only 2 readers read it :(( so saaaad >< but that’s nopreblemo laah. the important thing is i can post it 😉 i hope i can continue it again until the end. yeah, all because of my school-__- because i’m in third grade now. so i’ve to do a lot of my HW. despite of thaaaat, i’m still having spirit to do all of thaat ! include posting in this blog :DD yeeaaaaaaaah ! i don’t know why, since i have this wordpress.. like everyday i should be post something to this.. weird.. but i love it 😀 enough for that. so, this is the #CLS ! Enjoy then !

  • nama author : Ruri Alifia Ramadhani –> @rurimadanii
  • Main cast : Cody Simpson, Billy Unger, Kylie Jenner, Alli Simpson
  • Title : Cody Simpson Love Story-It’s More Than Love
  • Rating : T
  • Genre : Romance, Action

PART I

TEET TEEET TEEEEEET !!

“Mampuuus ! Telaat !” Ucap seorang gadis yang berlari di tengah-tengah keramaian pagi Galaxy Senior High School. Yah, pelajaran kali ini dia telat lagi. Catat LAGI. Sebenarnya pada setiap pelajran pertamanya setiap hari dia selalu telat. Maklum, orang Indonesia.

“Watch out!” Katanya berteriak kepada sekelompok  gadis di depannya yang membawa banyak globe untuk pelajaran geografi. Sekarang ia dalam kecepatan sangat cepat sekali meraih kelasnya. Alhasil, ia bertabrakan deh sama gadis-gadis tersebuut. Globe jatuh dari tangan, peta-peta berserakan, data-data penting berterbangan kemana-mana.

“Sorry guys! I’ll pay all of these lateeer! Byeeee!” Ucapnya sambil terus berlari.

“Thank you monkey! Thank you for making our job done successfully!” Teriak salah seorang gadis bernama Lucie. Si cewek nusantara tersebut hanya memberikan tanda OK di jempolnya sambil terus berlari.

Galaxy SHS ini luas banget! Di sekolah ini ada terbagi jadi 5 lantai dan di setiap lantai terdapat bagian-bagian tersendiri. Biar kuurutkan dari lantai 1, ada bagian “social” “science” “art” “language” dan “TFF.” TFF ? Apa itu ? TFF adalah singkatan dari Time For Fun. Ya, di sinilah kantin, swimming pool, sport field, club, pusat kantor ekskul dan aula berada. Asik yah? Punya aula di lantai 4. Di sekolah ini, juga ada lift dan tangga sebagai penghubung setiap lantai. Tapi entah mengapa kebanyakan murid-murid lebih suka menggunakan tangga kalau mau naik-turun. Sama kayak si cewek nusantara ini. Alasannya sih simpel “biar ngga kalah tinggi sama bulek sini!” #maksudnya? -__-

“Good morning, mr. Amriiii!” Sapanya kepada guru dramanya dengan tetap berlari kencang. Mr. Amri yang mukanya ke-arab-an itu sampai harus menghindar dari gaya angin yg  kuat dari cewek itu. Unntung aja badan tingginya membuat ia dengan cepat bisa menyelamatkan diri.

“Be carteful sir!” Ucap seorang guru di belakangnya. Itu ma’am maria. Guru english yang cantik sama bohaaay banget. Dengan muka asli amerika dan aksen inggrisnya yang kental, ngga heran banyak cowok di sekolah itu (ngga murid, guru, janitor, sampe kepala sekolaaaah!) Klepak-klepek deh sama ma’am itu. kejadian tadi gak urung bikin mr. Amri malu dikit laaah.

“Ohya, sorry ma’am,” katanya tersipu malu.

“What’s just that?” Kata ma’am itu sambil melongokkan kepalanya ke luar pintu.

“Oh, I didn’t breakfast this morning, so I think I get little bit headchace. Hehe” katanya salah tingkah sambil akting kayak kepalanya pusing.

Yaah, sekarang dia udah di lantai 2. Sebenarnya mau kemana sih cewek ini? Dia udah memperlambat jalannya, mengatur nafasnya, merapikan rambutnya dan membenarkan rambut wavy-item-panjang-nya. Pakaiannya pun nggak luput dibenerin sama dia. Kayak cardigan item-nya, kaos putihnya, celana jenasnya dan sneaker itemnya. Ya, there she is! In front of her chemistry class. Ia mempersiapkan mental untuk menghadapi hukuman apa yang akan ia dapat dari madam pomfrey, guru chemistry-nya di dalam entar. Sayup-sayup terdengar suara cowok berbicara di depan kelasnya. Ia mengetok pintu, membukanya, dan..

“Hey guys, I’m Cody Simpson, I come from Gold Coast and..” semua mata tertuju pada cewek itu. Untuk sejenak ketika ia melihat cowok itu ia merasa pernah bertemu dengannya. Ia tahu kalau cowok itu adalah superstar sekarang. Dengan lagu Good as it gets-nya yang paling sering didenger cewek itu. Tapi entah mengapa cewek itu merasa ada yang aneh. Ya ia merasa pernah melihat Cody dari dekat. De javu. #Perlu diingat yah, nih cewek bukan simpsonizer !#

“I’m sorry ma’am I come late,” katanya meminta maaf kepada guru gemuknya itu. Ya madam Pomfrey itu guru gemuk yang lincah sekali dalam memainkan alat-alat sains.

“AGAIN MS. KHOIRU? Just sit on your seat because I don’t want to waste my voice now. We got new stud here you know.” Akhirnya, Lalak duduk di meja paling depan yang kosong. Setiap mejanya itu bisa dimuat maksimal 2 orang. Dan meja lain udah penuh. Yaudah, Lalak duduk di sana deh. Suasana hening banget soalnya semua mata tertuju sama Lalak. Nggak terkecuali Cody. Gimana nggak? kemana-mana dia selalu membawa suara(?). Pas duduk-pun ia menjatuhkan seluruh isi tasnya. Karena ia lupa menutup resleting tasnya.

“Eum, sorry.” Katanya memecahkan keheningan.

“Ehm-ehm, Cody just sit wherever you want. We continue our last week lesson about electron configuration.” Cody akhirnya duduk di sebelah Lalak. Waktu itu Lalak masih kelabakan ngumpulin semua barangnya yang jatuh. Tiba-tiba Cody ngeliat suatu yang berkilat di lantai. Kalung. Diambilnya kalung itu dan entah mengapa, Cody seperti mengenal kalung itu. Kalung berbandul persegi panjang yang berukir setengah wajah monster.

“Yours?” Tanya Cody pada Lalak. Suara Cody kaku banget. Beda sama pas perkenalan tadi.

“Sure! Thanks.” Kata Lalak awkward pada Cody.  “Eum, Cody, can you help me to take that pen?”

“Where?”

“There.” Lalak menunjuk ke lantai dekat Cody. Tanpa suara Cody mengambilnya.

“That eraser, please.” Kata lalak lagi menunjuk lantai agak depan dari Cody. Lagi-lagi Cody mengambilnya dengan berusaha tanpa membuat suara. Tiba-tiba pen Lalak jatuh lagi -__-

“That pen too?” Tanya Cody pada Lalak. Lalak hanya mengangguk dengan rasa bersalah.

“Thankyou very much! I’ll pay in canteen, later!” Kata Lalak berbisik pada Cody.

“Weirdo,” kata Cody lirih sambil tersenyum.

“Pardon me?” Tanya Lalak.

“Lalak, can you mention how the Aufbau’s Rule?” Lalak yang ditanya begitu sontak kaget. Begitu juga Cody. Cody cekikikan kecil.

“Ya, I can. Aufbau’s rule is the electron configuration rule based energy filled. It filled the smallest energy in electron, then the bigger.” Cody nggak nyangka lalak bisa njawab pertanyaan Madam Pomfrey. Padahal mereka berdua tadi kan ribut sendiri.

“Quite good. Now, form group with 2 people. Just work with your partner seat. This is the project for next week. And I hope  you bring all of the materials with no except. Now, do the exercise page 45!”

—–SKIP—–

“Hey, Cod! When we do the project?” Tanya Lalak menyusul Cody keluar kelas.

“I’m busy today” jawab Cody ngasal.

“Tomorrow?” Tanya Lalak lagi.

“I’m busy too,” jawab Cody cuek.

“How about the day after tomorrow?” Tanya Lalak penasaran.

“Same,” jawab Cody sekenanya.

“Malesan! Sakkarepe dewe! Elek! Tembeleeeek!” kata Lalak ngerasani dalam bahasa Indonesia. Cody yang jalan lebih cepat menghentikan langkahnya, mundur ke Lalak dan berkata.

“Pardon, me?”

“Can you be more diligent?”

“Okay, I’m sorry. How about tomorrow?”

“I can’t at Saturday-Sunday.”

“It means yes. Ya, we’ll meet at canteen tomorrow at 10 p.m.” Cody memutuskan.

“Sure.”

“Bye!” kata Lalak meninggalkan Cody.

“Hey, wait!” Cody mencegah Lalak pergi sambil memegang lengannya. #awaw :3

“What?”

“Are you a simpsonizer?”

“NEVER.” Kata lalak melepaskan cengkraman tangan Cody. Cody bingung. Karena dari kalung yang ia temukan tadi, terlihat bahwa itu ukiran monster tapi yang membentuk mukanya.

“Hey, Cod! What’s up? Why are you standing here with that weird girl just now?” Tanya Cambo-teman Cody. Ia menghampiri cody bersama teman-temannya Cambo ini termasuk cowok popular laah. Dia temen Cody dari kecil. Bareng sama Josh Campbell, Jake Thrupp sama Billy Unger.

“Oh, nothing. Just.. ah, forget it,” katanya bingung.

“Cod, jangan ikut-ikut aneh like Lalak loh!” wanti Campbell.

“Haha, I think they’ll be falling in love♥” kata Jake dengan gaya menerawangnya.

“Just stop it. I have another class now. Hey, Billy! Where are you going?” Tanya Cody pada Billy yang daritadi diam dan tiba-tiba nyelonong pergi dari gerombolan mereka.

“Oh, I just wanna return this book. Wait me at bicycle park, guys!”

—–SKIP—–

‘Mana ya?’ Tanya Lalak dalam hati. Ia masih mencari-cari novel karya Dan Brown berjudul The Lost Symbol di perpustakaan. Ia mendapat info dari linrarian di situ kalo buku itu udah available dari 3 hari yang lalu. Tapi, ketika Lalak dating ke perpustakaan 3 hari yang lalau, buku itu langsung raib dipinjem orang. Buku-buku di sini banyaaaaaaaaaak banget. Orang yang pinjem juga banyaaaaaaaaaaaaak. Jadi susah-lah bagi Lalak buat nyari tau siapa yang pinjem tuh buku. Oh iya, Lalak ini kutu buku jugaak. Tapi modis brooo~

“Excuse me, sir. Buku The Symbol-nya Dan Brown udah dikembalikan si peminjem belum paknyaaaah? Lalak kesini dari 3 hari yang lalau kok ngga ada-ada yaa.” Tanyanya endhel :p

“For reading this book, you’ve to spend your sleep time all night” kata seseorang di belakangnya. Billy Unger. “This is the book, sir.” Yah, Lalak tau nih anak. Mukanya rada arab-arab gitu. Perlu diketahui, pertama kali masuk sini Lalak udah tertarik sama Billy Unger. Tapi, dia kan nggak popular, jadi ngga bisa lah PDKT sama ini anak.

“Let me borrow it.” Kata Lalak cepat. Pak Librariannya daritadi bingung liat tingkah-laku mereka berdua. “I bet, you can’t spend the HP 7th book for 2 days! Bye!” kata Lalak meninggalkan meja pusat perpustakaan menuju meja pendaftaran peminjaman buku.

“She always read the kinds of book. Same like you. You know? She can spends the HP 7th book for 2 days! Eventough her classes is so busy!” kata Pak Librarian menjelaskan. Yah, Lalak emang member aktif library. Sampe-sampe si Pak Librarian ngenal dia segitu dekatnyaah. Billy mah Cuma ngangguk-ngangguk.

Kemudian, Billy penasaran dan melihat-lihat buku sambil sesekali nyari mana si Lalak. Setelah dapet Novel yang tebelnya nauzubillah jugaaak, dia menghampiri tempat duduk Lalak. Belum sampe 10 menit dia di perpustakaan, pas dia liat Lalak mbaca novelnya itu, Lalak udah mencapai halaman 50. Lalak terlihat sangat serius sekali membaca novel tersebut-__- Billy suka aja ngelihatnya. Pembawaan Lalak mbaca itu tenang. Mata hitem pekatnya terfokus. Telinganya dikasi headset. Kepalanya mantuk-mantuk ngikutin lagu, sambil tangannya muter-muter bolpen. Tempat duduk mereka pas itu tergolong terpencil dari tempat duduk lain dan lagi kesapu sinar matahari. Jadi kulit eksotis sawo-matang Lalak terlihat sempurna saat itu.

Saking terfokusnya Lalak dia itu sampe ngga sadar deh kalo Billy sering curi-curi pandang ke Lalak sambil senyum-senyum sendiri. Ketika Lalak mau nyegerin matanya, dia liat ke depan dan sadar bahwa Billy memperhatikan dirinya dengan senyum manis yang terlukis di bibirnya. Mata mereka bertemu, jantung Lalak langsung JLEB! Okay, Lalak salting. Ia membaca lagi, tapi ngga focus. Dia liat Billy lagi, dan sekali lagi mata mereka bertemu. Lalak coba tenang meskipun ia merasakan jantungnya loncat-loncat ngga karuan. Ia perhatikan si Billy bentar, lalau dengan cekatan Lalak membereskan novel, headset, dan pulpennya lalau bergegas pergi dari Billy. Bakal jadi kepiting rebus kalo Lalak di sana terus.

Billy hanya tersenyum. Dia keki aja liat sikapnya Lalak. Ternyata pas Lalak mbaca tadi itu, ada seseorang yang ngeliatin dari bawah. Perlu diinget yah, ini ruangan ada di lantai 5 bagian belakang. Nah di bawah itu tempat parkirnya kendaraan. Pasti tau kan siapa yang ngeliatin?

—–SKIP—–

“Monkeey!” Lucie memanggil Lalak. Lalak yang pas itu jalan santai sambil mbaca novel sempat berhenti sejenak, menoleh ke belakang dan melihat Lucie bersama gerombolan temannya melihat dirinya. Lalak memasang senyum termanisnya dan kemudian… dia bersiap untuk berlari menghindari makhluk hidup terdekatnya itu.

“Hey, did you forget your promise?” Tanya Lucie yang lebih cepat menangkap Lalak sebelum ia berlari.

“Euum, No-laaah! Ini lhoo aku cuma kebelet eek. hehee” kata Lalak sambil akting yg dibuatbuat #gaiso akting ancene kowe iku :p#

“Kenalin aku sama Cody aja yah? Aku simpsonizer lhoooo!” Kata Lucie.

“Nah, ini lho aku baru beli. Bye-bye!” kata Lalak ngasi minuman kaleng bearbrandnya samil langsung ngeloyor pergi.

 

Di tempat lain saat Cody berada..

“Do you always have to spend your all-afternoon-day in library, huh?” kata Josh ke Billy.

“He got new girl I think” lagi-lagi si Jake nerawang-nerawang.

“Let’s go home, guys. Alli and tom have already waited me home,” kata Cody pake muka BM.

Mereka pulang-pergi sekolah naik sepeda. Biar eco-friendly katanyaa. Nah, pas itu mereka muterin park-school dulu. Ketemu Lalak yang lagi duduk di bench. Ya, seperti biasanya Lalak lagi mbaca novelnyah. Terus tiba-tiba ada cewek dateng.

“Euum, are you nabila?” katanya tegas. Nih cewek sendirian gitu. Bajunya keliatan kayak anak masih sekolah sih. Tapi pembawaannya kayak orang dewasa.

“Ya, I am. Are you simpsonizer? Do you wanna to get closer with Cody too, huh? Elek, kenapa banyak orang yg nyariin aku hari iniiii” katanya kesal. Lalak paling sebel deh kalo ada orang ngganggu waktu bacanya.

“He, lambemu broo aku arep ngewanti-wanti kowe kok malahan! #bosojowoaan. Ati-ati aja yah sama Cody. Eum, ya aku simpsonizer. But, I don’t wanna get closer with such killer like him. Bye!”

Nah, pas itu Cody denger-lah dikit-dikit apa yg mereka katain. Lalak ae nggak nyadar kalo ada Cody di sekitarnyah.  Namanya Lalak siih ngga takut mah digituin, dia makin mantep sama keyakinannya kalo Cody itu ngga perlu sampe difans-in sebegitunyaaah. Tapi entah mengapa, ia merasa aneh.. hatinya merasa senang apabila cowok pirang itu berada di sekitarnya.

—–SKIP—–

“Laaak!” Lucie menghampiri Lalak. Lalak yang hari itu mbaca novel(lagi) cuma bisa berdeham sambil masang headset di telinganyah. Lalak lagi di canteen. Nungguin Cody yang janjinya ngerjain project jam 10 a.m. Tapi malah sampe setengah jam si Cody ngga dateng-dateng.

“So, are you gonna make me come closer with Cody? :D” matanya berbinaaar. Eh, perlu dketahui yaah. Lalak Cuma punya Lucie di sekolah ini. Yaah, tapi Lucie Cuma deketin Lalak pas ada butuhnya doaaang. Tapii, anehnya kalo Lalak lagi butuh temen curhat Lucie selalu dating.

“There is someone told me, that you’ve to be becareful when you’re around him. You know, she is like a beaaar! He can bite everything! He has a bad messy hair! He has awful smell you know! And there’s one point again you should now Luce, he is a very busy man that doesn’t care with his school! I can’t imagine how the future of him.. Because..”

“EHEM” omongan Lalak terhenti. Muka Lucie udah merah padam deeh. Cody di belakang merekaaa! Lalak melihat ke belakang. Dan seketika itu juga, matanya tertuju sama kalung Cody. Kalungnya itu berbandul persegi panjang berukiran setengah muka darinya. Lalak merasa ngga asing sama tuh kalung. Seketika itu di kepalanya muncul sedikit kepingan flashback. Sampai dia merasa nyeri kesakitan krena kepalanya seperti tersentak langsung ketika melihat kalung Cody.

“Heyhey, are you alright?” kata Cody khawatir. Ia memegang pundak Lalak dan mta mereka bertemu. Wuaaa, mata Cody yang biru gelap langsung menusuk ke mata item Lalak!

“Yaya, eum Luce. I think he has awesome eyes.” Kata Lalak lirih ke Luce. Lucienya mah udah pergi. Cody ngakak kecil. Lalak masih memijet-mijet jidatnya. Sedangkan Cody duduk di depannyah.

“Are you sure that I have an awful smell?” Kata Cody sambil mencium-cium kemeja birunya. Hari ini dia pake kaos putih dipadankan sama kemeja biru garisgaris. Lalak make kemeja denim warna biru soft sama rok sedengkul. Awaw, udah sehati ya fashion tastenyah♥

“I have to go to toilet first!” kata Lalak terburu-buru. Dia emang belet pipis nih sekarang. BB-nya diatinggalkan di atas meja. Tiba-tiba sebersit ide jail muncul di otak Cody.

“Hahahahaha(?)”

—–SKIP—–

“Hey, gimana kalo projectnya ini kita kerjain di rumahku sama di rumahmu? Jadi gentian gituu. Ini aku baru ditelpon Manajerku, Matt. Dia ngomong aku harus udah siap di panggung lah sebelum jam 1 entar.” Kata Cody ke Lalak.

“Whatever you said-lah. Tomorrow?”

“Eehem, in my house.”

“By?”

“My bicycle! I’ll pick you up. Don’t worry. Okay, now it’s the time. Bye!” Kata cody tersenyum jail ke Lalak. Lalak heran aja, tumben Cody senyumnya kayak gituuh. Lalak-pun meninggalkan canteen. Dia mau ke library lagi.

“Kok sepi, ya?” lalak ngerasani. Dia mengambil tempat duduk di tempat yang selalu sama seperti sebelumnya. Sebelum membaca The Lost Symbol-nya yang tinggal seperempat bagain buku itu ia melihat ke bawah lewat jendela. Di situ ia melihat Cody bersama gengnya yang lain. Di situ Lalak sempet tersenyum tipis ngelihat Cody. Entah mengapa tiba-tiba ia suka aja ngeliat Cody. Terus tiba-tiba dia sadar.

“Lak, what are you doin? Just read that fuckin book!” Lalak memutar-mutar kepalanya. Memutar lehernya. Ngulet sampek kursi lain jatuh kena tangannya-__-V. Dan terakhir menepuk pipinya. “It’s enough-lah untuk pemanasaaaan!”

Di tempat lain saat Cody berada..

“Weirdo. Haha” Kata Cody ngomong sendiri. Dia keki ngeliat Lalak pemanasan.

“What are you looking at?” Kata Cambo. Kemudian mereka semua melihat Lalak. Ada Billy juga di situ.

“She just a weird woman. Haha. Let’s go!” Kata Cody. Kemudian yang lain bersiap-siap. Beda sama Billy. Dia tetep berdiri ngeliat temen-temannya.

“Go ahead.” Katanya cuek.

Di tempat lain saat Lalak berada..

“Are you an owl?” Tiba-tiba ada suara di belakangnya. Lalak melihat. Oh, ternyata Billy!

“No, I’m cat. Cute cat♥ just kidding.” katanya njayus.

“Hehe You sure can read it for 2 days, ya .__..” Tiba-tiba Billy menarik kursi di sebelah Lalak. Dia duduk di situ. Lalak heran aja ngeliatnya. Billy bawa novel kecil. Judulnya THE SECRET. Lalak heboh.

“YOU HAVE THE SECREET?” katanya dengan muka berbinar sama senyum bahagia. Yaa, muka lalak tambah manis deh diliat sama Billy.

“You can see-lah. Want to borrow?” Kata Billy sambil tersenyum. Lalak mengangguk cepat. “Ya, if you can spend the book now,” katanya ngece Lalak.

“Sure! Just give me 30 minutes!” Lalak kembali menggunakan headsetnya, dan memainkan pulpen di tangannya.

“Haha. You’re funny.” “May I?” Tanya Billy. Dia mau pinjem headset Lalak jugak.

“But, I think you don’t like any of my song.”

“Never mind. I need refreshing of my music(?)” Kemudian Lalak memberikan salah satu headsetnya ke Billy. Kalo ditanya jujur siih, jantungnya Lalak dagdigdug. Dia nggak nyangka aja si Billy mau temenan sama Lalak. Pas mereka ndengerin lagu bareng di hapenya Lalak, Lalak kaget.

“OH MY GODNESS! WHO THE HELL DID SEND ME THIS KIND OF SONG?!?” Lalak purik. Dia bingung aja. Dia nggak pernah tuuh ngedownload lagu beginian. Mau tau lagunya sapa? Itu looh lagu All day-nya Cody♥

“So, you are simpsonizer?” kata Billy hati-hati.

“NEVEER!”

“SSSSSSSSSSSTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!!” Kata Pak librarian. Mereka tau, kalo mereka udah mengganggu situasi tenang perpustakaan.

“Calm down, Laaak. Just hearing this song. It’s have a good rhyme,” akhirnya Lalak duduk. Dia mendengarkan lagu Cody deh akhirnyaa.

“Dengerin sendiri deh. Aku lagi nggak mood.” Kata Lalak kemudian. Dia melepaskan headsetnyah dan mulai membaca lagi. Billy bingung mengapa Lalak gitu. Akhirnya Billy juga ngelepas headset dan ngematiin music playernya Lalak.

“Sorry.” Kata Billy kemudian.

“No-no, it’s not your fault. I think Cody doing some prank to meeh.” Kata Lalak lirih. Lalak bener-bener lagi ngak mood deh. Moodnya langsung ilang abis ngedengerin lagunya Cody. Mereka berdia terdiam sampe setengah jam kemudian.

“Ueem, aku duluan yah Bil. Oh ya, kita belum kenalan. Hehe. Lalak!” Kata Lalak pede.

“Billy. Loh, udah selesai mbacanya?”

“Nggak deeh. Aku lagi nggak mood mbaca. Aku pinjem bukumu besok aja yah?”

“Sure..”

“Euum, Bye!” Kata Lalak awkward. Sepeninggal Lalak, Billy-pun nggak mood lagi mbaca. Cieciee, kok bisa yaaah?♥ dan ia pun mengikuti Lalak untuk meninggalkan perpustakaan yang sepi iniih.

“CODY ELEEEEEEK!!” teriak hatinya ketika ia berjalan di koridor sekolah menuju pulang.

—–SKIP—–

Saat Lalak memeriksa hapenya di rumah, dia kaget setengah matii. Setengah music playernya terisi oleh lagu Cody, Photo file nya terisi banyak oleh foto-foto Cody yang umumnya belum banyak dipublikasikan di internet, dan kontak BBM-nyaa! Ada kontak Cody di situuu! Belum lepas kekagetan Lalak, tiba-tiba Cody nge-BM ke dirinya :

“Invite this weirdo person guys! >> 143LALAK”

Lalu Lalak membalas :

“CODYY! WHAT ARE YOU DOOIIIN?!”

“Oh, I just help you to increase your popularityy”

“I DON’T NEED POPULARITYYY!”

“haha, I know you do :p hee, aku baru tau loh kalo kamu simpsonizer. Just try to be honest w/ me! You can trust me..”

“IN YOUR DREAMS!”

“Hey, I’ve to go now. Buut, hope you hear all of my song, and tell me which the one your fav tomorrow! bye”

Lalak bingung mau membalas apa. Ya inilah kelemahan dirinya, susah nyari topic pembicaraan!  Karena di rumahnya juga tidak ada sapa-sapa karena tantenya lagi keluar, yaudah deeh, Lalak dengerin semua lagunya Cody. Perlu diketahui, Lalak itu pinter naujubilleh. Sampe-sampe dia SMA dapet bea ke LA. Ibunya tinggal di Indonesia, sedangkan Papanya sudah meninggal dunia. Kronologi meninggal dunia-nya Papa Lalak itu masih dirahsaiakan oleh mamanya. Ohya, Lalak ini amnesia. Dia nggak inget hal apapun ketika ia berumur 13 tahun ke bawah. Kata Mamanya, Lalak bisa amnesia karena kecelakaan yang dialaminya dulu. Ohya ada satu hal lagi, Lalak ini penggemar berat Greyson Chance :3 entah mengapaa, pokoknya meskipun Cody itu lebih ganteng dan keren daripada Greyson, Lalak lebih suka sama Greyson. Makanya music player-nya dipenuhi Greyson.

Satu lagu demi satu lagu Music Player berputar. Yaa, Lalak menepati janjinya untuk memutar semua lagu Cody. Dua yang jadi favoritenya ANGEL sama ALL DAY. Pas Lalak lagi mbaca novelnya lagi, tiba-tiba hapenya bergetaar. Dia dapet banyak invite malem ini. Yaudah, mau nggak mau dia accept semua. Dan yang terakhir dia accept ituu, Billy!♥

“Have you finished it?” Billy me-chatnyaa.

“The lost symbol? 😮 ”

“yaa :D”

“only 13 pages agaaain! Haha! I wiin!”

“yaya, you’re totally nerd LOL”

“You more!”

“But, who do always read the thickest novel around school?”

“Me..”

“Haha! Cegeeek!”

“But, you more! I know who you are…”

“Who am I?”

“TOTALLY NERDY HUMAN! LOL”

“You moreeee”

“YOU”

“You”

“YOUUUU”

“you”

“YOU YOU YOU, YOU LIKE MY FAVORITE SOONG ON THE RADIORADIORADIO♥”

“Whaaaat? O.o”

Lalak gelagapaaaan, dia tadi itu ngechat sambil ndengerin music. Pas liriknya ada gitunyaa, Lalak keceplosan nuliis. Dia mencoba berfikir sebentaaar..

“Umm, I’m just singing -__-”

“HAHAHAHAH! You’re totally a true simpsonizer ya?”

“Why do you change the topic? IT’s ALL BEACAUUUSE THAT UGLY CODYY!”

“But, do you know, your black eyes stab straightly on my heart♥”

“Are you drunk? :o”

“Heey, it’s my training to get attention from someone-laaah!”

Selepas Billy ngechat begituh, Lalak lemes. Dia males chat-chat an sama Billy. Dia nggak mbales chatnya Billy sampek setengah jam kemudiaan..

“Do you still alive? :o”

“Umm, sorry. I get many task to do just now. hehe”

“Jadi taa besok minjem bukunyah?”

“Jadi deeh! Kalo kita ketemu yaah. Tomorrow I have French class..”

Dan begitulah mereka ngechat terus sampek Lalak ketiduran.

END OF THIS CHAPTER

Advertisements

6 thoughts on “Cody Love Story – It’s More Than Love (1)

  1. hehehee… aku baca cepet ff ini… mian yah… *ngaku duluan*
    bahasanya seh enak buad d baca.. simple.. gak berat.. sekalipun percakapannya pke inggris.. udah bagus kok ff ini.. cuma tiap kalimat coba d perpanjang, soalnya dikit2 pke titik.. klo ada yang bisa d sambungin mungkin bisa pke koma aja, jadi gak terkesan patah2 *imho*.. 🙂

    1. muahkasi kakak commentnyaa ! sangat berarti sekali bagi sayaaa :’)) jadii, butuh diperpanjang yah ? okay kalo begituuu :DD
      dibaca lanjutnya ya kaaak ;)) aku baca punya kakak yg MFOW lhooo =)) mweheheheh~

  2. Hello! (;
    I’m reading this even though I don’t know anythng abt Cody Simpson. Hihi.

    This is interesting, but… it will be better if you weren’t wrote any words down which has not relation w/ the story in the middle of paragraph. Singkatnya, biarkan ceritanya utuh tanpa diganggu (?) lah. Hehe.

    Well, that’s all. I’ll read the 2nd chap later when I have much time. Jangan marah yaaa….. *nyogok pake Cody* =3

    1. kaakaaak ! makasih udah dibacaa :DD hwehehee. iya jadi ceritanya itu ff nya buat temen aku. aku kira kan cuma dia yg mbaca, jadi aku tambahin gitu deeh. terus karena katanya bagus dan aku punya wordpress akirnya ya aku post d sini tanpa kuedit :Dv hwehehee
      makasih kak sarannya ;))
      okaay kak, noprob ;)) *sogokannya manjur kok* :pp

  3. ide ceritanya bagus sih,. cuma jadi agak susah bedain mana bule mana bukan,.. soalnya bulenya pun jago ngomong bahasa indonesia ternyata.. hehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s